Senin, 06 Desember 2021

Detik-detik Keberangkatan Menuju Baitullah (8)

 


 

Detik-detik keberangkatan tak terasa sudah datang. Berbagai gejolak hati terselip di hati. Rasanya bahagia banget karena bisa berangkat umroh. Semalam tidur kurang nyenyak karena takut kesiangan. Alhamdulillah pukul 02.00 kami sudah bangun. Kami langsung salat malam dan salat kajat. Setelah itu kami menyalakan lampu. Pukul 02.30 saya mandi dengan air hangat karena benar-benar masih dingin.

Kami langsung memakai pakaian seragam batik kuning. Gamis dan kerudung kuning sudah melekat di tubuh. Suami memakai batik dan celana hitam. Dua koper dan tas cangklong sudah saya letakkan di ruang tamu. Sleyer biru sudah saya taruh di atas koper. Berbagai perlengkapan makanan selama perjalanan ke Bandara Adi Sumarmo Solo sudah dalam tas tersendiri.

Jelang pukul 03.00 ada beberapa tamu yang siap nguntapke, artinya mengiringi keberangkatan kami. Ya Allah, perhatian saudara semuslim amat dekat. Ada Pak Heri, Pak Dadik, dan Mbak Yuli serta Mas Sigit serta beberapa orang. Rasa haru bersemayam di hati. Dingin tak menyurutkan Bapak Ibu datang ke rumah.

Tepat pukul 0.300 kami sudah siap berangkat. Entah kenapa hati ini benar-benar bahagia campur aduk. Semua koper sudah masuk di mobil hitam kami. Semilir angin dini hari menyusup kalbu.  Depan rumah tampak sepi dan masih gelap. Hanya pendar lampu yang menyorot ke dedaunan.  Aneka jajanan sudah kami persiapkan. Beberapa saudara telah membantu mempersiapkan.

Detik-detik keberangkatan, Pak Heri memberikan doa pada kami serta ucapan semoga perjalanan kami lancar dan selamat sampai rumah kembali. Kami pun berjalan keluar rumah  Tampak suami biasa. Kami bersalaman dengan para tamu.  Dengan Ibu-ibu saya pun berpelukan lama. Rasanya seperti pergi yang amat lama. Tangis pun pecah. Kulangkahkan kami memasuki mobil dengan mengucap bismillah. Kami meninggalkan Desa Kaliputih dengan penuh haru.

Hari masih pagi ketika mobil mulai merangkak keluar desa kaliputih.  Jalan raya tampak sepi hanya beberapa mobil yang lalu lalang. Perjalanan lancar hingga kami harus berhenti untuk salat subuh di daerah Tengaran. Kami memilih di Pom Bensin agar cepat dan mudah untuk meneruskan perjalanan. Pom Bensin daerah Tengaran juga sepi hanya beberapa yang salat di sana. Air wudhu membasahi wajah dengan segarnya. Kami pun salat subuh berjamaah seraya memohon agar perjalanan kami diberi kemudahan.

Hanya beberapa menit kemudian kami melanjutkan perjalanan ke Bandara. Musik merdu mengiringi perjalanan kami. Yang nyetir masih suami, saya masih di depan. Beberapa menit kemudian sudah sampai Boyolali. Kami langsung berbelok ke kiri kea rah Bandara Adi Sumarmo. Dengan selamat kami memasuki area bandara, tempat berkumpulnya para Jemaah menuju Baitullah.

“Parkir sini saja, Pak.” ucapku pada suami.

“Ya.”

Tampak keramaian di depan Bandara. Lalu lalang para Jemaah menuju satu titik. Kami memang dianjurkan untuk berkumpul di Masjid untuk menerima penjelasan dan pemberian paspor. Sambil menunggu panitia memberi penjelasan saya masuk ke masjid untuk salat dhuha. Tempat yang bersih ini dipenuhi para Jemaah yang akan melaksankan umroh.

Sesaat kemudian Pak Haji Anwar memberi tausiyah, kebetulan beliau juga berangkat. Oh ya, kami sudah juga membeli paketan data untuk HP kami. Kalau tidak membeli secara khusus kami tidak bisa komunikasi dengan keluarga di rumah.

Tepat pukul 09.00 kami mulai boarding untuk selanjutnya menaiki pesawat.

#gbmkabsemarang

#tantangan30harimenulisdesemberceriagbm

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar