Kamis, 30 Juni 2022

Suatu Pagi di Pantai Pangandaran

 


Pagi sekali kami berempat sudah bangun karena kami akan ke pantai agar tidak kepanasan. Apalagi saat itu, pagi-pagi sekali seorang teman sudah memposting keindahan pantai. Kami pun rasanya tak sabar untuk turun ke lantai satu dan bersama-sama menuju pantai. Pantai pangandaran tak jauh dari hotel tempat kami menginap. Jalanan sepi pagi itu. Hanya beberapa toko yang sudah buka. Aneka pakaian batik, kaus terpajang di toko-toko menuju pantai. Sebenarnya pengen belanja tetapi kami memutuskan untuk belanja pas pulang dari pantai.

Kami berjalan beriringan sambil bersendau gurau. Kebersamaan yang indah. Kami, para ibu ini bisa sampai juga di bibir pantai. Ternyata para bapak sudah sampai juga di sini. Pemandangan indahnya pantai Pangandaran sudah di depan mata. Berwisata ke pantai tak ada bosannya. Deburan ombak menggetarkan hati. Birunya air benar-benar memukau. Ciptaa-Nya begitu indah.

Kami pun membaur dengan teman-teman lain. Di pantai Pangandaran ini banyak pemilik  perahu yang menawarkan untuk bisa naik. Beberapa teman naik perahu dengan penuh semangat. Saya dan beberapa teman lain memilih di bibir pantai untuk menikmatinya sambil mengambil gambar. Ya, biasalah emak-emak tak lepas dari berfoto ria dengan berbagai gaya. Inilah keseruan antara kami. Kebahagiaan benar-benar terasa di antara kami.

Sejenak kemudian kami tertarik dengan nasi pecel yang dijual oleh –oleh seorang ibu paruh baya. Ibu itu membawa bakul dengan pecel dan lauk bakwan. Air liur tergerak untuk membeli. Kami pun menikmati nasi pecel menggunakan wadah dari daun pisang. Seger deh saat perut belum terisi.  Selain pecel, Ibu e penjual juga jual ikan asin yang lumayan besar. Kalau beli ini harus ditawar ya teman-teman.


Tak terasa sudah lama kami menikmati pantai Pangandaran. Selanjutnya kami membersihkan kaki yang penuh dengan pasir di tempat yang tak jauh dari pantai dengan membayar dua ribu atau tiga ribu. Kami berjalan keluar dengan kaki bersih. Sepenjang jalan menuju hotel banyak toko yang sudah buka.

Di jalan kami sesekali berhenti untuk membeli sawo yang bagus bentuknya. Kami pun membeli dengan harga dua kilo 25 ribu. Lumayan murah deh. Tak lupa kami melihat-lihat di kios dan toko yang sudah buka. Tawar menawar tetap dilakukan agar tidak kemahalan. Alhamdulilah saya mendapatkan beberapa kaus untuk kenangan bahwa sudah singgah di pantai Pangandaran. Akhirnya kami masuk hotel untuk bersih-bersih, makan pagi dan melanjutkan perjalanan ke objek lain.

 

Ambarawa, 30 Juni 2022

#tulisan ke-21

#menulis blog tiap hari bersama omjay

 

Rabu, 29 Juni 2022

Eling Bening, Objek Wisata dengan View Rawa Pening





Masa pandemi sudah agak reda, objek wisata pun kini jadi incaran para pelancong yang ingin berekreasi. Objek wisata yang selalu ramai dikunjungi dan viral di Kabupaten Semarang adalah Eling Bening. Eling Bening yang berasal dari Jawa ini berarti eling : ingat, bening: jernih. 

Menurut pemilik objek wisata ini berharap bahwa saat pergi ke tempat ini, kita selalu ingat akan Tuhan dan hati pun jadi jernih. Benarkah ini?

Pukul 15.30 ada notifikasi dari teman kuliah waktu di IKIP Semarang yang mengabarkan bahwa ia berada di Eling Bening. 

[Sampai pukul berapa, Dik Tut?]

[Bersama keluarga atau teman sekolah?]tanyaku lewat WA

Dia pun menjawab bersama teman sekolah lama dan ini objek wisata terakhir. Karena kurang jelas, saya pun menelpon. 

Kira-kira pukul 16.00 saya diantar anak sampai ke Eling Bening. Tempat yang sudah beberapa kali saya kunjungi. Saya pun masuk objek sendiri dengan membayar karcis dua puluh lima ribu rupiah. Saya berjalan sambil mengabarkan jika saya sudah di Eling Bening.  

"Saya berada di bawah yang ada naganya," ucapnya dalam telepon. 

Saya berjalan sambil melihat tempat ini yang agak lama belum ke sini lagi. Tampak bangunan depan masih sama. Gedung putih bertingkat yang bertuliskan Eling Bening. Tempat parkiran juga penuh padahal tidak hari Minggu. 

Segera saya menuju tempat yang ada naganya lewat jalan depan toko oleh-oleh dan Musholla. Agak ke selatan ada gedung terbuka yang bisa untuk duduk-duduk. Selanjutnya saya sampai di dekat patung naga yang berada di bawah.

Sebuah perahu buatan dengan berbentuk naga putih berada di sebuah ketinggian. Di bawah ada tebing yang terjal. Wohh...serem. Sebuah pemandangan dengan view Rawa Pening amat menakjubkan. Dari kejauhan air Rawa Pening amat bening dengan berlatar gunung Merbabu. Benar-benar indah view dari Eling Bening.

Tak lama kemudian kami bertemu. Kami saling berpelukan. Teman kuliah saat di IKIP yang berasal dari Tegal ini adalah sahabat lama yang dulu seperti kakak beradik. Ke mana pun selalu bersamanya. Bisa klop deh.




Kami pun melepas kangen dengan  saling berbagi cerita. Tak terlewatkan kami saling berfoto ria di atas ketinggian sambil memandang indahnya pemandangan.

Selanjutnya saya dipertemukan dengan teman-temannya. Tak lupa saya mengabadikan tempat yang bagus. Banyak perubahan yang ada di Eling Bening ini. Ada kolam renang dengan birunya tampak dari tempatku duduk. Karena penasaran saya pun mendekati kolam yang berada di bawah. 

Selain kolam ini dulu ada juga yang berada di atas yang dekat dengan kursi -kursi apik yang berada di pelataran. Sayangnya saya tidak ke tempat itu. 

Kolam yang di bawah ini ternyata lebih luas dan dalam. Pemandangan dari sini tak kalah indahnya. Sambil berenang atau sekadar duduk-duduk kita bisa melihat pemandangan yang memukau dengan angin semilir. Saya hanya bisa mengabadikan dari jauh. Namun, rasanya ikut merasakan sejuknya sore itu. 

Sejurus mata memandang ada juga tempat bermain khusus anak-anak.  Ada ayunan dan lainnya yang asyik. 

Karena sudah sore jelang Magrib, rombongan akan segera pulang. Kami pun berpisah. Rombongan teman akan pulang ke Tegal. Saya pun pulang ke rumah dengan naik ojol. Alhamdulillah pertemuan yang singkat tetapi berkesan. 

Untuk menuju objek wisata ini mudah kok. Umpama  dari Semarang atau Solo kita menuju terminal Bawen. Selanjutnya menuju jalan ke Ambarawa. Sebelum sampai Ambarawa, teman-teman belok ke kiri menuju objek wisata Eling Bening. Kurang lebih lima ratus meter sudah sampai. Yuk ke objek ini bersama teman atau keluarga pasti seru. 

Ambarawa, 29 Juni 2022

#tulisan ke-20

#menulis blog bersama Omjay

#salam literasi 



Senin, 27 Juni 2022

Suatu Malam di Pantai Pangandaran




Menikmati keindahan pantai kala malam hari dengan deburan ombak benar-benar mengesankan. Apalagi sambil menikmati makan malam. 

Perjalanan dari hotel ke tempat tujuan membutuhkan waktu agak lama karena macet. Ya, banyak pelancong yang ingin berwisata setelah lama sekali vakum.

Sebuah rumah makan dengan lampu temaram kami masuki. Kami langsung duduk di rumah terbuka dengan bentuk yang apik. Sinar lampu hias berpendar. Suasana makin indah.  Bangku tertata rapi. Sepanjang pantai banyak sekali rumah makan yang berada. Kami berada di tengah. 

Makanan kecil telah tersaji di dus kecil. Sambil menikmati jajanan kami mendengar deburan ombak. Pantai yang berada tak jauh dari tempat makan kami tak begitu jelas karena hari telah malam. Namun, kami bisa menikmatinya dari jauh. 

Sejauh mata memandang, ada lantunan lagu dari  sebuah panggung terbuka di rumah makan sebelah. Syahdu terasa. 

Acara inti pun dimulai yaitu pelepasan guru yang akan pindah tugas dan yang purna. Alhamdulillah acara berjalan lancar dengan seuntai kata dari dari kepala sekolah dan guru yang purna atau pindah tugas. 

Makan malam dengan ikan pun siap disantap dengan lahapnya. Kami duduk saling berhadapan menikmati makan malam dengan penuh ceria dan kebahagiaan. Semoga persaudaraan tetap langgeng walaupun kami saling berpisah. Hati tetap bersatu. 

Malam makin larut, kami pun pulang dengan membawa kebahagiaan. Sampai di hotel kami beristirahat dengan nyenyak. 


Ungaran, 28 Juni 2022

#tulisan ke -19

#menulis tiap hari bersama Omjay 



Hotel Emerald Pangandaran

 


Setelah lelah dalam perjalanan sampailah kami di Pangandaran.  Suasana menuju hotel sangat padat sehingga macet tak terelakkan lagi. Namun, kami terobati dengan bagusnya hotel yang sudah di depan kami. Kami turun dari bus dengan suka cita. Hotel Emerald berada di jalan raya yang dekat dengan pantai Pangandaran. Di depan hotel banyak sekali yang berjualan aneka pakaian dengan ciri khas Pangandaran. 

Segera kami menuju lantai tiga dengan naik lif setengah mendapatkan kunci. Saya berempat dalam satu kamar. Ada Bu Nursih, Bu Walyati, Bu Noor. Kamar yang sangat mewah dengan tiga tempat tidur dengan sprei putih yang bersih. Di ujung kamar ada pintu keluar yang ada teras. Dari tempat ini kami bisa melihat lantai dasar yang ada kolam renangnya. Woh keren ya. Ada televisi yang siap diputar. Hotel yang benar-benar nyaman deh. 


Kami harus cepat-cepat bersih diri untuk acara makan malam sekaligus acara perpisahan dengan teman. Kamar mandi yang bersih yang dilengkapi dengan shower, toilet duduk. Tak ketinggalan ada  perlengkapan handuk dan sabun. Minuman pun sudah disediakan.  Makin komplet. 

Sesaat kami bingung untuk memutar air kran. Kami saling tanya karena tak bisa diputar dengan air hangat. Akhirnya teman kami bisa setelah diputar-putar. Hee maklum jarang pergi ke hotel.

Setelah badan bersih kami bersama-sama turun ke bawah lewat lift. Alhamdulillah kami sampai di bus lagi untuk menuju rumah makan yang berada di pinggir pantai. Duh rasanya ingin segera sampai di tempat tujuan. 

( Tunggu kelanjutannya ya teman-teman)

Ambarawa, 28 Juni 2022

#Tulisan ke-18 menulis blog bersama Omjay 


Purbasari Pancuran Mas Purbalingga




Setelah melakukan perjalanan dari pagi sampailah kami di objek wisata Purbasari Pancuran Mas Purbalingga. Sebuah objek wisata pertama kali kami kunjungi. Kami langsung turun untuk salat dhuhur terlebih dahulu. Setelah itu kami langsung menuju objek yaitu berupa aquarium besar. Kami foto bersama di depan objek. 

Awal masuk objek ada beberapa aquarium yang banyak ikannya kemudian aquarium besar. Berbagai ikan hias bisa kami lihat. Selanjutnya kami keluar. Ada terapi ikan. Banyak orang yang duduk di pinggir kolam sambil membiarkan kakinya tercelup di air. Ikan-ikan kecil akan menggigit -gigit kaki-kaki mereka. Sebenarnya ingin juga seperti mereka tetapi masih banyak yang terapi. 




Kami sepakat keluar ruangan. Sebuah taman dengan keindahan membuat kami berfoto ria. Inilah momen yang tak dilupakan. Sesaat kemudian kami menukarkan voucher dengan es crem dengan hanya membayar murah. 

Akhirnya kami keluar untuk kembali menuju bus untuk melanjutkan perjalanan. 

Ambarawa, 28 Juni 2022

#tulisan ke- 17 menulis blog bersama Omjay

#salam literasi 

Purbasari Pancuran Mas Purbalingga






Bukit Cinta Rawa Pening yang Memukau




Pernah membaca cerita tentang legenda Baru Klinting teman-teman? Kalau yang berdomisili di Kabupaten Semarang pasti tidak asing lagi dengan objek wisata Bukit Cinta Rawa Pening yang berkisah tentang Legenda Baru Klinting. Nah, bagi teman-teman yang belum berkunjung ke objek ini, yuk baca tulisan tentang berikut.

 

Kami saat itu bersama dengan Ibu-ibu PKK berkunjung ke sini untuk refresing. Walaupun dekat, ada juga yang belum ke sini. Apalagi setelah dibukanya kembali objek ini setelah dipugar. Objek ini kini tidak sepi lagi. Saat ini pun kini selalu ramai pengunjung.

Kurang lebih setengah jam  dari rumah, kami yang hanya terdiri sebelas orang sampai di objek wisata yang terkenal dengan wadernya ini. Objek ini berada di daerah Banyubiru, Kabupaten Semarang. Objek ini berada di pinggir jalan. Di depan objek ada gapura besar bertuliskan bukit Cinta Rawa Pening. Tempat parkir sudah banyak mobil. Sejenak saya lihat ada pagar yang atasnya berupa ukiran badan ular yang besar. Selanjutnya kami masuk untuk cuci tangan lalu cek suhu. Sementara seorang teman membeli karcis waktu itu per orang lima belas ribu. Kami pun masuk lewat pintu dengan menunjukkan karcis.

Pada awal objek ada ruang pamer ikan dengan bentuk kepala ikan besar yang membuka mulutnya. Kami tidak masuk hanya berfoto di depan ini. Selanjutnya kami naik di sebuah bukit yang tidak terlalu tinggi dengan jalan yang sudah rapi dengan kanan kiri pagar setinggi satu meter. Sampailah kami di sebuah pendopo yang lumayan luas yang berada di bukit paling atas. Pendopo berlantai keramik ini kami istirahat sebentar sambil berbincang-bincang dan makan siang. Di sekiling pendopo tumbuh beberapa pohon cemara menjulang tinggi. Semilir angin menyentuh tubuh sambil menikmati hidangan yang telah kami siapkan. Suasana sejuk dengan pemandangan yang indah.

Selanjutnya kami bersama-sama menikmati indahnya rawa pening. Objek ini jauh lebih tertata dan banyak perubahan. Rawa pun kini jernih hanya beberapa titik ada enceng gondok. Namun, beberapa teman mengatakan bahwa saat ini enceng gondok yang merupakan tumbuhan pengganggu ini sudah bersih dari rawa pening. Wah jadi kepingin ke sini lagi. Di depan kami kini ada sebuah spot foto dengan tulisan Gembok Cinta dengan besi putih berbentuk love. Ramai sekali orang ingin berfoto di objek ini. Kami pun berjalan lagi. Ada sebuah pelataran dengan atap cantik serta rumput hijau. Di ujung bangunan ini ada batas pagar. Hamparan rawa pening pun kami nikmati dengan selali berdecak kagum atas ciptaan-Nya.  Rawa yang jernih dengan perahu-perahu berjajar. Kalau ingin naik perahu  motor dengan harga 100 ribu untuk maksimal 4 orang. Kita bisa berkeliling rawa selama tiga puluh menit. Kami tidak naik karena ada yang takut.

Selanjutnya kami ke selatan. Jalan menurun sedikit ada sebuah jembatan indah dengan tiang-tiang cantik yang berjajar. Sejauh mata memandang air rawa yang jernih amat memukau. Indah menyejukkan mata. Spot ini amat bagus untuk pengambilan gambar. Jangan lupa ya untuk selalu memakai masker. Usai mengambil gambar kami naik ke atas untuk duduk-duduk di kursi yang cantik. Di sebelah utara ada juga tempat yang pas untuk anak-anak. Berbagai sarana tersedia. Mulai perosotan, ayunan, Jadi kala anak jenuh, bisa diajak di tempat ini.

Akhirnya kami pulang setelah membeli oleh-oleh. Usai keluar dari objek ada banyak kios yang menjual aneka hasil rawa yang sudah matang. Ada wader, udang, aneka keripik tahu yang enak rasanya. Yuk ke sini teman-teman. Jika teman-teman dari Semarang bisa lewat Ambarawa –Banyubirua atau dari Solo lewat jalur petigaan Jetis Salatiga-Banyubiru. Mudah banget untuk mencapai objek ini.

