Minggu, 05 Desember 2021

Menata Koper (5)

 



Banyak hal sebelum keberangkatan yang harus kami persiapkan. Mulai menata koper, pengajian, dan siapa saja yang mengantar. Oleh karena kami harus bisa menata diri agar semuanya lancar. Koper berwarna hitam bergaris kuning sudah kami terima beserta tas cangklong. Ada dua kain ihrom dan handuk berwarna putih bertuliskan SHU.

Barang-barang yang sudah saya beli sudah disatukan di kamar yang kebetulan kosong. Jadi kami mudah mengontolnya. Barang-barang tersebut tertata di atas kasur hingga penuh.

“Oh ya Pak, alhmadulillah kita dapat kabel listrik yang khusus secara cuma-cuma oleh Jemaah sebelumnya,” kataku pada suami.

“Ya, bersyukur. Jangan lupa ucapkan terima kasih,” jawab suami sambil tersenyum.

“Kita tata sekarang ya Pak, agar tidak tergesa-gesa?”

Suami mengiyakan. Lalu saya mulai membuka koper besar dengan dua sisi yang bisa ditaruh beberapa barang. Yang pertama saya menata punya suami dulu. Sisi kiri saya gunakan untuk menata yang ada kaitanannya ibadah. Saya mulai dengan melipat kain ihram dengan menggulungnya. Kemudian baju koko dua, sarung, celana panjang dan kaos. Sedangkan sisi kanan saya isi kaos bebas 3 buah ,celana dalam, kaos kaki, perlengkapan mandi, obat-obatan. Sedangkan di kantong koper saya isi masker, payung, hamger, sapu tangan. Kunci kecil pun saya tempatkan di kantong koper yang tertutup. Tak lupa saya beri plastic agar mudah diambil. Jangan sampai kunci terlupakan. Ini yang benar-benar kami jaga.

Sedangkan tas canglong kecil, saya isi surat-surat penting, dompet uang. Untuk uang, kami sudah menukarkan uang rupiah dengan dinar hanya beberapa saja. Selanjutnya disarankan oleh biro nanti kami bisa menukarkan di Mekah. Juga saya isi tasbih, buku panduan umroah dan obat-obatan ringan.

Kini saatnya menata yang punya saya. Tentu saja lebih banyak dibanding dengan perlengkapan suami. Koper itu segera saya buka. Selanjunya saya mulai dengan perlengkapan saat umroh. Mulai menata di tempat yang sisi kiri. Saya tata mukena yang dari biro, saya tak membawa lagi cukup satu. Kemudian gamis putih saya membawa dua dan yang berwarna hitam satu. Saya gulung kemudian saya tata mulai dari pinggir. Selanjutnya ada kaos kaki, sepatu putih tipis, perlengkapan make up, hanya secukupnya yang saya jadikan satu dalam dompet kecil. Sengaja saya kumpulkan dompet kecil yang ada di rumah.

Akhirnya bermanfaat juga dompet tersebut. Saya isi dompet itu dengan  aneka perlengkapan mandi, obat-obatan dan uang receh dan satunya uang yang agak besar. Dompet-dompet itu saya letakkan pada sisi kanan beserta payung, mantol jika hujan, dan masker, pembalut, dan juga celana dalam sekali pakai agar tidak terlalu banyak yang dibawa. saya juga bawa pembalut tipis.

Dua koper sudah tertata rapi tetapi tetap saya buka. Sambil ngecek di list yang sudah saya tulis di kertas. Oh ya tak lupa bawa alquran, dan juga buku kecil yang berisi permintaan doa yang dari teman-teman. Alhamdulillah rasanya sedikit lega setelah menata koper.

#gbmkabsemarang

#tantangan30harimenulisdesemberceriagbm

 

 

 

 

           

1 komentar: