Jumat, 17 Juni 2022

Menikmati Perjalanan ke Karawang


Oleh : Budiyanti







Malam sebelum perjalanan hari Jumat, segala persiapan saya lakukan.

"Ayo Pak. Segera siap-siap apa saja yang dibawa!" ajak saya pada suami. 

"Ya, gampang," jawab suami. 

Untuk acara melaksanakan perjalanan jauh dan persiapan menghadiri pernikahan keponakan, kami harus mempersiapkan sungguh-sungguh. Jangan sampai ada yang tertinggal. 

Saya pun mempersiapkan yang harus saya bawa. Mulai tas besar sudah saya siapkan. Kemudian baju seragam dua stel beserta kerudung saya tata. Baju tidur, baju untuk pulang dan daleman saya siapkan. Kerudung dan mukena pun harus disiapkan. Tak lupa perlengkapan mandi dan make up. Semua tertata di atas kasur. Selanjutnya saya tata di tas besar.

"Kerudung untuk ibu-ibu sudah?" tanya suami.

" Siap, ini bros juga," ucapku. 

Kemudian segala yang sudah ditata saya masukkan di tas besar. Tas kecil untuk mukena dan sandal serta minuman. 

Alhamdulillah sudah siap. Besok tinggal berangkat. Pagi pukul enam kami dari Ambarawa meluncur dengan grap menuju terminal Bawen. Alhamdulillah kami diantar masuk terminal dan langsung dapat bus jurusan Solo. 

Kami duduk berdua pada baris ke empat. Alhamdulillah nyaman. Barang bawaan sudah di bagasi.  Bus meluncur dengan lancar. Menikmati keindahan jalanan dengan bus. Hal yang lama tidak kami lakukan. Banyak hal bisa kami lihat. Tentang anak kecil sibuk main HP. Melihat orang-orang naik bus. Pedagang asongan naik turun.  

Karena belum sarapan, kami beli arem-arem dan tahu goreng. 

Alhamdulillah kami dijemput Adik di Teras Boyolali. Sampai Pengging Boyolali pukul 08.00. Beberapa menit kemudian saudara lain datang. Setelah sarapan pagi kami berangkat bersama menggunakan mobil yang lumayan besar. Kurang lebih 20 orang yang ada dalam mobil. 

Kami mulai perjalanan  dengan perasaan bahagia. Doa  dipimpin Ibu Nyai. Kami berdoa bersama dan diharapkan untuk bersholawat selama dalam perjalanan. Kebersamaan yang indah karena jarang sekali saya dalam satu mobil bisa bersama mbak-mbak lain. 

Sambil bercerita, satu persatu makanan keluar dan dibagikan. Pertama, pisang godok kami bagikan. Beberapa menit lagi ada makanan lain yang menemani perjalanan sebelum makan siang. Ada lumpia,  arem-arem, lapis. Perut pun kenyang deh. Lagu lama pun menjadi bagian dari perjalanan kami. 

Jalanan tol yang tidak terlalu ramai kami lewati. Kami pun sampai di masjid Pekalongan untuk Jumatan bagi bapak-bapak. Sedangkan ibu-ibu langsung menuju tempat wudhu. Tampak masjid megah menjulang tinggi. Mobil parkir juga penuh. Di samping masjid yang berada di tepi jalan raya ini ada kios-kios batik khas Pekalongan. Kami hanya melihat dari jauh. Sesaat kemudian kami salat dhuhur dighosor asar. 

Selanjutnya kami melanjutkan perjalanan. Rest area di Tegal kami berhenti untuk makan bersama. Rest area yang masih baru ini tampak belum selesai dibangun. Alhamdulillah ada tempat kosong yang bisa kami gunakan untuk makan bersama. Pada saat itu kami agak ragu untuk gunakan tempat itu karena sebelahnya warung makanan. Namun, banyak menyetujui tempat itu. Makan bersama pun amat menyenangkan. Bebek goreng, sambel dan lalapan menjadikan makan siang begitu nikmat. Alhamdulillah kami benar-benar makan dengan lahapnya. Di sela-sela makan ada dua pemuda mendekati kami. Sejenak kami kaget.

"Bapak ibu mohon maaf, apakah kami boleh mengambil gambar untuk laporan atasan kami?" tanya seorang denganpemuda sopan dan ramah.

Kami pun jadi tenang karena saya pikir orang yang menegur kami.

"Ya, ya silakan!" jawab kami serentak. Kami pun jadi tenang. Mbak Sus dan Mas Koco bukan hanya memperbolehkan mengambil foto. Beliau berdua menawarkan makan bersama. Kemudian kami berbagi nasi plus lauk kepada mereka.

"Kalau ada yang lain ajak kemari untuk makan!" ajak Mas Koco. Akhirnya ada tiga orang kami beri makan dan minum. Mereka mengucapkan terima kasih. Kami izin untuk makan di sini.

Selanjutnya kami melanjutkan perjalanan. Jelang magrib kami turun di masjid Cipali. Kami pun salat berjamaah. Perjalanan selanjutnya berjalan lancar.  Kurang lebih pukul 20.00 kami sampai di penginapan daerah Kerawang. Syukur Alhamdulillah bisa sampai dengan selamat. 

Selanjutnya kami bersih-bersih , mandi lalu istirahat sambil ngobrol dengan saudara. Tawa, canda  bersama karena lama tak jumpa. Tak terasa sudah pukul 24.00. Kami pun memutuskan untuk tidur. 


Kerawang, 18 Juni 2022

#tulisan ke-9 menulis blog bersama Omjay

#salam literasi





6 komentar:

  1. Perjalanan yang melelahkan.. namun menyenangkan pastinya ya, Bun

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya Bu. Lelah tapi happy. Salam literasi Bu Vanice

      Hapus
  2. Terima kasih Bu Budi sudah berbagi kisah yang menarik (Guru Dion Indonesia)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Pak Dion sudah berkenan mampir di blog saya

      Hapus
  3. Perjalanan yang sangat menyenangkan

    BalasHapus
  4. Alhamdulillah Bu. Terima kasih. Salam literasi Bu Mutmainah

    BalasHapus