 

Ambarawa, 27 Juni 2022

#Tulisan ke-16 Menulis Blog bersama Omjay

#Salam Literasi

 

Kamis, 23 Juni 2022

Kota Lama Semarang yang Menawan

 




Asalamualaikum Teman-teman jumpa lagi edisi jalan-jalan dari saya. Kali ini  saya akan mengajak teman-teman ke kota lama Semarang. Sudah berapa kali teman-teman ke sana? Yuk kita bernostalgia di tempat yang terkenal dengan lumpianya.

Edisi jalan-jalan ini masih sama dengan teman lama. Biasa kalau reuni selalu ada jalan-jalannya. Kami yang kemarin saya ceritakan itu sebenarnya ke kota lama Semarang dulu sekaligus acara makan siang.

Kami bersama-sama dalam dua mobil menuju ke Kota Lama. Awalnya kami bertemu di Stasiun Tawang Semarang. Kami berasal dari berbagai daerah antara lain dari Tegal, Pekalongan, Purwokerto, Semarang dll. Cuaca saat itu cerah dan panas. Setelah parkir mobil kami menuju taman yang ada di tengah kota lama. Suasana lama sudah terasa. Dimulai dari bangunan lama yang nyaris tinggi, kokoh dengan tiang-tiang bagus. Kami berkumpul sesaat di taman lalu foto bersama. Selanjutnya kami memencar dengan teman-teman. Nanti akan diinfokan lagi kalau sudah jam makan. Panitia mencari tempat yang pas.

Saya pun duduk-duduk di sekitar taman sambil melihat sekeliling. Tampak ada pohon besar menaungi taman dengan nama Taman Sri Gunting. Bunga-bunga taman tampak indah. dengan rumput yang hijau. Banyak orang sekadar duduk-duduk sambil menikmati kota lama. Kami pun kaum ibu mengabadikan momen dengan naik becak hias dengan memberi jasa seikhlasnya. Setelah itu kami berjalan-jalan menyusuri jalan yang amat ramai.





Banyak pengunjung yang sedang berpose di spot tiang-tiang antik. Pilar-pilar dengan  lampu hias menjadikan tempat ini indah. Jalanan berpaving dan luas ini menjadikan enak untuk berjalan-jalan. Gedung-gedung tua dengan akar bergelantungan di depannya menjadi salah satu spot foto para pengunjung. Sepanjang jalan ada pilar-pilar kecil berantai serta ada kursi antic yang bisa untuk istirahat. Tampak juga gedung tua dengan bentuk yang unik makin menambah indahnya Kota Lama ini.

Hampir semua gedung bercat putih menjadikan kota lama makin megah. Rasanya ingin berlama-lama di sini. Namun, sudah ada informasi untuk makan bersama di rumah makan IBC ( Ikan Bakar Cianjur). Kami pun bersama menuju rumah makan ini. Perut pun sudah minta diisi.

Rumah makan yang berada di sekitar kota lama ini mudah ditemukan karena berada di pinggir jalan. Saya baru kali pertama ke sini. Di sebelah papan nama kami masuk. Kemudian ada gedung yang merupakan rumah makan tersendiri. Kami masuk bersama-sama. Tempatnya bersih dan rapi. Sebuah lukisan besar bergantung di dekat meja keramik coklat panjang. 

Di sini menu ditata sebelum dibawa ke meja pengunjung. Piring tertata rapi. Ada beberapa pramusaji berpakaian merah dengan berdandan cantik. Kami memasuki sebuah ruangan yang bernuasa kuno. Kursi tua berjajar di kanan kiri. Sebuah meja besar dengan aneka lauk sudah tertata rapi. Rupanya teman-teman pengurus sudah mengatur segalanya. Kami duduk melingkar dengan menikmati hidangan yang mewah.

Berbagai menu ada, mulai ayam goreng, ikan bumbu asam manis, asem-asem, urap, oseng-oseng, dll.  Semuanya istimewa. Nasi tersaji dalam wadah ketel yang biasa untuk nasi liwet. Lalapan pun ada dengan aneka sayuran. Minuman sesuai pesanan tersaji dengan menggiurkan. Alhamdulilah masih bisa menikmati rezeki dari Allah. Kami makan bersama dengan penuh canda tawa. Kebahagian tak terkira bisa satu meja dengan teman lama. Akhirnya kami keluar untuk melanjutkan perjalanan.

Okey, kawan bloger. Saya lanjutkan jalan-jalan hari berikutya. Salam Bloger

 

Ambarawa, 24 Juni 2022

#Tulisan ke-15

#Menulis Blog bersama Omjay

 

 

Indahnya Pantai Karang Jahe Rembang

 


Asalamualaikum teman-teman. Kali ini jalan-jalanku ke Pantai Karang Jahe Rembang yang kukunjungi beberapa waktu lalu bersama teman-teman kuliah. Jangan bosen ya?

Yuk ikuti, jangan lupa komen lho.

Usai menghadiri pernikahan anak teman di Rembang, kami yang berjumlah 15- an berkunjung ke objek wisata pantai Karang Jahe. Kami yang terdiri bapak dan ibu ini berasal dari berbagai kota. Ada yang dari Tegal, Pekalongan, Demak, Kudus, Boyolali, Ungaran, Purwokerto, dll. Demi merajut persaudaraan, kami berkumpul.

Pasukan merah ( karena kami semua memakai kaus merah) sudah sampai di pantai siang hari setelah perjalanan satu jam dari Lasem. Cuaca masih panas. Namun tak menyurutkan niat kami untuk bergembira bersama.

Tempat parkir mobil penuh. Lalu lalang menuju objek juga ramai. Kami berjalan bersamaan menuju satu tempat. Pantai pun amat ramai. Ombak bergulung-gulung memecah pantai. Deburan ombak terdengar jelas.  Tampak lalu lalang orang naik kereta atau odong-odong.  Kami pun bersama naik kendaraan yang sudah dimodifikasi ini. Satu orang bayarnya sepuluh ribu. Odong-odong berjalan ke barat  menyusuri bibir pantai. Kami pun bahagia layaknya anak kecil. Hembusan angin laut menyibakkan kerudung kami. 





Usai naik odong-odong yang bagus ini kami bersama menikmati keindahan pantai dengan berjalan di atas jalan kayu yang  menjorok ke lautan. Gak panjang juga. Pas untuk mengambil gambar. Kami berjalan pelan-pelan. Hanya sesaat saja sambil memandang jauh pantai yang indah. Sejuk terasa, kebahagiaan tercipta.

Pantai memang menjadikan kami fresh sejenak setelah kami berjibaku dengan pekerjaan sebagai guru. Oh ya, kami yang semuanya guru SMP ini adalah satu kelas saat sama-sama kuliah diploma di IKIP N Semarang yang saat ini sudah berganti nama Unnes.

Selanjutnya kami menepi untuk berkumpul di bawah pohon pinus yang tak jauh dari pantai. Dari tempat lesehan ini kami tetap bisa menikmati keindahan pantai. Angin semilir menyentuh tubuh. Kami bersama menikmati kelapa muda untuk menghilangkan haus. Kebersamaan yang indah ini membuat kami bahagia. Rasanya ingin berlama-lama.

Sesaat kami istirahat, beberapa pemilik kendaraan bermotor menawarkan kami untuk di sewa. Akhirnya saya, dan mbak Rom menyewa sepeda motor yang bannya besar itu namanay kok lupa. Teman saya Pak Waluyo yang nyetir. Kendaraan roda dua dengan ban besar meluncur ke barat. Tawa bersama kami bertiga. Eh beberapa teman ada juga yang sewa. Kami saling sapa dengan tawa ria menyusuri pantai dengan bahagia.

Kami pun berekendara bertiga sampai ujung barat. Kami sejenak turun untuk melepas lelah sambil menggambil gambar. Beberapa menit kemudian naik bersama lagi sampai ke ujung timur. Banyak pemuda yang sedang berfoto di tulisan love yang besar. Setelah itu kami balik lagi ke tempat awal. Rasanya hati ini senang setelah menikmati keindahan alam ini. Kami pun memutuskan untuk pulang. Oh ya, di sekitar objek ini banyak pedagang yang menjual hasil laut, Ikan asin, terasi, udang, teri yang telah di kemas dalam platik. Banyak juga penjual oleh-oleh lain khas Rembang. Kaus aneka jenis juga dijual. Kita bisa membelinya untuk oleh-oleh keluarga.

Okey, sampai di sini jalan-jalanku. Sampai jumpa pada jalan-jalan berikutnya.

Salam literasi

Ambarawa, 23 Juni 2022

#tulisan ke- 14 Menulis blog bersama Omjay.

Rabu, 22 Juni 2022

Menikmati Udara Sejuk di Pondok Makan Bukit Alam Bandungan



Pagi itu cuaca sangat cerah. Saya dan suami sudah bersiap-siap menuju bukit Alam yang berada di Bandungan. Tempat wisata baru yang belum pernah saya kunjungi. Tentu saja amat senang diberi undangan halal-bihalal sekaligus berwisata ( maaf ini cerita lama)

Perjalanan dari rumah menuju tempat acara kurang lebih tiga puluh menit. Bandungan merupakan daerah yang hampir saya lewati setiap hari karena lewat desa ini untuk  menuju sekolah tempat mengajar. Namun, semenjak pindah tugas, Bandungan sudah berubah wajah. 

Kembali ke cerita ke Bukit Alam Bandungan. Setelah melewati pertigaan Bandungan kami belok kiri ke arah Sumowono.  Hanya beberapa menit sampailah di jalan menuju objek. Ada jalan yang tidak terlalu luas untuk menuju objek. Bersebelahan dengan hotel Nuwis Bandungan. Kami masuk beberapa meter. Sampailah di objek yang kami tuju. Segera suami memarkir sepeda motor. Suasana sepi waktu itu. 

Hanya beberapa mobil menempati parkiran. Mungkin masih pagi. Saya berdiri sambil mata mengitari sekitar. 

"Oh ini to Bukit Alam, bagus juga," gumamku sambil mengambil gambar. Sebuah hamparan rumput hijau yang lumayan luas di sebuah tanah agak berbukit. Ada banyak gazebo berdiri berjauhan. Kemudian di pojok utara ada rumah kecil untuk pesan makanan.

Baru saja mau bertanya tempat acara, ada seorang pemuda yang menyampaikan kalau acara halalbihalal berada di atas.

"Bapak naik sedikit kemudian belok ke kiri!" ucap pemuda berkaos hitam dengan  ramah. Tangannya menunjuk ke arah atas. Kami mengangguk dan mengucapkan terima kasih. Selanjutnya kami naik motor lagi untuk naik ke atas. 

Sampai di atas sudah banyak mobil, sepeda motor  yang parkir. Banyak teman yang sudah datang. Kami bersama-sama menuju ruang pertemuan dengan bangunan terbuka. Alunan musik mengalun merdu. Kami disambut dengan ramah oleh teman-teman lama. 

Kami amat bahagia bisa bertemu dengan teman lama. Canda tawa mengiringi perjumpaan kami. Saat acara belum berlangsung, saya mulai mengamati objek wisata ini. Di depan gedung yang akan digunakan untuk acara  ini ada kolam renang yang airnya jernih. Saat itu tidak ada yang berenang. Tampaknya kolam ini khusus untuk anak-anak. 

Berdasarkan pengamatan tempat ini untuk bersantai beserta keluarga dengan menikmati keindahan alam sambil makan. Bisa juga untuk berkemah karena tempatnya luas. 

Acara halalbihalal berjalan lancar. Kami makan bersama dengan menu ikan bakar. Enak banget dengan sambal terasi. Ada lalapan serta menu lainnya seperti tempe mendoan yang mengundang selera. 

Jadi tempat ini bisa digunakan untuk acara keluarga atau acara lainnya yang dapat menampung kurang lebih lima puluhan. Kami duduk lesehan agar mudah saling komunikasi. Sedangkan di pinggir ruang ada meja besar untuk tempat makanan. 

Alunan musik makin asyik dengan lagu-lagu merdu. Namun, sayangnya hujan turun dengan derasnya. Awalnya mau berjalan -jalan tetapi tidak bisa. Ya sudah kami hanya melihat-lihat suasana. 

Di gedung pertemuan ini ada tempat cuci tangan, ada kamar kecil juga. Hujan reda kami pun pulang karena sudah siang. Kami urung berjalan -jalan karena cuaca tidak mendukung. 

Beberapa waktu lalu saya membuka YouTube tentang objek wisata ini, ternyata ada tempat air terjunnya. Tempat ini bisa dikatakan tempat makan yang rekomended deh. Tempatnya luas banget dengan taman yang indah. Untuk masuk objek wisata ini tidak bayar karena ini pas untuk makan dengan hawanya yang sejuk.  

Menu makan juga tidak terlalu mahal banget. Tinggal pilih sesuai menu makan. 

Jika teman-teman ke Bandungan bisa banget makan siang di sini. Menikmati makan bersama keluarga amat pas untuk refreshing setelah jenuh dengan pekerjaan.  

Ambarawa, 22 Juni 2022

#Tulisan ke -13

#menulis blog bersama Omjay

#salam literasi 





Selasa, 21 Juni 2022

Wisata Keluarga Cimory On The Valley Kab. Semarang

 



Beberapa bulan lalu, saat lebaran kami berwisata ke Cimory On The Valley yang tak jauh dari rumah kami. Objek wisata ini merupakan salah satu destinasi yang amat ramai dikunjungi. Walaupun dekat, baru kali ini saya dan keluarga bisa berkunjung ke objek wisata yang pas untuk keluarga. 

Kami memutuskan objek wisata ini karena  ada edukasi anak-anak. Kami pun sepakat untuk mengunjunginya. Mumpung anak cucu berkumpul. Setelah sekian lama tak bisa mudik kini anak-cucu bisa komplet berkumpul. Rasa syukur tak terhingga.

Cuaca sangat panas ketika kami bersama keluarga komplet keluar rumah. Jalanan juga macet apalagi saat itu masih lebaran. Dua mobil meluncur dengan pelan-pelan. 

Tak lama kemudian kami sampai di Cimory yang terletak di jalan utama Solo-Semarang. Di depan objek ada patung sapi yang merupakan icon cimory. Tampak mobil penuh di parkiran. Awalnya ragu bisa tidak. Namun, ketika kami akan masuk petugas parkir memberi jalan. Alhamdulillah berarti masih bisa masuk objek. 

Parkiran berada di samping agak bawah. Segera kami memarkir mobil di tempat yang agak tidak panas. Selanjutnya kami berjalan bersamaan menuju pintu masuk. Ada alat cek suhu yang harus kami lalui. Usai cek suhu kami masuk dengan jalan agak menanjak. Segera kami membeli tiket masuk. Harga tiket per orang tiga puluh lima ribu. Anak membeli tiket.  Anak kecil juga harus bayar sendiri. Alhamdulillah sudah dapat tiket dengan bonus minuman Cimory, susu yang sudah difermentasi. 



Selanjutnya kami berjalan. Kurang yang  berjumlah 13 orang berjalan beriringan. Ada dua cucu yang ikut serta. Keponakan dua. Komplet deh.

Objek yang pertama adalah kebun binatang. Aneka hewan ada dalam kandang angsa putih yang bersih yang berada di bawah pohon. Suasana di tempat ini sejuk. Banyak tanaman tumbuh subur. Selanjutnya kami berjalan terus. Ada binatang ular dan buaya dalam kandang. Cucu yang berumur 4,5 tahun kami perkenalkan dengan binatang-binatang yang ada. Asyik lho. Banyak anak-anak lain yang mendekati binatang. Ada yang takut. Selanjutnya kami turun. Ada burung yang beterbangan di area hamparan rumput hijau. Beberapa rumah kecil di sela-sela rerumputan. 

Yang menarik ada pesulap yang menghampiri anak-anak. Tak terkecuali cucu. Kemudian anak-anak membeli balon. 

Agak ke timur ada Horse Station, Morys Farm. Kami hanya melihat-lihat saja. Ada kereta kecil untuk bisa berkeliling objek untuk bisa melihat binatang yang berada di sekitarnya. Oh ya...cucu minta naik kendaraan bermesin yang kecil.  Ayahnya menemaninya. Seru deh. 

Rasanya agak lelah karena cuaca panas. Tempat yang kami lalui juga lumayan luas. Kami menyudahi lalu beralih ke atas untuk keluar dari area ini lalu beli es crem. Wah... segar sekali kala es crem sudah siap disantap. Tenggorokan tak kering lagi.

Beberapa menit kemudian kami memasuki objek lain yang bagus yaitu Mini Mania. Objek ini sudah satu paket dengan tadi. Jadi kami tinggal masuk saja. Ada beberapa caping bergantung di pojok sebelum masuk. Kami pun memakai caping. Cuaca memang panas. Namun, hati tetap ingin tahu objek yang belum pernah kami lihat. 

Bangunan - bangunan miniatur berdiri tegak di beberapa sudut. Ada patung Liberti, Menara Eiffel, Borobudur dll. Semuanya tampak indah di sela-sela taman. Kami pun mengabadikan momen. Namun, cuaca panas sehingga kami tak berlama-lama. Selanjutnya kami keluar area ini untuk menuju restoran untuk makan bersama yang sudah dipesan oleh anak kami kedua. 

Kami berjalan keluar lewat toko cenderamata juga aneka oleh-oleh. Suasana di ruangan terbuka benar-benar full. Semua sedang menikmati masakan yang lezat. Perut pun jadi keroncongan. Tampak dua anak kami sudah berada di meja paling utara. Meja memanjang dengan aneka makan dan minum tertata rapi dan cantik. 




"Woh banyak sekali ini," ucapku sambil menelan air liur. Makanan dengan aneka jenis kami nikmati dengan penuh kegembiraan. Bersyukur bisa makan bersama satu meja dengan komplet. Inilah kebahagiaan yang tak terlupakan. 

Kami pun pulang dengan sejuta kenangan dan kebahagiaan. Alhamdulillah, bersyukur sekali atas nikmat Allah yang diberikan pada kami. 

Teman-teman, objek wisata ini cocok untuk dikunjungi bersama keluarga. Taman edukasi bagi anak-anak mudah sekali dijangkau. Berada di sebelah kanan jalan raya Solo- Semarang. Kalau dari Semarang berada di sebelah kiri setelah kota Ungaran. Selamat berwisata ria bersama keluarga.

Ambarawa, 21 Juni 2022

#tulisan ke-12 menulis blog bersama Omjay

#salam literasi 

 

Minggu, 19 Juni 2022

Berbasah Ria di Pantai Sadranan Yogyakarta

 



Pergi ke pantai rasanya tak akan bosan. Usai dari Heha Ocean beberapa waktu lalu, kami, rombongan keluarga SMPN 1 Sumowono beserta para alumni guru SMP N 1 Sumowono berkesempatan pergi ke Pantai Sadranan Yogyakarta. Alhamdulillah saya  berwisata sambil bernostalgia.

Sampai di area parkir kira-kira pukul 14.00. Kami diberi kesempatan di pantai sampai pukul 16.00. Beriringan saya berjalan dengan kaum ibu. Sepanjang perjalanan yang tidak terlalu jauh banyak sekali pedagang yang berjualan di kios-kios kecil. Mulai dari pakaian batik, aneka makanan khas Yogyakarta tersedia. Begitu juga dengan makanan seafood yang sudah matang banyak dijual. Kami terus berjalan mendekati bibir pantai.  Suasana amat ramai ketika saya dan rombongan sampai di pantai Sadranan. 

"Subhanallah indahnya ciptaan Allah," gumamku tiada henti.  

"Yuk jalan ke timur saja," ajak teman.

Kami berjalan pelan-pelan di atas pasir dengan hati-hati. Sandal sudah kami lepas. Dengan bertelanjang kaki, jalan lebih enak. Sejauh memandang laut begitu luas dan biru. Deburan ombak terdengar begitu indah. Tampak para remaja sedang bercengkrama dengan air yang jernih. Kadang diselingi tawa ria. Baju basah pun tak terelakkan. Di pantai Sadranan ini banyak juga yang memakai alat untuk menyelam ( snorkeling). Kita bisa melihat keindahan terumbu karang di kedalaman laut. Namun, kami tidak ikutan itu. Wah perlu uji nyali nih. 

Sejenak kami berfoto ria dengan latar pantai. Berbagai gaya kami lakukan saat pengambilan gambar. Tangan terbentang, berloncatan dan bersentuhan dengan air menjadi  bagian saat di pantai. 

Air pasang surut dengan ombak kecil menjadikan kami tak lepas dari sentuhan air. Saling ciprat air dimulai. Otomatis kami menjadi basah. Seru banget suasana saat itu. Bercanda ria dengan air. Yang lebih seru seorang teman mulai menarik teman lain untuk lebih dekat dengan air pantai. Mau tak mau semua berbasah ria. 

Baju pun basah semua. Tak terelakkan saya pun ikut membaur dengan teman-teman lama. Selain itu kami pun duduk-duduk di pasir pun tak ragu lagi. Pasir yang lembut  menyatu dengan kami. 

Kebahagiaan yang tak terlupakan.  Baju sekujur tubuh basah semua. Kebersamaan yang benar-benar indah. Alhamdulillah bisa menikmati keindahan alam ciptaan-Nya.

Karena sudah pukul 16.00 kami memutuskan untuk kembali ke bus. Kami berjalan bersamaan dengan tawa ria. Selanjutnya kami mandi di tempat yang ada di dekat parkir bus. Tubuh segar dan bersih kembali. 

Kami pun melanjutkan perjalanan. Tak lama kemudian kami sampai sebuah rumah makan. Kami makan bersama dengan perasaan bahagia. Rumah makan mewah Grafika daerah Prambanan siap membuat kami kenyang dengan menu istimewa.  Terima kasih keluarga besar SMPN 1 Sumowono. Semoga persaudaraan kita makin erat. Aamiin. 


Ambarawa, 20 Juni 2022

#Tulisan blog ke -11 menulis setiap hari bersama Omjay

#salam literasi








Menikmati Perjalanan dari Karawang ke Ambarawa

 Oleh : Budiyanti

Usai menghadiri acara pesta pernikahan keponakan, rombongan kami menuju penginapan untuk pulang. Saya dan suami tidak ikut rombongan semula. Kami sepakat pulang ke Ambarawa bersama anak kami yang tadi mengikuti acara perhelatan di rumah resto daerah Karawang.

