Selasa, 01 Maret 2022

Rona-rona saat PTS

 



Mulai hari Senin, 1 Maret 2022 PTS dilaksanakan. PTS masih dalam masa pandemi. Berbagai persiapan telah dilaksanakan oleh panitia. Pagi ini saya tidak diantar suami sampai Pangsar  karena suami harus mengantar anak ke Stasiun Tawang. Setelah siap segalanya, segera saya pesan grab. Hanya beberapa menit grab datang. Sampai di Pangsar ganti angkot biru jurusan Salatiga. Hanya dua puluh menit sampailah di sekolah.

Pagi ini saya tak jaga tes karena mapel yang diujikan adalah Bahasa Indonesia. Segera saya tulis siswa yang bermasalah di kertas kemudian diletakkan atas map soal yang sudah tertata di meja. Masing-masing guru yang mapelnya diujikan hari ini, mendata siswa yang masih punya tagihan tugas. Alhamdulilah hanya lima menit selesai. Selanjutnya saya menuju ruang 4 yang tak jauh dari ruang guru.

Suasana masih sepi ketika saya sampai di depan ruang empat. Beberapa siswa yang mulai memasuki ruangan. Siswa yang termasuk bermasalah dengan tugas tersebut tampak melangkah gontai tanpa beban. Tujuan dikelompokkan dalam ruang tersendiri agar ada rasa jera akan kewajiban yang diabaikan.

Ruang empat lumayan penuh karena diisi oleh kelas 7, 8 dan 9. Ruangan cukup luas sehingga mereka tetap duduk berjarak. Pada masa pandemi ini PTS dilaksanakan dalam dua tahap. Pagi untuk kelompok  1 dan siang kelompok 2. Selanjutnya pada hari Jumat bergantian yang masuk pagi diganti masuk siang. Saya dan guru lain menunggu anak-anak tersebut. Jam kedua langsung dengan tes kedua dengan tempat yang sama.

 Usai mengerjakan PTS, para siswa diharapkan mengerjakan tugas yang belum beres tersebut. Saya dan Bu Mis menunggui mereka dengan sesekali mengawasi. Tampaknya mereka tanpa beban dengan disendirikan. Tak lama kemudian para siswa telah menyelesaikan PTS dengan lancar. Kini saatnya saya dan Bu Mis harus menunggui para siswa untuk menyelesaikan tugas yang belum. Sesaat saya mengumpulkan lembar jawab. Suasana agak ramai karena semua siswa berdiri, ada yang menemui saya untuk bertanya tugasnya. Sesaat saya kaget beberapa siswa izin.

            “Bu, saya izin ke kamar mandi ya?” ucap beberapa siswa. Saya agar curiga. Dalam hati saya berpikir mereka pasti kabur.

            “Nah, mau pulang kan?” tanyaku

            “Tidak kok Bu, mau ke belakang.” kilah yang lainnya.

Sebagai guru tentu saja mengizinkan mereka keluar sebentar. Namun ditunggu hingga sepulum menit tak ada. Yang mengerjakan hanya dua orang saja. Lainya kabur. Hati ini dibuat geram dengan ulahnya. Padahal guru berupaya agar tugas diselesaikan. Namun, niat baik tak selamanya diterima dengan baik. Beberapa anak tak ada rasa patuh untuk menyelesaikan tugas. Kok ya, tidak takut kalau melarikan diri. Benar-benar merepotkan ulah anak tersebut. Membutuhkan kesabaran tingkat dewa menghadapai anak-anak tersbut. Saya hanya mengelus dada akan sikapnya. Itulah kenyataan yang ada. Karakter anak masih belum sempurna. Itulah rona-rona saat PTS. Ya, semoga saja ada solusi terbaik. Semoga mereka mau berubah menjadi siswa yang rajin dan patuh pada guru. Aamiin

Ambarawa, 2  Maret 2022

#tantanganmaretbahagiagbm2022

#maretbahagia2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar