Jumat, 03 Desember 2021

Mempersiapkan Perlengkapan Umroh

 

Selain persiapan batin, kami harus mempersiapkan berbagai perlengkapan umroh dengan sebaik-baiknya. Oleh karena jauh-jauh hari saya mencari tahu apa saja yang dibawa lewat tetangga yang sudah pernah ke tanah suci. Selain itu saya browsing untuk saya tulis di buku.

"Pak, yuk kita ke rumah Bu Yuli. Kan beberapa waktu lalu juga umroh," ajak saya pada suami.

"Untuk apa?" 

"Ya, tanya-tanya dong. Agar punya gambaran apa saja yang dibawa," jawabku singkat. 

"Apa tidak terlalu lama. Kan berangkat masih bulan depan," sanggah suami. 

Namun, kami akhirnya ke rumah Mbak Yuli selepas salat Isya. Kami disambut dengan suka cita. 

"Ayo Mbak, ini diminum dulu." Bu Yuli mempersilahkan kami untuk minuman yang telah disediakan. Beberapa kue tersaji di meja. 

"Terimakasih Mbak," ucapku sambil menyeruput secangkir teh hangat. 

Kami pun melihat foto-foto pas beliau umrah. Rasanya tak sabar ingin segera sampai ke rumah Allah. 

Setelah itu kami mulai bertanya apa saja yang perlu dipersiapkan agar bisa segera ditindaklanjuti.

"Mbak Yanti, ini sudah saya catatkan. Nanti semuanya bisa dibeli di toko khusus perlengkapan haji dan umrah. Mbak Yanti bisa beli di Salatiga. Di sana semua perlengkapan sangat komplet."

Mbak Yuli memberi secarik kertas yang berisi catatan berbagai perlengkapan umroh. 

"Terima kasih sekali Mbak Yuli yang baik hati. " Aku berpamitan sambil tersenyum bahagia. Sebuah sambutan luar biasa pada kami. Beberapa sarung tangan diberikan pada kami untuk perlengkapan pas umroh. 

Beberapa hari kemudian saya dan suami menyempatkan diri untuk ke Salatiga. Hanya beberapa jam kami sudah sampai di toko khusus yang disebutkan oleh Mbak Yuli. 

Setelah mobil diparkir, saya tak menemukan toko. Segera saya tanya pada seorang bapak yang duduk di atas becak. Kami disuruh jalan beberapa meter ke arah utara agar bisa sampai di toko. Benar juga, ada beberapa toko berdekatan yang menjual berbagai macam. Akhirnya kami temukan toko yang ditunjukkan Bapak tadi. Sebuah toko yang lumayan besar. 

Kami berjalan beriringan lalu berhenti sambil mata memandang ke semua arah. Tampak berbagai macam pakaian Islami terpajang dengan rapi. Etalase kaca penuh dengan berbagai perlengkapan umroh dan haji. 

Yang utama saya mencari gamis putih yang tidak glamor. Setelah melihat-lihat tak juga kami temukan. Kami disarankan untuk ke toko sama yang berada di Pasar Raya Salatiga. 

Namun sebelum menuju Pasar Raya Salatiga, saya dapat hijab hitam yang bagus, cream agar kulit tidak kering dan baju daleman putih yang ada saku di depan. Baju ini dipakai setiap hari. Saku atau kantong baju untuk menyimpan uang saat bepergian. Jadi intinya untuk menjaga keamanan. Saya beli dua, suami juga dua.

Kemudian saya baca lagi catatan yang sekiranya bisa ada di toko ini. Akhirnya dapat payung dua, mantol dua. Ya untuk jaga-jaga jika hujan. Kemudian saya buka kembali catatan. Ternyata banyak sekali yang belum saya dapatkan. Sengaja saya buat list agar mudah untuk mengecek yang sudah atau yang belum. Inilah list yang saya catat berdasarkan dari mbak Yuli dan browsing di Internet. 

1. Gamis hitam dan putih beserta jilbab

2. Baju tidur 2

3. Mukena putih ( sudah dapat dari biro)

4. sajadah

5. Peralatan mandi

6. Cream pelembab

7. Hanger

8. Kaos kaki 3

9. Sepatu tipis putih 

10. Obat-obatan

11. Kantong plastik

12. Peniti

13. Payung

14. Mantol

15. Tasbih

16. Botol semprot kecil

17. Pembalut

18. Tablet obat penunda menstruasi

19. Peralatan make up secukupnya

20. Masker

21. Bantal yang bisa dilipat saat di pesawat

Itu list untuk saya sedangkan untuk suami hampir sama hanya beberapa yang tidak. Mungkin ditambahkan peci, sarung,  Selain itu semua ada Alquran kecil, bolpoin, buku kecil untuk yang titip doa. 

Barang yang disediakan dari biro ada koper besar dan tas kecil. 


Beberapa hari berikutnya saya ke Salatiga untuk melengkapi barang yang belum dapat. 


Ambarawa, 3 Desember 2021





Tidak ada komentar:

Posting Komentar