Rombongan yang menggunakan mobil sudah lebih dulu berangkat karena masih mampir di rumah sang pengantin. Kami berempat berangkat beberapa waktu kemudian. Kurang lebih pukul 16.00 kami keluar dari penginapan setelah menyerahkan kunci. 

Kali ini yang menyetir anak.  Istrinya di sampingnya. Saya dan suami di belakang. Seorang istri di sampingnya karena harus menemani untuk tidak tidur dan tentu saja membantu masalah minum dan jajanan agar tidak mengantuk. 

Azan magrib berkumandang ketika mobil berhenti. Sesaat kemudian saat tersadar. Ternyata saya tidur setelah seharian mengikuti acara demi acara pernikahan. 

"Lho sampai mana nih?" Saya berusaha membuka mata sambil bertanya. Dari kaca jendela terlihat ada rintik hujan. 

"Rest area Buk, magriban dulu," ucap anak Lanang pelan sambil melenturkan badan. Mungkin lelah. Kami bergantian salat. 

Segera saya dan suami menuju masjid yang tidak jauh dari tempat parkir mobil. Tanah basah sehingga saya cari yang kering. Saya langsung naik tangga untuk menuju masjid. Sandal saya letakkan di rak yang sudah banyak sandal maupun sepatu. 

Lantai keramik putih basah mungkin usai hujan deras. Saya berusaha berjalan pelan-pelan takut terpeleset. Pelataran masjid ramai. Rupanya itu tempat salat kaum wanita. Saya mencari tempat wudhu wanita. Sedangkan suami sudah masuk masjid. 

Saya berdiri sejenak di belakang tempat salat para wanita. Ruangan yang tidak terlalu luas ini benar-benar penuh para wanita untuk salat.   Saya menunggu di luar. Beberapa menit kemudian sudah ada celah untuk salat yang berada di urutan depan. Segera saya melaksanakan mengqodho magrib dan isya. 

Usai salat, suami sudah menjemput pakai payung. Alhamdulillah sampai mobil tidak kehujanan. Anak juga sudah salat. Kami belum begitu lapar sehingga kali ini tidak mampir di rumah makan. Makanan kecil dan minuman juga kami beli beberapa waktu sebelum masuk jalan tol. 

Selanjutnya kami melanjutkan perjalanan. Yang nyetir masih anak. Saya berusaha tidur dalam perjalanan. Hujan turun lagi. Video pun diputar dengan acara sepakbola. Cara ini untuk menghilangkan ngantuk. Ya memang tidak boleh mengantuk saat menyetir mobil. Si istri berulang kali ngobrol dengan suaminya yang sedang nyetir. Jajanan dan minuman selalu disodorkan. 

Rasa kantukku mulai terasa, tak terasa sudah agak malam. 

"Nanti istirahat dulu di rest area ya, Mas Galih," ucapku dengan menahan kantuk.

Mobil berhenti di rest area daerah Batang kira-kira pukul 22.00. Saya buka mata sambil melihat sekeliling. Layaknya sore hari, suasana malam amat ramai. Banyak bus wisata yang parkir. Di belakangnya ada pertokoan yang lampunya terang benderang. Lalu lalang  orang juga banyak. 

Segera saya dan suami mencari tempat toilet. Kaki agak kaku untuk berjalan. Mungkin karena duduk begitu lama di mobil. 

Di seberang pertokoan ada gedung dengan tulisan besar

 _Toilet Gratis_ . Inilah kebijakan baru bahwa di toilet umum tidak dikenakan bayar sepeser pun. 

Rasanya lega setelah buang air kecil. Toilet juga jumlahnya banyak dan bersih. 

Lapar terasa, saya dan suami berjalan di depan pujasera. Tempat para pedagang berjualan aneka makan. Kios-kios kecil berjajar dengan aneka jualan. 

Belum sampai beberapa menit, banyak mbak-mbak dan mas-mas muda menawarkan menu makan.

"Silakan mau makan apa Bu, ada nasi goreng, soto, bakso!" 

Lainnya juga menawarkan dengan menyodorkan menu makan dan minum dalam lembaran kertas yang sudah dipres. 

Sesaat saya bingung mau memilih menu apa. Yang ada dalam hati adalah menu yang segar. 

Akhirnya kami duduk di bangku depan kios nomor dua. Kami sepakat pesan nasi soto dan teh hangat. Menu tersebut sudah ada harganya. Soto dan lainnya rata-rata harganya tiga puluh ribu. Hem mahal juga. Kalau minuman rata-rata 7 ribu sampai sepuluh ribu. Tak apalah harga segitu, memberi rezeki orang lain. Sampai saya selesai belum ada pembeli lainnya.



Perut kenyang, walaupun rasa soto kurang sesuai dengan hati. Ya, lumayan perut terisi. Kami pun menuju mobil untuk melanjutkan perjalanan. Suami gantian yang nyetir. Otomatis saya duduk di depan. Sabuk pengaman sudah melekat di tubuh. Perlahan kami keluar dari rest area. Musik pun mulai kami putar. Lagu kenangan nostalgia pun mengalun merdu mengiringi perjalanan. Kami berusaha tidak tidur. Cemilan dan minuman masih ada. 

Perjalanan malam kami nikmati. Kerlip lampu tampak di depan mata. Sepi dan dingin terasa. Kami ngobrol sana-sini sambil mendengarkan musik. Alhamdulillah sampai Ambarawa tengah malam. Pukul 01.00 kami sampai di rumah dengan selamat. Perjalanan malam penuh kenangan. 

Ambarawa, 19 Juni 2022

Tulisan ke-10. Menulis blog bersama Omjay