Jumat, 24 Desember 2021

Mengunjungi Masjid Quba (22)

 


Hari Senin, 17 Desember 2018, kami mengunjungi Masjid Quba. Pagi sekali kami sudah berkumpul di depan hotel. Dua bus sudah berada di hotel. Yang satu untuk Jemaah kelompok Garuda dan satunya kelompok Lion. Kami bersama beriringan menuju Masjid Quba.  Dua bus penuh. Alhamdulilah saya duduk di depan bersama suami. Kami bisa melihat pemandangan yang kami lewati. Tampak gedung-gedung bertingkat. Lumayan ramai. Kanan kiri rumah bernuasa Islami. Bangunan tinggi dengan ada tulisan Arab di dinding. Tumbuhan tak begitu banyak Sesekali dapat dilihat tanaman kurma.  Kurang lebih 5 km dari Masjid Nabawi.

Akhirnya kami sampai di depan Masjiq Quba. Sebuah Masjid yang dibangun Rasulullah sendiri ini sudah di depan mata.

“Subhanallah, “ ucapku lirih

“Alhamdulillah Ya Pak, kita sampai di sini,”

“Alhamdulillah, yuk turun!” ajak suami.

Kami semua Jemaah turun. Cuaca cerah saat itu. Agak panas. Segera aku keluarkan payung dari tas. Sejenak kemudian kami diberi penjelasan oleh pemimpin biro, Ustad Anwar. Kami dihimbau untuk salat sunah dhuha dan tahiyat Masjid dua rekaat. Akhirnya kami berpisah  dengan suami. Kaum ibu dan bapak berbeda pintu dan tempat salat.

Saya bersama ibu-ibu memasuki masjid. Suasana sangat ramai sekali. Kami langsung salat sunnah. Bahagia rasanya bisa salatdi rumah ibadah ini. Adem rasanya. Masjid Quba mempunyai sejarah yang sangat lekat  Nabi Muhammad shallallahu’alahi wa sallam. Masjid Quba ini berada di tepi kota Madinah. Menurut sejarah, kala itu Nabi Muhammad baru saja menyelesaikan perjalanan hijrahnya dari kota Mekah kemudian memerintahkan memmbangun Masjid Quba.

Masjid yang dirancang oleh Nabi Muhammad ini didirikan pada Senin, 8 Rabiul Awwal 1 Hijriah (23 September 622M) di atas sebidang tanah seluas 1.200 meter persegi milik keluarga Kalsum bin Hadam dari Kabilah Amru bin Auf.

Sejenak saya amati ruangan Masjid Quba. Ruangan konon bertiang pohon kurma dan beratap  pelepah daun kurma bercampur tanah liat. Usai Masjid quba dibangun, Nabi Muhammad turut memimpin salat terbuka untuk para sahabar. Bahkan semasa hidupnya Rasulullah selalu pergi ke Masid Quba setiap hari Sabtu, senin dan Kamis.

            Hari sudah siang kami melanjutkan perjalanan menuju Kebun Kurma. Wah, rasanya tak sabar ingin bisa memetik pohon kurma.

#gbmkabupatensemarang

#tantangan30hari menulisdesemberceriagbm

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar