Kamis, 27 Januari 2022

Berburu Durian Brongkol Banyubiru

 



Bulan Desember-Januari selalu identik dengan musim buah durian. Di pinggir jalan Ambarawa- Salatiga banyak sekali warung baru sekadar menjajakan durian dengan aneka rasa. Orang yang demen durian, kesempatan bulan ini tak disia-siakan. Berapa pun harga kadang diabaikan demi mendapatkan buah durian yang manis agak –agak pahit dan buahnya tebal.

Perut masih benar-benar kenyang setelah menyantap nasi pecel belut. Kini kami meluncur ke daerah yang terkenal dengan durian.  Perjalanan lancar. Anak nomor dua nyetir dengan pelan. Sampai di Banyubiru, mobil berbelok ke kiri menuju desa Brongkol, Banyubiru, pusatnya daerah durian. Tak perlu diragukan daerah Desa Brongkol merupakan pusat durian. Ada dua icon durian dalam bentuk patung buah durian yang apik. Kami terus melaju sampai pakai patung durian yang kedua, kami berhenti. Ada warung dengan durian bergelantungan dan sebuah tempat untuk duduk sambil menikmati durian.

“Hai Pak!” sapa suami pada bapak muda yang badannya gemuk

“Monggo Pak!” ucap Bapak muda sambil menunjukkan tempat parkir mobil kami. Tampaknya suami sudah hafal dengan penjual. Ternyata anak ragil juga sudah langganan. Kami turun lalu menuju warung terbuka tersebut. Durian besar kecil banyak begelantungan di warung tersebut.

            “Pilihkan yang bagus Pak!”

Kami pun dipilihkan durian yang besar. Langsung dibuka di situ.

“Woh….!!!” ucap kami serempak sambil memandang durian yagng tampaknya tebal. Benar juga dagingnya tebal dan manis. Walaupun masih kalah dengan durian montong. Sesuai dengan harga.



“Mampu gak nih, padahal perutku menampung durian ini?” gumamku. Kami pun mengambil satu-satu.  Akhirnya kami menikmati separuh dari satu buah. Selebihnya akan dibawa pulang. Kemudian kami memilih satu buah lagi untuk dibawa pulang.

Yang mau mborong durian Brongkol silakan. Banyak sekali pilihan yang sesuai dengan kantong. Yang terpenting jangan kebanyakan deh. Secukupnya saja, tak perlu berlebihan. Hari telah sore kami pun memutuskan pulang. Sebuah kebagaiaan tercipta dengan kebersamaan. Semua karena nikmat Allah yang tak terhingga.

 

Ambarawa, 27 Januari 2022.

 

 

1 komentar:

  1. Waduh! Dua kali postingan makanan keong dan durian, tidak doyan semua. Hahaha ....
    Lantas, saya doyannya apa ya?
    Saya tunggu postingan selanjutnya. Siapa tahu saya ada yang doyan. Saya siap menyerbu maksudnya.

    BalasHapus