Kamis, 02 Desember 2021

Mengurus Paspor



Mengurus paspor adalah hal penting yang harus dipersiapkan sebelum hal-hal lain. Oleh karena itu, kami bergegas untuk mengurusnya. . Anak-anak pun mencari info terkait hal tersebut. Akhirnya dibuatkan akun oleh anak-anak. Kemudian didaftarkan untuk antrean di imigrasi Semarang sekaligus akan mendapatkan kode booking.  Saya pun mulai mempersiapkan dokumen meliputi E-KTP dan foto copynya secara utuh tidak boleh dipotong., KK, Ijazah karena saya dan suami tidak mempunyai akta kelahiran. Tak lupa saya siapkan meterai 6000.

Setelah dhuhur suami menjemput ke sekolah karena jika saya pulang duluan waktu tidak cukup.

[Saya sudah di depan sekolah] tulis suami lewat WhatsApp.

[Ya, siap] tulisku dengan emot senyum dua kali

Aku langsung keluar sekolah setelah izin dengan kepala sekolah. Suami sudah menunggu di pintu gerbang. Segera kubuka pintu mobil depan lalu meluncurlah kami menuju Semarang.

“Sudah dibawa semua Pak, gak ada yang tertinggal kan?” tanyaku sambil membetulkan tempat dudukku. Kupasang sabuk pengaman dengan cepatnya.

“Siap semuanya, itu di jok belakang, “ ucap suami sambil mencari-cari lagu yang pas di perjalanan. Benar juga lagu lama Ebiet G. Ade mengalun merdu mengiringi perjalanan kami. Berdua menikmati lagu-lagu kesayangan. Jalan tidak begitu ramai. Apalagi tidak jam pulang kantor. Pemandangan jalan tol tampak indah dengan awan putih bagaikan kapas berada di atas. Indahnya pohon-pohn sekitar jalan tol menjadikan hati bahagia sambil berharap mengurus paspor lancar.

Sebenarnya jika mau, paspor akan diuruskan sampai jadi. Namun, hati ini ingin mengurus sendiri ya biar tambah pengalaman. Oh ya selain syarat di atas , kami harus mempersiapakan nama belakang dari nama kami dengan nama nenek kami. Setelah tanya sana sini, nama bekakang sudah siap.

Tak menunggu lama, kami sampai di kota Semarang. Kami langsung menuju jalan arah kantor imigrasi yang berada di daerah barat Semarang di daerah Siliwangi. Mobil mulus melintasi Tugu Muda. Kemudian menuju arah jalan Siliwangi. Mobil berjalan pelan. Papan nama kanor Imigrasi tampak jelas.

“Parkir mana Pak, kok dalam tampaknya penuh?”

“Sebentar,” sahut suami sambil mencari tempat yang pas. Ada seorang tukang parkir memandu agar parkir di depan kantor karena di dalam penuh. Kami hanya mengikuti arahan tukang parkir.

Tampak gedung megah bertingkat di depan mata. Kami langsung masuk area imigrasi. Berjalan sambil tengok sana- sini dan membaca petunjuk yang ada. Akhirnya ketemu juga dengan tempat yag kami cari. Kami merasa asing di tempat ini. Tentu saja sambil membaca papan-papan pengumuman.

Tampak kursi berwarna abu-abu berjajar rapi. Kami pun duduk di situ. Beberapa orang mengantre. Setelah dirasa sepi saya maju sambil memberikan berkas. Kami pun mengisi formulir. Setelah diisi dikembalikan lagi untuk antre foto.

Tak menunggu lama, kami dipanggil untuk wawancara sebentar dan difoto. Ruangan yang sudah sepi kami masuki. Orangnya ramah. Satu persatu kami difoto. Disarankan memakai baju yang rapi karena akan dipakai dalam kartu paspor. Alhamdulillah lancar. Selanjutnya kami harus membayar biaya paspor di Bank. Saking senangnya, kami memberi uang parkir lebih dari biasanya. Kami pun meninggalkan kantor imigrasi dengan rasa bahagia. Semoga langkah selanjutnya berjalan lancar.

Ambarawa, 2 Desember 2021

#gbmkabsemarang(2)

#tantangan30harimenulisgabm




 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar