Kamis, 23 Juni 2022

Kota Lama Semarang yang Menawan

 




Asalamualaikum Teman-teman jumpa lagi edisi jalan-jalan dari saya. Kali ini  saya akan mengajak teman-teman ke kota lama Semarang. Sudah berapa kali teman-teman ke sana? Yuk kita bernostalgia di tempat yang terkenal dengan lumpianya.

Edisi jalan-jalan ini masih sama dengan teman lama. Biasa kalau reuni selalu ada jalan-jalannya. Kami yang kemarin saya ceritakan itu sebenarnya ke kota lama Semarang dulu sekaligus acara makan siang.

Kami bersama-sama dalam dua mobil menuju ke Kota Lama. Awalnya kami bertemu di Stasiun Tawang Semarang. Kami berasal dari berbagai daerah antara lain dari Tegal, Pekalongan, Purwokerto, Semarang dll. Cuaca saat itu cerah dan panas. Setelah parkir mobil kami menuju taman yang ada di tengah kota lama. Suasana lama sudah terasa. Dimulai dari bangunan lama yang nyaris tinggi, kokoh dengan tiang-tiang bagus. Kami berkumpul sesaat di taman lalu foto bersama. Selanjutnya kami memencar dengan teman-teman. Nanti akan diinfokan lagi kalau sudah jam makan. Panitia mencari tempat yang pas.

Saya pun duduk-duduk di sekitar taman sambil melihat sekeliling. Tampak ada pohon besar menaungi taman dengan nama Taman Sri Gunting. Bunga-bunga taman tampak indah. dengan rumput yang hijau. Banyak orang sekadar duduk-duduk sambil menikmati kota lama. Kami pun kaum ibu mengabadikan momen dengan naik becak hias dengan memberi jasa seikhlasnya. Setelah itu kami berjalan-jalan menyusuri jalan yang amat ramai.





Banyak pengunjung yang sedang berpose di spot tiang-tiang antik. Pilar-pilar dengan  lampu hias menjadikan tempat ini indah. Jalanan berpaving dan luas ini menjadikan enak untuk berjalan-jalan. Gedung-gedung tua dengan akar bergelantungan di depannya menjadi salah satu spot foto para pengunjung. Sepanjang jalan ada pilar-pilar kecil berantai serta ada kursi antic yang bisa untuk istirahat. Tampak juga gedung tua dengan bentuk yang unik makin menambah indahnya Kota Lama ini.

Hampir semua gedung bercat putih menjadikan kota lama makin megah. Rasanya ingin berlama-lama di sini. Namun, sudah ada informasi untuk makan bersama di rumah makan IBC ( Ikan Bakar Cianjur). Kami pun bersama menuju rumah makan ini. Perut pun sudah minta diisi.

Rumah makan yang berada di sekitar kota lama ini mudah ditemukan karena berada di pinggir jalan. Saya baru kali pertama ke sini. Di sebelah papan nama kami masuk. Kemudian ada gedung yang merupakan rumah makan tersendiri. Kami masuk bersama-sama. Tempatnya bersih dan rapi. Sebuah lukisan besar bergantung di dekat meja keramik coklat panjang. 

Di sini menu ditata sebelum dibawa ke meja pengunjung. Piring tertata rapi. Ada beberapa pramusaji berpakaian merah dengan berdandan cantik. Kami memasuki sebuah ruangan yang bernuasa kuno. Kursi tua berjajar di kanan kiri. Sebuah meja besar dengan aneka lauk sudah tertata rapi. Rupanya teman-teman pengurus sudah mengatur segalanya. Kami duduk melingkar dengan menikmati hidangan yang mewah.

Berbagai menu ada, mulai ayam goreng, ikan bumbu asam manis, asem-asem, urap, oseng-oseng, dll.  Semuanya istimewa. Nasi tersaji dalam wadah ketel yang biasa untuk nasi liwet. Lalapan pun ada dengan aneka sayuran. Minuman sesuai pesanan tersaji dengan menggiurkan. Alhamdulilah masih bisa menikmati rezeki dari Allah. Kami makan bersama dengan penuh canda tawa. Kebahagian tak terkira bisa satu meja dengan teman lama. Akhirnya kami keluar untuk melanjutkan perjalanan.

Okey, kawan bloger. Saya lanjutkan jalan-jalan hari berikutya. Salam Bloger

 

Ambarawa, 24 Juni 2022

#Tulisan ke-15

#Menulis Blog bersama Omjay

 

 

2 komentar:

  1. Wao...luar biasa Bun...namanya kota lama tapi tampilannya kota baru...hehe, semuanya apik ey...jadi pingin ke sana

    BalasHapus