Rabu, 29 April 2020

CATATAN LEBARAN KEDUA



*Bersilahturahmi ke Saudara Klaten









Rencana awal kami berangkat pukul 06.00. Ya....biasa urusan ini itu akhirnya kami berangkat pukul 07.00. Tujuan kami berangkat pagi agar tidak terjebak macet. Masalah sarapan nanti di Boyolali saja. Begitu rencana kami.
Segala persiapan sudah saya tata. Satu bok berisi minuman, jajanan, buah telah siap.  Bensin juga sudah terisi sejak kemarin. Kami ingin perjalanan tidak terjebak macet. Maklum masih lebaran kedua. Begitu juga kami membawa anak kecil sehingga sebisa mungkin menghindari macet.
Beberapa agenda kunjungan sudah tercatat di pikiran. Juga angpau untuk anak-anak kecil disiapkan oleh kedua anak saya.  Sedangkan saya siapkan untuk mbak yang memang perlu dibantu.
Tiga puluh menit kami yang sampai di rumah besan. Menjemput cucu dulu beserta ortunya di Banyubiru. Keceriaan kami rasakan karena ada si kecil cucu kami yang berumur sepuluh bulan. Cucu pertama yang nggemeske, ngangeni. Benar ini kami rasakan. Dulu gak begitu percaya jika diceritani teman. Nah kini terbukti kalau cucu itu cintanya melebihi anak.
Lho kok sampai ke cucu. Ok...Perjalanan lancar setelah lewat jalan lingkar sampai Tengaran sedikit macet tapi tidak lama. Nuansa lebaran tampak dengan jumlah kendaraan pribadi lebih banyak. Ternyata pagi sudah banyak yang memulai perjalanan baik dengan sepeda motor atau mobil pribadi.
Tak lama kemudian sampailah kami di Terminal Boyolali untuk istirahat dan mencari dawet Boyolali yang menjadi kesukaan kami. ( Rasa dawet nanti cerita sendiri ya)
Rasa haus sedikit terobati dengan dawet tadi. Selanjutnya kami mencari sarapan yang lain karena kami sejak awal ingin makan dengan *sambel tumpang* ya ini juga menu khas Boyolali selain soto sedeep atau soto mbok Giyem.
Akhirnya kami menemukan warung soto yang ada sambel tumpang karena kami ada yang tidak suka sambel tumpang. Mungkin generasi sekarang kurang mengenal.
Si kecil agak rewel sehingga kami istirahat di samping warung makan sambil menyuapi si kecil. Beberapa menit selesai lanjut perjalanan. Sampai di pertigaan menuju Klaten mobil menyemut.
Akses jurusan Klaten padat. Saya berpikir banyak juga yang ingin menuju Klaten. Untung ada Bapak-bapak yang membantu mengatur kemacetan sehingga perjalanan berlanjut. Lega rasanya.
Si kecil mulai tertawa, duduk dipangku eyang Kakung / suami. Yang nyetir anak kedua. Kebersamaan di mobil berasa bahagia luar biasa. Keceriaan dan banyolan muncul agar tidak mengantuk. Sesekali melihat pemandangan sekitar.
Buah pepaya dijual di sepanjang perjalanan. Di sampingnya sebuah kebun dengan pohon pepaya yang siap di panen. Sementara pohon jagung tampak subur. Klaten yang merupakan tanah datar sangat cocok dengan tanaman jagung, kedelai.
Alhamdulillah si kecil tidak rewel hingga sampai rumah kakak di Jatinom. Suasana lebaran begitu kentalnya. Garasi dibuat untuk menerima tamu tetangga yang lumayan banyak.
Sampai kami sudah beberapa jam istirahat, tamu kampung silih berganti tanpa henti. Setelah saya tanyakan ternyata hari kedua khusus untuk para orang tua saling kunjung. Sedangkan yang remaja pada hari pertama. Konon kata Mbak, pada hari pertama telah disediakan nasi gudangan 10 kilo bisa habis.
Dan mbak bercerita setiap remaja yang datang selalu diberi angpau ( apa ini ya yang menjadikan anak dan remaja berkeliling berlebaran) moga saja tidak karena tidak semua orang memberi angpau.
Selepas salat dhuhur kami melanjutkan perjalanan ke Cawas masih wilayah klaten.  Setelah menempuh perjalanan satu jam sampailah di Cawas Klaten. Ini kunjungan ke rumah kakak suami. Suasana ramai karena anak cucu berkumpul.
Lebih seru lagi ada kami dan beberapa menit kemudian adik dan kakak yang rumahnya Yogyakarta datang. Sungguh amat ramai rumah mbak nomor satu saat itu. Rumah yang sedikit panas  dapat diredam dengan rimbunnya pepohonan depan rumah. Gunung menjulang tinggi persis di depan rumah mbak. Konon memang berbatasan dengan kota Gunung Kidul. (Bersambung)
Ambarawa, 19 Juni 2018





MENULIS SETIAP HARI BERSAMA BAPAK USWADIN



Asalamuallaikum Saudaraku. 

Alhamdulilah hari ini, 29 April 2020 saya berkesempatan mengikuti kelas online bersama Bapak Uswadin. Berikut rangkuman yang telah saya tulis. 


Biodata pemateri : Dr. Uswadin, M.Pd. lahir di Brebes, 15 Maret 1968. Pendidikan MP S3 UNJ.  Guru SMP Labschool Jakarta, dan Kebayoran.  Kepala SMP Labschool Cibubur 2011 sd 2019. Pengembang Labschool UNJ. Menikah dikarunia 2 anak. Tinggal di Matraman Jakarta Timur  Email: dinuswa15@gmail.com.  Motto Bermanfaatlah untuk sesama.


Menulis bisa dikatakan mudah dibilang mudah , ya bisa sulit ya sulit. Bergantung kita yang akan memulai. Menulis memang memerlukan satu keteramampilan  tersendiri. Yang perlu  dilakukan latihan secara terus menerus dan belajar mengevaluasi kelemahan-kelemahan yang ada  dalam tulisan kita. Lama kelamaan tulisan kita semakin hari semakin baik. Hal-hal yang dipersiapkan untuk bisa menulis setiap hari adalah :
1      

    Mengalahkan diri kita sendiri  artinya mengatasi kemalasan-kemalasana yang ada pada diri sendiri
2    Mengatasi ketidak percayaan atau merasa tulisan kita tidak berbobot, tidak bermakna.
Menyiapkan waktu utuk menulis. Kita luangkan waktu yang ada pada diri kita untuk menulis.
4.   Memanfaakaan ide yang ada yang kadang muncul tidak kenal tempat dan waktu. Ide kita tangkap lalu
     tulis draf di HP, kertas, atau buku kecil. Tulis poin- poin penting . Setelah itu kita bisa kembangkan menjadi tulisan utuh. Menulis diawali dengan ide. Tanpa ide tak
ada kontens yang atau tujuan yang jelas. Memiliki ide atau gagasan utama adalah modal utama yang akan kita tuangkan dalam tulisan. Mengapa kita berani menulis? Karena ada ide dan kita siap untuk memulai.


