Sabtu, 01 Januari 2022

Indahnya Kebersamaan (1)












            Kamis, tanggal 30 Desember kami, keluarga besar SMPN 2 Banyubiru akan menghadiri pernikahan Bu Restu di Kudus. Kami bersama dalam tiga mobil menju ke  Colo K    Pagi sekali saya sudah sampai sekolah. Ada tiga mobil ELP yang siap mengantar kami menuju Kudus. Kami terbagi dalam tiga kelompok  yaitu kelompok Ambarawa, Kebumen, dan kelompok Salatiga. Kelompok Ambarawa dan Kebumen berkumpul di Sekolah sedangkan kelompok Salatiga berkumpul di Patung Singo.

            Kurang lebih pukul 07.30 kami keluar dari Banyubiru. Udara amat cerah dengan perasaaan yang senang karena akan bersama- sama ke Kudus. Sampai di Salatiga teman-teman sudah siap untuk menaiki mobil. Tiga mobil meluncur bersama menuju Kudus. Kami sepakat lewat jalan Bringin.

             Saya duduk manis di belakang sopir bersama Bu Rubinah dan Bu Ira yang merupakan pegawai Tata Usaha di Gridaba yang sudah purna. Lagu merdu mengiringi perjalanan kami. Perjalanan yang menyenangkan karena pemandangan hutan jati menjadikan kami terlena. Kami banyak diam walaupun ada Bapak-bapak di jok belakang. Sesekali saja kami saling canda. Setelah melewati Demak, kami sampai di kota Kudus. Icon kota Kudus telah kami lewati kemudian menuju desa Colo. Tak lama kemudian jalan menanjak menuju Colo, yang merupakan tempat wisata religi yaitu Sunan Muria.

            Untuk sampai rumah calon penganten kami melewati pos masuk objek wisata Muria. Mobil berhenti.

            “Pak. kami rombongan tamu pernikahan Pak,” ucap Pak Sopir. Tujuannya agar kami tak ditarik karcis.

            “Dari mana Mas,” tanya petugas

            “Dari Ambarawa.”

            Setelah mendapatkan penjelasan, kami pun diperbolehkan masuk jalan menuju objek wisata. Namun, kami tidak akan berwisata ke sana karena berbagai pertimbangan. Tujuan kami menghadiri pernikahan Bu Restu, guru seni rupa.

            Tak lama kemudian kami sampai di tempat acara. Rumah dengan penuh dekor cantik kami masuki. Suasana amat ramai. Para tamu memenuhi ruang depan maupun samping.

            “Mana ya pengantinnya?”gumamku. Saya belum melihat tempat pelaminan masih kosong. Mungkin masih berdandan. Kami pun menempati di ruang tengah. Sedangkan bapak-bapak berada di samping rumah. Kami duduk melingkar. Di tengah ada meja dengan aneka jajanan dalam toples maupun piring. Ada lemper, apem,  roti, pisang goreng, hongkue pisang, dan hidangan lainnya. Kami segera menyantap walaupun belum bertemu sang pengantin.

            “Ini nogosari,” ucap Bu Ita. Bu Wal langsung menimang-nimang bungkusan hijau. Mungkin ragu antara nogosari atau lemper. Bentuknya memang mirip.

            “Ini lemper kok Bu,” ucap Bu Mia.  Setelah dibuka ternyata benar itu lemper. Ya kadang jenis  makanan sama tapi beda bentuk.

            Tak lama kemudian seorang berseragam batik coklat membawa piring dan diletakkan di meja. Rupanya makan siang sudah siap kami santap. Rawon daging (konon daging kerbau) siap kami santap. Selanjutnya menu lain kembali ada, yaitu bakso. Semuanya amat lezat di mulut. Mungkin setelah perjalanan lama, perut kami lapar.

            “Hem, perut jadi kenyang nih,” gumamku. Sambil menunggu bakso dalam mangkok kecil datang, Bu Nur menyentuh saya.

 

            “Ayoo, wartawane siap ambil gambar, ” kata Bu Nur Mualifah, guru IPA yang suka menulis. Saya paham, ini pasti akan jadi modal tulisan.

            “Siap,” ucapku sambil berdiri

            “Ayo senyum-senyum!” Saya mulai jeprat jepret pada saat teman-teman bercanda ria sambil menikmati hidangan. Inilah indahnya kebersamamaan bersama keluarga Gridaba.  Senyum menawan mewarnai sesi foto sesaat. Selanjutnya kami menuju ruang depan. Siap berpamitan dan foto dengan pengantin.

            Sepasang pengantin tersenyum manis. Bu Restu amat cantik dengan gaun hijau muda. wajahnya super glowing dengan dandanan yang amat bagus sehingga benar-benar terpana. Sedangkan pengantin pria tampak ganteng dengan jas hitam. Hemm jadi ingat saat jadi pengantin dulu. wkkk

           Kami pun berfoto bersama dengan pengantin. Senyum merekah dengan berbagai gaya siap diambil gambarnya. Mas fotogrefer dengan sabar mengambil gambar kami. Akhirnya kami bersalaman untuk pamit.

 

            “Selamat berbahagia Bu Restu semoga menjadi keluarga samawa,” ucap kami saat menyalami Bu Restu dan suaminya. Kami keluar rumah kemudian salat dhuhur di depan rumah Bu Restu.Kami. para ibu salat berjamaah di Mushola. Selanjutnya kami melanjutkan perjalanan menuju Museum Jenang di Kota Kudus.

           

Ambarawa, 1 Januari 2022

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


1 komentar:

  1. MGM to bring online sports betting to NJ, CO, and more in March
    MGM Resorts International 안양 출장샵 is 성남 출장마사지 offering online sports betting, including sports betting, casino and poker, 고양 출장안마 for the first time 성남 출장샵 Monday, March 16. 아산 출장샵

    BalasHapus