Karya yang baik adalah karya yang selesai.  Karya baik tapi kalau masih rancangan ya berarti tidak baik. Tulislah apa yang bisa dilakukan. Jangan ragu untuk menulis. Dalam keagamaan kita diajarkan untuk membaca, membaca dan membaca. Oleh karena itu,  kini saatnya kita menulis-menulis dan menulis.

Ide ini muncul saat saya sedang santai dan karena khawatir hilang. Maka langsung saya ambil ballpoin dan buku kecil untuk mencatat poin- poin apa yg terlintas dalam kepala. Setelah poin- poin tersebut tertulis maka pada waktu dan suasana yang tepat kita bisa tulis ide tersebut. Setelah jadi tulisan menjadi seperti ini.


Mengambil Hikmah dibalik Pandemi Covid-19

Adanya sebuah keyakinan bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah karena Allah swt akan memberikan hikmah di dalamnya.  Allah telah berfirman dalam kitab suci yang artinya : Tidak ada sesuatu yang sia-sia dari penciptaan Allah (QS 3: 191). Allah berkehendak atas segala sesuatu yang terjadi di bumi ataupun di langit, karena Dia adalah maha berkehendak (QS 85:16).Peristiwa terjadinya Corona Virus di daerah Wuhan China di penghujung tahun 2019 dan akhirnya melebar hampir menyentuh seluruh negara di dunia sehingga menjad wabah pandemik yang dikenal dengan Pandemik Covid-19.


Wabah virus Corona telah merubah dunia secara mendadak, suasana keramaian yang semula terjadi di seluruh belahan dunia menjadi kesunyian yang merata, aktivitas sekolah dan perkantoran di rubah menjadi bekerja dan belajar di rumah, perusahaan dan industri terpaksa berhenti sesaat, dan beberapa berdampak lahirnya pemutusan hubungan kerja (PHK), pertumbuhan ekonomi melambat dan berimbas kepada menurunya kemampuan ekonomi masyarakat khususnya masyarakat kalangan bawah.


Bahkan aktivitas keagamaan yang sakral pun yang semula dilakukan di tempat ibadah dilaksanakan di rumah. Bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan belajar di rumah (work from home and home  learning).


Kebijakan social distancing dan physical distancing yang diterapkan dengan adanya karantina wilayah atau pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam rangka mencegah penularan telah diterapkan di berbagai daerah. Karena pola penyebaran virus ini sulit dideteksi sehingga menghindari kontak langsung dengan orang lain pada saat sekarang sangat disarankan. Semua orang mempunyai potensi untuk menularkan virus ini, karena penyakit ini kadang  ditularkan oleh Orang Tanpa Gejala (OTG) yang telah berinteraksi dengan orang yang terpapar virus.


Penyakit ini memang tidak memandang strata sosial, pejabat tinggi atau rakyat biasa, ras, negara, bahkan agama, semua memiliki potensi yang sama terpapar.  Negara-negara maju dan terkenal bersih di Eropa dan Amerika-pun tidak luput dari virus ini. Bahkan menurut data Worldometer per 24 April 2020 pukul 00:31 GMT, Amerika menjadi episentrum wabah ini karena korban yang sangat banyak dan jumlah positif mencapai 879.598 kasus, meninggal 49.812 dan sembuh 85.679 orang.(https://www.worldometers.info/coronavirus/country/us/).  


Kebijakan-kebijakan strategis telah diambil oleh pemerintah negara-negara di dunia, tidak terkecuali Indonesia untuk dapat menekan penyebaran virus corona dan mengatasi dampak-dampak yang timbul dari akibat virus.Beberapa langkah tersebut antara lain menerapkan PSBB, menetapkan Work From Home, belajar di rumah (home learning), menyiapkan Rumah Sakit Darurat, Pembatasan angkutan umum, keharusan menggunakan masker, memberikan bantuan sosial kepada warga terdampak, dan yang terakhir adalah pelarangan mudik menjelang lebaran yang merupakan tradisi turun temurun di Indonesia.

Hal-hal di atas merupakan dampak-dampak yang muncul karena adanya wabah virus Corona ini. Namun dibalik itu semua ternyata ada dampak-dampak positif yang ditimbulkan oleh adanya virus corona ini bagi manusia, bumi dan alam semesta.Beberapa dampak positif atau hikmah yang muncul antara lain:

1. Lahirnya kembali kesadaran akan pentingnya peran pendidikan di keluarga, bahwa peran orangtua dalam mendidik anak, adalah kewajiban yang utama dan pertama.

2. Kedekatan dan keakraban keluarga semakin erat, dalam kondisi biasa, anak-anak kurang mendapat perhatian orangtua karena kesibukan orangtua di luar rumah untuk mencari penghasilan/ berusaha. Namun dengan work from home, orang tua dapat menemani anak-anak dan bersama di rumah dalam waktu yang cukup lama.

3. Kesadaran kebersihan masyarakat semakin membaik dengan lahirnya kesadaran mencuci tangan dan menerapkan pola hidup bersih, bijak pada saat batuk dan bersin serta adanya kerja bakti membersihkan rumah dan lingkungan serta penyemprotan disinfektan di lingkungan.

4. Adanya kesadaran dari masyarakat bahwa mendidik anak ternyata berat, banyak orangtua selama home learning merasa kesulitan mendampingi anak-anaknya belajar di rumah. Mereka ingin segera kondisi normal sehingga anak-anak bisa kembali ke sekolah dan belajar di sekolah. Demikian pula dengan anak-anak yang merasa belajar di sekolah lebih menyenangkan, karena bisa bertemu dengan kawan-kawan, guru dan lingkungan yang lebih luas.

5.  Guru-guru menjadi akrab dengan teknologi untuk pembelajaran, yang semula belum terbiasa menggunakan berbagai aplikasi dan beberapa tools untuk e-learning atau menggunakan gawai untuk pembelajaran maka sekarang hampir semua guru menjadi akrab menggunakan perangkat tersebut, ada yang menggunakan aplikasi dari google, ada zoom cloud meeting, web sekolah, whats app group, email dan lain-lain. Tuntutan pelayanan dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama Belajar dari Rumah (BDR) maka guru mau tidak mau harus menggunakan TIK dalam pembelajaran.

6.    Polusi udara di kota-kota besar dunia menurun dan udara lebih sehat dan bersih. Beberapa negara di dunia dilaporkan bahwa kualitas udara dengan kebijakan work from home yang membatasi aktivitas manusia. Menurut data Satelit Copernicus Sentinel-5P baru-baru ini memetakan polusi udara di Selruh Eropa serta China mengungkapkan adanya penurunan yang signifikan dalam konsentrasi nitrogen. (liputan6.com)

7.    Bumi semakin menjadi lebih baik karena getaran bumi semakin berkurang. Dikutip detikINET dari CBS, periset yang memantau pergerakan Bumi menyebut bahwa disetopnya sistem transportasi, bisnis dan kegiatan manusia lain berkolerasi dengan getaran Bumi lebih rendah dari biasanya.

8.    Menurunnya emisi gas rumah kaca dan perbaikan lapisan Ozon. Sebagaimana dilansir dari Tehran Times, sejak awal 2020, banyak orang mengalami hal tak terduga. Untuk pertama kalinya secara berturut-turut, emisi gas rumah kaca, konsumsi bahan bakar fosil, lalu lintas udara, darat dan laut secara drastis telah menurun.  Keadaan tersebut membuat emisi gas rumah kaca pada Maret 2020 menjadi sama kondisinya dengan 1990-an, yaitu 30 tahun yang lalu. Menurut Darvish, menurunnya pergerakan manusia di alam dan lingkungan luar ruangan secara signifikan mulai mengurangi jumlah polusi suara dan gempa bumi. ( https://www.kompas.com/global/read/2020/04/22/064100670/bumi-rayakan-kondisi-terbaiknya-di-tengah-wabah-virus-corona?page=all.)

9.    Satu hal yang baik dari adanya musibah corona adalah, munculnya solidaritas sosial yang tumbuh di kalangan masyarakat. Kesadaran berbagi kepada yang membutuhkan muncul di berbagai komunitas dan masyarakat. Ada pesan yang menarik dari peristiwa ini, walaupun fisik berjauhan namun hati dan perhatian selalu dekat.

10.   Kesadaran membantu para petugas kesehatan yang dilakukan oleh beberapa kalangan masyarakat karena adanya kesadaran bahwa para petugas kesehatan adalah garda penting dalam mengatasi dan menyembuhkan wabah covid-19. Bantuan berupa Alat Pelindung Diri (APD) yang semakin mahal harganya karena terbatasnya persediaan, bantuan masker serta hand sanitizer sampai kepada bantuan baerupa makanan dan minuman serta buah-buahan untuk mendukung stamina para petugas kesehatan.  Kondisi ini baru terjadi saat adanya wabah virus corona ini, dan sebelumnya masyarakat sangat jarang membantu petugas kesehatan dalam kondisi normal.

Demikianlah beberapa hikmah yang dapat diambil dengan adanya wabah virus corona. Banyak kejadian yang menyedihkan namun tidak sedikit juga yang memberikan kabar kegembiraan dan kebaikan bagi kehidupan manusia pada masa mendatang.  Yang utama bagi kita semua sekarang adalah, tetap berpikir positif, menjaga kesehatan, menggunakan masker jika keluar, jaga jarak dan lebih baik di rumah (stay at home and keep health), serta peduli dengan masyarakat yang membutuhkan. Memasuki Ramadhan 1441 H marilah kita perbanyak berdoa kepada Allah swt agar musibah covid-19 ini dapat segera berlalu dari bumi tercinta, dan kehidupan dapat normal kembali dengan suasana yang lebih sehat, lebih peduli dan lebih bahagia. Pasti ada rencana Allah yang indah untuk kehidupan manusia yang akan datang. Inna maal usri yusro, wa inna maal usri yusro. Bersama kesulitan ada kemudahan dan bersama kesulitan ada kemudahan.
-----

Tulisan yang telah kita buat maka bisa dibagikan ke publik bisa melalui blog kita atau melalui media sosial yang lain seperti fb atau media cetak atau online. Tulisan yang sudah jadi saya coba kirim ke media on line dan alhamdulillah bisa diterima oleh redaksi. Saya mencoba kirim ke beberapa media on line dan ternyata diterima juga. Selain media online kita juga mencoba dan memberanikan diri untuk mengirimkan tulisan kita ke media cetak. Ada kebanggaan tersendiri jika tulisan kita dapat dimuat apalagi di surat kabar yg sudah populer atau berskala nasional. Tulisan yang di upload di blog sendiri juga bisa menjadi media informasi kita.

Contoh tulisan yang  ditulis di blog pribadi dan bisa di -share juga ke medsos kita seperti facebook atau WAG



PESANTREN BAITI JANNATI*
Oleh: Uswadin

Ada yang menarik di awal-awal tahun 2020, tahun yang memiliki angka kembar yaitu duapuluh duapuluh. Peristiwa pulangnya santri dari berbagai pondok pesantren ke rumah masing-masing, bukan karena akhiru sannah atau akhir tahun, bukan pula karena libur tengah semester.

Pesantren yang memulangkan santrinya pun bukan hanya satu atau dua pesantren saja, namun semuanya mulai pesantren yang dikenal di seluruh negeri maupun pesantren biasa. Pesantren Tebu Ireng, Pesantren Gontor, Pesantren Assalam, Pesantren Daurut Tauhid, Pesantren Darunnajah, Pesantren Darul Quran dan deretan nama pesantren lainnya hampir semuanya memulangkan santrinya ke rumah masing-masing.

Pemulangan santri ini dikarenakan adanya wabah virus corona (covid-19) yang mewabah di seluruh penjuru dunia, tidak terkecuali Indonesia.  Pesantren mengambil kebijakan untuk mencegah terjadinya penularan dan pencegahan wabah ini maka semua santri dipulangkan. Hal ini seperti dilakukan sekolah-sekolah yang telah melakukan kegiatan belajar dari rumah atau home learning dengan model Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Aktifitas pondok pesantren yang biasanya ramai, sontak menjadi sepi. Kegiatan pengajian yang biasanya dihadiri oleh para santri dan warga sekitar menjadi sepi, kegiatan-kegiatan olah raga di lapangan sekitar pesantren pun tidak ada, aktivitas pondok dengan hiruk pikuknya santri yang berlalu lalang dan membaca kitab di sudut-sudut pondok juga lenyap, bahkan qiyamullail yang rutin dilaksanakan bersama-sama dengan ratusan santri menjadi hening seketika.

Pondok pesantren sekarang ditinggali oleh beberapa pengurus yang menjaga dan mengisi kajian-kajian yang dilakukan secara daring atau online melalui sarana-sarana yang dimiliki dan dikuasai pesantren seperti media televise, radio, streaming youtube, facebook, atau menggunakan zoom dan google meet yang sekarang sedang marak digunakan oleh orang-orang.

Pulangnya santri dari pondok pesantren  kemungkinan akan berlangsung seiring dengan merebaknya wabah pandemi corona ini. Kita semua berharap wabah ini tidak berlangsung lama dan bisa segera hilang dari bumi tercinta ini, khususnya Indonesia. Dengan adanya para santri kembali ke rumah maka sekarang muncul adanya pesantren baru, yaitu Pesantren Baiti Jannati.

Pesantren Baiti Jannati adalah pesantren yang muncul di masa pandemic Covid-19 ini, rumah-rumah yang sangat jarang dijadikan tempat tarawih pada saat Ramadhan serentak diisi dengan kegiatan taraweh, hal ini dikarenakan adanya larangan shalat berjamaah di masjid dan mushola. Suasana shalat wajib menjadi tidak biasa, hampir selama lima waktu dilakukan oleh orang-orang di rumah dengan berjamaah. Apalagi rumah yang kedatangan santri dari berbagai macam pondok, maka suasananya akan lebih berbeda lagi.

Kegiatan tadarus dan menghafal quran serta mengkaji kitab-kitab kuning atau kitab kajian lainnya dilakukan di sudut-sudut rumah atau kamar-kamar santri/ siswa. Ayah yang menjadi kepala keluarga sekarang merangkap menjadi Kyai dan Imam di pesantren Baiti Jannati, demikian pula dengan Ibu yang sekarang menjadi Nyai di Pesantren yang sama,

Pesantren Baiti Jannati akan lebih semarak apabila dilakukan tadarus bersama antara anggota keluarga, ceramah singkat dan bersama-sama untuk berlomba dalam kebaikan apalagi di bulan yang penuh berkah dan ampunan, yaitu Ramadhan 1441 hijriah ini. Semoga Pesantren Baiti Jannati dapat dilakukan oleh semua keluarga walaupun dengan situasi dan kondisi yang berbeda. Mungkin ada yang tidak maksimal karena kendala-kendala yang ada di masing-masing rumah tangga/ keluarga. Ayah tidak selalu harus menjadi imam, anak-anak laki-laki yang sudah dewasa atau baligh pun sudah bisa bergantian menjadi imam. Jika kita memanfaatkan keterbatasan-keterbatasan yang ada maka kendala apapun bisa diatasi. Tetap semangat dan tetap stay at home, semoga Covid-19 cepat berlalu dan pesantren-pesantren akan kembali hidup dan berjalan normal kembali.
Sumber: http://uswadinlabschool.blogspot.com/2020/04/pesantren-baiti-jannati.html


Kalau kita terbiasa menulis maka insyaAllah kita pun sebagai guru bisa tingkatkan menjadi sebuah buku dari buku pelajaran yang kita ampu. Karena kita sering menyampaikan hal-hal tersebut setiap hari jadi akan mudah dituliskan dalam buku. Dengan menulis kadang-kadang ide akan muncul. Kita juga bisa menulis syair lagu yang bisa menjadi sebuah lagu jika dinyanyikan.
Selamat mencoba dan pasti bisa. Sukses selalu.

Beberapa hal yang perlu kita ketahui berdasarkan pertanyaan peserta adalah
A. Tulisan populer tinggal pengemasan yang lebih mudah dibaca dan difahami. Carannya antara lain dapat dilakukan dengan
1. Mengambil latar belakang dari penelitian ditulis lagi di bagian pendahuluan dengan bahasa yg simpel saja. Bisa dipecah menjadi 2 bab
2. Menyampaikan penemuan penting atau ide penting apa dari penelitian tsb. Ini bisa di bagi menjadi 3 atau 4 bab.
3. Rekomendasi apa dari penulisan tsb dalam 1 bab.
4. Penutup atau kesimpulan jadikan 1 bab.
5. Tambahkan gambar atau foto atau data yg membuat tulisan menjadi lebih menarik

B.  Kalau mau kirim tulisan media online bisa lihat di bagian redaksi dan tata cara mengirim artikel di media tsb. Media online sangat butuh tulisan utk konten- konten mereka. Menulis menulis dan belajar menulis. Saya juga masih belajar. Yang penting jangan dipaksakan kalau sedang tidak mood. Suasana batin sgt mempengaruhi dalam menulis. Sebelum di -upload mimimal baca 3x dan nanti kita akan menemukan kekurangannya. Syukur kalau ada kawan yg mau baca sebelum di upload.Strategi yang dilakukan adalah memantas-mantaskan dulu tulisan kita. Jika sdh dinilai layak maka akan diterima...karena kita juga bersaing dg tulisan- tulisan lain. Ditolak atau tidak diterima jangan membuat kita putus harapan. Apalagi sekarang hanya modal email.

C. Materi yang bisa dimuat di media adalah yang sangat menarik, Belajar, belajar dan belajar menulis, bagaimana caranya menuangkan ide itu bisa mengalir, saya sudah mencoba, suatu saat buntu, hilang ide itu, Menuangkan ide agar mengalir kita buat runtutan dulu dalam konsep- konsep kita. Setelah kita anggap runtut baru tuangkan dalam tulisan. Setelah tulisan jadi kita baca- baca dan baca kemudian tinggal beberapa waktu 1 atau 2 jam baru kita baca lagi. Saya menulis yang di atas memerlukan waktu 4 jam dari konsep menulis dan koreksi sampai jadi. Ide yang  ditulis menjadi tulisan bergantung kita dan kesempatan serta kemauan kita. Seperti contoh coretan saya dapat malam hari waktu tidak bisa tidur karena ada ide, jadi sekitar pukul l. 01.00 saya tuangkan ide tersebut di kertas. Dan akhirnya saya bisa tidur.  Dari coretan tersebut saya memakan waktu 3 hari mencari waktu dan kesempatan yang pas dan tepat. Jika akan dijadikan buku, tinggal kita mengkompilasi dari blog atau tabungan tulisan  kita. Ini tergantung kita bisa tahunan. Buku sekolahku inspirasiku 4 tahun. Pengalaman pertama di terima tulisan kita di media sangat senang sekali. kalau tidak salah saya menuliskan judul doa guru honor naik haji. Pengalaman pertama diterima tulisan kita di media sangat senang sekali....kalau tidak salah saya menuliskan judul doa guru honor naik haji. Membangun kepercayaan diawali memang tidak percaya... tapi terus saja menulis menulis dan belajar menulis, nanti kita akan mendapat kepercayaan diri. Jika saat menulis nge blank, maka tanda kita perlu istirahat, otak dan kemampuan kita juga punya keterbatasan jadi perlu rest atau rilek dulu. kalau sdh fresh tinggal lanjut. Jangan maksakan kalau lagi nge blank nulis, bisa stress sendiri. Jadikan menulis sebagai hiburan. Untuk konsisten memang berat, saya pun belum bisa setiap hari menulis, karena jangan memaksakan kalau memang kita belum ade ide, menuliskan hal-hal yang biasa ditulis terus bisa membuat pembaca bosan untuk membacanya, Caranya ya kita sering baca tulisan orang-orang yang bagus sehingga terpengaruh dan terbawa bagus. berlatih, berlatih dan berlatih.  Minta saran dari orang lain juga bagus juga.Rasa tidak percaya diri pasti muncul itu alamiah. Sama pada saat orang baru belajar pidato, sudah bisa berdiri tenang di panggung saja sudah bagus. Nah untuk menulis pun demikian perlu latihan dan latihan. Nanti kita akan merasa kalau sudah terbiasa maka ada kenikmatan sendiri menulis. Di situ akan muncul percaya diri.. Banyak ide tinggal ditangkap saja itu bagus pak. 

Tuliskan ide- ide tadi dan kumpulkan mana yang setema atau serupa bisa mendukung ide lain. Jika idenya berbeda 180 derajat maka itu bisa menjadi tulisan yang banyak.
Misal Covid 19 dengan disiplin, dengan tradisi, dengan ekonomi dengan pendidikan ini bisa menjadi banyak tulisan. 

Untuk masalah tersebut bergantung Ibu, namun kalau kita membuat satu blog sebenarya ngga masalah tapi ciri khasnya kurang, sarannya saya ibu bisa manfaatkan sarana lain misalnya menggunakan wordpress untuk resep, kompasiana untuk cerpen, blog untuk puisi dan lagu. Namun,  kendalanya kita harus sering juga mengunjungi akun-akun tersebut. Untuk awal satu blog juga tidak apa-apa. Jika menarik akan dibaca orang, kita bisa melihat statistik tulisan kita berapa yang baca dan darimana saja. Blog saya sekitar PPKn, Pendidikan dan Kehidupan Sekolah.
Menulis fiksi itu perlu kretivitas dan imajinasi yang tinggi, saya sendiri  belum pernah menulis fiksi. 

Untuk membuat ending setahu saya ada beberapa pendekatan,
1, Pembaca penasaran, ini berarti akan ada lahir tulisan berikutnya,
2. Pembaca sampai kesimpulan ini berarti ending bisa dibuat happy ending atau sad ending atau normal
3. Apakah ingin ada pesan moral yang iingin disampaikan. Siakan bapak pas pada piihan yang mana. Tulisan belum sempurna kalau tidak ada penutupnya. Pada contoh tulisan saya , saya ingin agar kita tetap optimis dan husnudzon kepada Allah, inna maal usri yusro wa inna maal usri yusro.


Menimbulkan kreativitas kita memnag harus baca juga tulisan orang lain dan mencari literatur pendukung baik text book maupun dari internet. kemudian kita ramu sesuai dengan kemampuan kita dan gaya menulis kita.

Merangkai suatu kalimat, sesuai kaidah dasar bahasa Indonesia, ada SPO dan adanya keterpaduan dan keruntutan kalimat satu dengan yang lain. Hindari membuat paragraf panjang apalagi sampai satu halaman. Idealnya dalam 1 halaman ada minimal 2 sd 4 paragraf sehingga

Gagal tidak dimuat pernah dialami/ Waktu masih mengirimkan tulisan pakai kertas belum email, sudah modal ngetik, prangko, ya karena belum pernah nembus, sementara ada teman yang sudah bisa tembus.  Tetap berusaha, dan Allah akan menghargai usaha kita dari jalan yang tidak disangka sangka. 

Demikian resume kelas online. Terima kasih Omjay dan Pak Uswadin. Salam literasi.


Senin, 27 April 2020

KETIKA HARUS KELUAR RUMAH


Catatan harian#1
Alhamdulillah kita telah sampai hari keempat dan menuju kelima berpuasa. Tak terasa ya
Aku  hari ini 27 April harus keluar rumah. Ya... gimana lagi lha memang harus piket dan rapat PPDB. 

Untuk kali aku harus siap siaga deh. Kesiapan masker, hand sanitizer karena aku pasti banyak bertemu orang karena naik angkot jurusan Ambarawa -Salatiga. 

Kebetulan saya barengan piket dengan suami. Jadi bisa berangkat bareng sampai pangsar.  Sampai pangsar saya berpisah, suami lanjut naik motor ke Sumowono sedangkan saya naik angkot.

Sesaat saya naik angkot. Alhamdulillah tidak banyak orang. Hemm saat naik agak ragu juga pegangan pintu. Akhirny aku bisa duduk berjauhan dengan penumpang lain. Hanya tiga orang, semuanya sudah pakai masker termasuk Pak Sopir. 

Semilir angin pagi sejuk menerpa tubuh. Pemandangan indah terbentang.  Tampak gunung- gunung menjulang tinggi.  Rawa Pening dengan indahnya, sawah dengan penuh air sisa banjir kemarin.  Banyak para lelaki memancing di sepanjang sungai. Pemandangan yang selalu ada usai hujan deras. Konon banyak ikan berselingkuh di genangan air. 

Tak terasa aku sampai juga di Desa Kebumen. Segera aku turun setelah aku beri ongkos angkut. Hemm tak ada penumpang lagi sama aku turun. Biasanya kutambahkan sedikit agar pak sopir senang hee

Usai turun segera saya cari hand sanitizer lalu kucuci tanganku. Ayem rasanya. Hanya beberapa menit saja sampaikanlah di sekolah. Eit...tak lupa cuci tangan dengan sabun. 

Sekolah sepi. Tak ada celotehmu tak ada tawamu. Hemm kangen juga dengan mereka.  Segera masuk ruang guru dengan salam tanpa jabat tangan. Kuletakkan tas punggung lalu kukeluarkan laptop.  Kubuka laptop lalu siap kerja tak lupa foto pagi untuk laporan setiap hari ke sekolah. 

Baik piket maupun di rumah saja tetap WFH (Work From Home) para guru wajib membuat laporan tiap hari. 

Hari itu aku membuat program kerja selama seminggu dan membuat RPP. Alhamdulillah bisa selesai. Setiap guru memberi tugas satu materi untuk disampaikan ke siswa. 

Semua pembelajaran jarak jauh harus berkaitan dengan pencegahan covid-19. Maka minggu ini para siswa kelas 8 D dan E aku suruh membuat puisi empat bait dengan tema covid-19. Kita tunggu hasilnya seperti apa

Usai membuat RPP dan program PJJ aku mengikuti rapat PPDB. Kali ini diberikan tutorial pendaftaran secara online. Alhamdulillah dapat ilmu baru.

Pukul 12.00 pulang bersama Bu KS. Alhamdulillah tidak harus berhadapan dengan orang banyak. Turun pasar Lanang Ambarawa untuk belanja berbagai kebutuhan. Sang suami sudah berada di depan pasar ketika aku selesai belanja. 

Sampai di rumah mengecek tugas siswa dan memantau beberapa grup. Eh... udah telat mengikuti kelas menulis online. Sapa menyapa sebentar lalu istirahat. 

Sore aku memasak aneka menu lalu berbuka puasa bersama keluarga. Alhamdulillah nikmatnya hari ini. Semua Itu karena Allah memberi kesehatan pada kita. Oleh karena itu kita wajib bersyukur dengan meningkatkan amal ibadah kita apalagi ini di bulan Ramadhan.

#_coratcoret1_
Ambarawa, 27 April 2020


Rabu, 22 April 2020

Yuk Terbitkan Bukumu di Penerbit Andi Jogyakarta


Oleh : Budiyanti

Asalamualaikum Saudaraku. Semoga tetap semangat menimba ilmu walaupun corona masih melanda di negeri kita. Semoga corona cepat berlalau. Amiin.
Alhamdulilah malam ini saya berkesempatan mengikuti kelas menulis online PGRI yang digawangi oleh Pak Wijaya Kusuma (Omjay) dengan moderator yang tak kenal lelah yaitu Pak Bambang yang biasa disebut Mr Bams.

Tepat pukul 19.00 Omjay memulai kelas setelah sebelumnya grup ditutup agar materi bisa dimulai. Omjay mengawali dengan salam. Kemudian menginfokan bahwa materi kali ini adalah Pak Edi S. Mulyanta dari Penerbit Andi Yogyakarta.  Mari kita simak siapa sosok Pak Edi S. Mulyanta, S.Si, M.T.

Nama              : Edi S. Mulyanta S.Si, M.T.
Jabatan           : Publishing Consultant Andi Publisher
TptLhr            : Jogjakarta/Tgl Lhr : 24 Mei 1969
Status              : Menikah
Istri                  : Retna G.
Anak                : Nindita Saheka Ramadhani, Raditya Rizky Duanda (alm), Naditya Tertia Alfarizky
Hobby            : Membaca, Menulis, Olah Raga, Musik
Fb                    : https://www.facebook.com/edis.mulyanta
Blog                 : www.sobatambyar.com

Pendidikan:

S1 Geografi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta 1994

S2 Magister Teknologi Informasi Fak. Elektro UGM Yogyakarta 2006

Riwayat Pekerjaan

Staff LitBang Komputer PT. Wahana Semarang 1994-2000

Staff EDP PT. Sanggar Film Semarang 1995-2001

Kepala Lab. Komputer STMI

Demikian CV Pak Edi. Selanjutanya Beliau menyampaian materi. Inilah materi yang beliau sampaikan. 

Terimakasih kesempatannya telah diberikan kepada saya untuk menjelaskan bagaimana menerbitkan buku.  Saat ini penerbitan sedang betul- betul di uji ketahanannya, terutama kondisi terkini di outlet penerbitan tutup karena pandemi yang luar biasa mengubah haluan kami secara mendadak. 

Darah penerbitan adalah karya tulis dari penulisnya, dimana dari karya tulis tersebut dapat diubah menjadi sebuah media buku yang dapat dinikmati pembacanya melalui outlet2 pemasaran baik toko buku, kampus, sekolah, dan pembaca secara langsung. 

Setiap penerbit telah dipercayakan ISBN dari perpustakaan nasional, sebagai penanda setiap terbitannya, dan dinaungi di bawah IKAPI sebagai lembaga yang ditunjuk pemerintah untuk mewadahi setiap penerbit di luar penerbit kampus. Penerbit di bawah IKAPI secara alamiah memilih jalur masing-masing sesuai passionnya dalam menerbitkan buku. Sebagai penulis, sebaiknya memahami ciri khas terbitan setiap penerbit. Tentunya bertujuan agar tulisannya sesuai dengan misi penerbit tersebut. 

Walaupun ada penerbit yang dapat menerbitkan segala tema di setiap terbitannya.  Penulis, dapat mengirimkan usulan dan proposal terlebih dahulu untuk menjajagi apakah jalur tulisannya sudah sesuai dengan visi dan misi penerbitan belum. Hal ini untuk menghemat waktu dan biaya dalam memersiapkan tulisannya.

Setiap penerbit, mempunyai SOP dalam memilah, memilih tulisan untuk dijadikan komoditas industri, dengan tujuan utama tentunya adalah terbitannya dapat terserap di pasar dengan cepat.
Penerbit mempunyai peta pasar yang dia rekam dari outlet2 nya, sehingga instink penerbitan yang telah lama bergelut di bidangnya akan semakin terasah.

Dari melihat judul, outline, dan siapa penulis, terkadang penerbit dapat memproyeksikan pasar buku yang menjadi sasarannya. Kunci pertama bagi penulis adalah pemilihan judul yang baik, pasar sasaran yang akan dituju, kemudian lakukan sedikit riset pesaing, sehingga dapat dengan gamblang ditawarkan ke penerbit.  Apalagi tema yang ditulis tersebut ternyata tema yang baru, perlu tambahan data riset kecil yang tidak gampang untuk memengaruhi penerbit

Penerbit lebih cenderung mencari tema yang secara data pemasaran sudah ada, sehingga gambling dalam membiayai penerbitannya memunyai risiko yang semakin kecil untuk tidak terserap di pasar. 

Kirimkan ke beberapa penerbit, apabila penulis belum berpengalaman bekerjasama dengan penerbit. Penerbit akan menyeleksi tulisan, dengan beberapa pertimbangan. Paling banyak porsi pemasaran sebagai pertimbangan utamanya. Berikan sedikit penjelasan pasar sasaran, dengan data-data angka akan lebih menarik.

Sebagai contoh, saat ini buku yang sangat dicari adalah buku tentang Covid-19. Cari secepatnya apa, bagaimana, virus tersebut. Apakah buku yang kita tulis betul-betul mempunyai manfaat pada pembaca?Penulis perintis effort awal lebih banyak, dan terkadang mempunyai risiko tidak laku juga besar. 

Penerbit akan sangat bergantung dari tawaran awal dalam proposal dalam menentukan penerbitannya. Poposal buku akan semakin sempurnya, jika penulis telah melakukan proses tulisan bukunya minimal 50% dari rencana keseluruhan. 

Supaya proses penyelesaian tulisannya tidak terlalu lama. Penerbit biasanya memberikan waktu yang beragam untuk menyelesaikan tulisan tersebut. Banyak penulis yang menebar proposal banyak, akan tetapi finishing tulisannya lambat. Hal ini akan menghambat proses produksi bukunya, sehingga terkadang penerbit akan memilih tulisan yang lebih dahulu selesai. Hal inilah diperlukan manajemen waktu penyelesaian tulisan penulis, supaya dapat segera diproses di penerbitannya. 

Proses penerbitan cukup panjang waktunya, dari administrasi penerbitan awal, editing, setting layout, desain cover, dan proses produksi. Tanpa ada antrian proses penerbitan buku memakan waktu antara 2 minggu hingga 1 bulan paling lama. Yang membuat lama adalah proses antrian, baik dari sisi penulis maupun beberapa bagian di penerbitan.

Pada proses administrasi penerbitan, yang perlu dipersiapkan adalah: Kelengkapan naskah, dari Judul-Sub Judul, Nama Pengarang, Kata Pengantar, Prakata, Daftar Isi, Bab, hingga Sinopsis. Penulis harus jeli melengkapi hal demikian, karena biasanya sebelum lengkap, proses selanjutnya tidak akan dijalankan. 

Proses editing, akan terbantukan dengan pengetahuan ejaan, pemilihan kata, kalimat, paragraf hingga hirarki bab yang baik dari penulis. Kelemahan penulis biasanya tidak clear saat menentukan hirarki bab, paragraf, kalimat, kata, dan pemilihan fontasi. Editor akan membantu hal tersebut, akan tetapi apabila penulis telah menata dengan baik, maka kerja editor akan lebih fokus ke dalam bagaimana memilih efektifan kalimat, dan struktur bab yang baik. 

Setting layout juga mempunyai peranan yang penting, karena menentukan ukuran buku, jumlah halaman, dan keindahan halaman per halaman. Titik krusial ada di sini, karena dengan pengaturan halaman yang baik, makan harga buku akan dapat efektif di tentukan. Harga buku yang menarik, akan cukup memengaruhi pembeli dalam memutuskan akan menikmati buku tersebut atau meninggalkannya. 

Desain cover, juga memunyai peranan strategis dalam sebuah buku. Apalagi tipikan pembeli buku di Indonesia adalah didasarkan dari keindahan dan seberapa menarik cover buku. Tipikan pembaca buku di Indonesia adalah, sight seeing, sehingga cover sangat penting sekali dalam pemasaran buku. Setiap penerbit mempunyai data juga bagaimana cover yang menarik, dan terbukti mendongkrak pemasaran. 

Saat proofing, penulis sebaiknya memberikan beberapa perbaikan ide untuk lebih memperkuat pasar buku yang ditulisnya. Kerjasama yang baik dari penulis, dan pengetahuan data dari penerbit akan dapat menentukan keberhasilan tulisan untuk terserap di pasar. Akan tetapi dari pengalaman kami, tidak ada buku Best Seller yang By Design. Artinya, banyak buku best seller di Indonesia, terkadang karena karunia semata.

Jadi jangan takut menawarkan tulisan Anda ke penerbit karena pada dasarnya penerbit juga trial and error dalam menerbitkan buknya. Hanya pengalaman, dan intuisi terkadang membantu untuk menghindari kerugian akibat terbitannya tidak laku di pasar. 

Demikian sebagian kecil pengetahuan saya, semoga dapat memberikan sedikit pengetahuan terhadap Bapak dan Ibu sekalian dalam mencoba memasukkan tulisannya ke penerbit- penerbit  di Indonesia. Silakan apabila ada pertanyaan dapat kita diskusikan. 

Itu tadi yang disampaikan oleh Pak Edi. Selanjutanya Mr. Bams menyampaian bahwa materi ini sangat luar biasa penjelasannya. Ini membuat kita semua ingin segera menari diatas keyboar biar apa yang ada didalam "benaknya" bisa jadi kalimat-kalimat yang menghasilkan royalti. 

Saatnya tanya jawab masih bersama Mr. Bams sebagai moderator. 

Pertanyaan 1 :
Assalamualaikum Wr.Wb. Selamat malam Mas Edi, Perkenalkan saya Supyanto dari Kota Bekasi, Mohon penjelasan ulang tentang kunci apa yang harus disiasati oleh penulis pemula, dalam melakukan tambahan data riset kecil yang berguna untuk memengaruhi penerbit agar mau menerbitkan buku tersebut?

Jawaban :
Riset pasar yang dilakukan pertama kali paling penting, siapa sasarannya. Buku sekolah pasarnya sangat besar sekali, di banding buku masak. Kemudian pesaing, buku dengan pasar besar pesaingnya banyak, nah ini perlu strategi pemosisian kedalaman materi. Apakah buku kita lengkap, atau hanya buku pengayaan. Perlu diputuskan segera, supaya tidak terjadi tabrakan materi buku dengan pesaing.

Pertanyaan 2 :
Selamat malam Mas Edi, semoga sehat selalu. Ada beberapa hal yang saya tanyakan.
1. Bagaimana kondisi bidang penerbitan sekarang selama masa pandemi ini?
2. Tadi dikatakan bahwa tulisan yang dibukukan adalah buah dari karya tulis, berarti seperti tesis, PTK dan penelitian2 yang telah dilakukan, dapat dibukukan? Dan apakah hasil penelitian juga ikut disertakan dalam isi buku tersebut?
3. Buku seperti apakah yang sebenarnya sangat laku diminati oleh pembaca saat ini?
Noralia Semarang

Jawaban 2 :
1. Ini kondisi sangat berat sekali. Perlu bapak ibu ketahui bahwa hampir 90 % outlet penerbitan sekarang tutup. Kampus dan sekoah tutup semua tidak ada aktifitas. Omzet kami betul-betul turun hingga ke titik nadir. Kami harus berjuang hingga 3 bulan ke depan untuk menanti masa panen di tahun ajaran baru.

Dalam 3 bulan ke depan merupakan titik hidup mati penerbitan, karena jika tidak dapat melewatinya, banyak sekali penerbit di bawah ikapi akan gulung tikar. Sementara pasar On Line di Indonesia belum tumbuh untuk pasar buku, sehingga kami haru menahan lapar sejenak untuk 3 bulan ke depan semoga pandemi ini akan reda.

2. Hasil penelitian, biasanya tergantung sekali dengan tujuan penelitian dan hasilnya. Pasar penelitian di Indonesia sangat kecil sekali, sehingga terkadang pasar yang di sasar adalah pasar captive market, atau pasar yang sudah memahami betul materi bahasan. Pasar ini disebut niche market atau pasar ceruk.

Buku yang terbukti masih laku di Toko Buku adalah rangking pertama adalah buku Anak, buku dongeng, cerita bergambar, komik. Kami sarankan buku yang mempunyai value bagus untuk pendidikan karakter. Kemudian buku, keagamaan, motivasi, dan buku sekolah

Pertanyaan 3
Selamat malam Pak Edy, manakah yang menjadi prioritas,  kualitas tulisan atau kehilangan kesempatan dari suatu peristiwa.? Tadi diuraikan penulis pertama tulisan kurang bagus tapi mendapat timing yg tepat, sedang penulis kedua tulisan bagus timing kalah.  Terima kasih Iin Kediri

Jawaban 3:
Prioritas pertama adalah peristiwa, hal ini kami tidak sengaja menemukan tulisan tentang Virus, saat corona di Wuhan bulan Desember 19 dan Januari 20, ada penulis kami yang telah melakukan riset tersebut. Dan buku kami yang best seller saat ini adalah buku Covid-19, walaupun tulisannya kualitasnya belum begitu sempurna.

Buku Laskar Pelangi, adalah buku terlaris di Indonesia, timing yang tepat saat itu adalah adanya Muktamar Muhammadiyah, dan buku itu meledak luar biasa dari mulut ke mulut awalnya, word of mouth.. ingat Muhammadiyah umatnya luarbiasa.. nah itulah target awal buku tersebut.

Pertanyaan 4 :
Omjay: Banyak penulis yang menebar proposal banyak, akan tetapi finishing tulisannya lambat. Hal ini akan menghambat proses produksi bukunya, sehingga terkadang penerbit akan memilih tulisan yang lebih dahulu selesai. Hal inilah diperlukan manajemen waktu penyelesaian tulisan penulis, supaya dapat segera diproses di penerbitannya.

Jawaban :
Strateginya, saat menulis proposal, materi buku harus sebaian besar telah tertuliskan baik dalam bentuk draft atau masih outline detail. Sehingga waktu penyelesain dari usulan ke naskah lengkap tidak terlalu lama, untuk mengejar momen. Usulkan beberapa bab yang telah di tulis sebagai tambahan informasi ke penerbit, sehingga penerbit akan tahu gaya tulis penulis

Pertanyaan 5
Adakah aturan dan tata letak penulisan untuk buku  bisa diterbitkan, atau pedoman penulisan buku yg dipersyaratkan oleh penerbit  Andi. Dari Rusmin (G8- 017) Kab. Barito Kuala KALSEL

Jawaban :
Aturan tata letak biasanya mengikuti aturan internal kami, dan untuk buku pendidikan mengikuti aturan-aturan yang ada disesuaikan dengan tingkat jenjang pendidikan.. Ada bebeapa aturan fontasi, jenis gambar, jenis illustrasi yang harus dipenuhi untuk terbitan buku pelajaran. Selain itu aturan tata letak biasanya diatur secara internal penerbitan, mengikuti tema buku yang diusulkan.
Penulis dapat memberikan kisi-kisi tata letak yang diinginkan, misalnya jenis huruf, kolom, text book, atau side note dan lain-lain. Kemudian akan diterjemahkan oleh desainer layout kami untuk disesuaikan dengan mesin-mesin cetak. Sebelum cetak, biasanya penulis akan diminta melakukan proofing materi, sebelum diproduksi massal.

Pertanyaan 6
Assalamualaikum mas Edi. Mau tanya, kalau kita mengirim 1 tulisan kebeberapa penerbit, terus tulisan itu juga diterima oleh beberapa penerbit. Bagaimana sebaiknya menyikapinys? Apa yg menjadi pertimbangannya? Terimakasih. Suheri. Tangerang

Jawaban 6
Aturan tata letak biasanya mengikuti aturan internal kami, dan untuk buku pendidikan mengikuti aturan-aturan yang ada disesuaikan dengan tingkat jenjang pendidikan.. Ada bebeapa aturan fontasi, jenis gambar, jenis illustrasi yang harus dipenuhi untuk terbitan buku pelajaran. Selain itu aturan tata letak biasanya diatur secara internal penerbitan, mengikuti tema buku yang diusulkan. Penulis dapat memberikan kisi-kisi tata letak yang diinginkan, misalnya jenis huruf, kolom, text book, atau side note dan lain-lain. Kemudian akan diterjemahkan oleh desainer layout kami untuk disesuaikan dengan mesin-mesin cetak. Sebelum cetak, biasanya penulis akan diminta melakukan proofing materi, sebelum diproduksi massal.

Pertanyaan 7
Assalamualaikum. Saya sangat terkesan dengan materi yang bapak sampaikan. Mohon ijin bertanya
1. Apa visi dan misinya dari pernerbit Andy Yogyakarta.sehingga kami bisa tau apa yang dimau oleh penerbit.
2. Apakah hanya buku yang sifatnya tranding Topic saja yang diterima. Bagaimana dengan buku abadi.
Terima kasih dan mohon maaf. Siti Fatimah Mojokerto

Jawaban 7
1. Kami penerbit buku pendidikan baik dari pendidikan dasar menengah hingga perguruan tinggi. Di samping itu kami juga menerbitkan buku umum, non politik dan non agama. Buku yang diterima adalah buku yang punya life cycle atau daur hidup yang panjang, karena akan menguntungkan di jangka yang amat panjang. Buku trnding topic, biasanya berumur pendek dan jarang sekali terjadi cetak ulang atau repeat order dari toko buku, sehingga cepat beralalu momennya. Buku kami yang abadi adalah buku referensi untuk perguruan tinggi, ada yang berumur 30 th masih bagus pasarnya.

Pertanyaan 8
Assalamualaikum. Mas Edi ikut nanya Mukminin Lamongan. Apakah penerbit Andi juga menerima naskah spt Antologi Kisah Inspiratif. Antologi cerpen,?
Kalau ya apa syaratnya. Terima kasih

Kelemahan antologi kisah inspiratif, atau antologi cerpen adalah pasar yang sangat kecil. Peminat buku seperti ini biasanya tergantung penulisnya, dalam arti komunitas penulis, lingkungan social medianya, sehingga market sasarannya menjadi kecil atau niche market. Tapi jangan berkecil hati, Raditya Dika awalnya dipandang sebelah mata oleh penerbit, karena beliau hanya nulis blog-blog yang tidak bermutu, tapi Fun buat generasi milenial. Awalnya pasarnya Niceh Market, akan tetapi berkembang social medianya karena followernya banyak.. akhirnya bukunya best seller semuanya, walaupun secara value naskahnya kurang bagus, tapi nilai pasarnya sangat besar.

Pertanyaan 9
Asalamualaikum selamat malam, terimakasih banyak buat penjelasannya yg luar biasa.perkenalkan nama sy,  Maya Trisia dari Lampung, ingin bertanya,  apakah naskah utk kategori motivasi,  yang dipadukan dg gambar, termasuk naskah yang bisa diterbitkan oleh penerbit Andi ? jika iya, bagaimana utk gambar nya? apakah tanggung jawab penulis utk design nya atau bs dpt bantuan dari penerbit?

Naskah Motivasi, termasuk naskah primadona, karena menghasilkan keuntungan yang luar biasa. Apalagi jika penulisnya rajin promosi karena motivator terkenal, bukunya bak kacang goreng. Buku motivasi, cukup menarik semua penerbit. Akan tetapi tergantung kreativitas penulis dalam memaparkan ide-idenya.

Buku motivasi yang baik pasarnya, memang melekat pada nama-nama terntentu di Indonesia. Dulu ada Mario Teguh, di mana bukunya luar biasa tanggapan pembacanya. Tung Desem Waringin, sangat fenomenal. Akan tetapi ternyata buku-buku motivasi tidak pernah surut terbitannya. Terbukti buku motivasi-motivasi berbasis agama, menjadi trend yang luar biasa. 

Kreativitas penulis menjadi tumpuan utama buku motivasi, sehingga jangan ragu-ragu brainstorming dengan pnerbit untuk menerbitkan buku motivasi di Indonesia. Cari peluang-peluang baru saat Pandemi Covid-19 yang memorak porandakan motivasi kita. ini lahan yang luar biasa untuk membuat buku motivasi.

Pemberian materi telah selesai. Pak Edi mengakhiri dengan berpesan jika ada yang ditanyakan bisa berkomunikasi dengan beliau dengan nomor  08112936864 atau email di edis.mulyanta@gmail.com. Doakan agar Penerbitnya tetap sehat. Amiin. 

Akhirnya Mr. BamS mengucapkan terima kaaih yang luar biasa. Mohon maaf kalau ada kekurangan
Sama-sama, mohon maaf apabila ada kesalahan baik sengaja atau tidak sengaja. Salam sehat selalu, jaga jarak, dan jaga kesehatan. 

Alhamduliah hari ini, 22 April 2020 kami para anggota kelas menulis bersama Omjay berjalan lancar. Ilmu yang sangat bermanfaat. Semoga bermanfaat pula untuk pembaca. Yuk...kita terbitkan buku kita di penerbit Andi Yogyakarta! Jika naskah kita bisa diterbitkan di penerbit mayor betapa bahagianya kita. Tanpa biaya sepeser pun kita keluarkan. Malah suatu saat kita akan menerima royalti. Mau? Mari segera bulatkan niat kita untuk menerbitkan buku.

Terima kasih Omjay dan Mr. Bams. Semoga membawa keberkahan. Salam literasi

Ambarawa, 22 April 2020