Senin, 17 April 2023

Aku ingin Jadi Anak Soleh

 

Aku ingin Jadi Anak Soleh

 

Pagi ini amat cerah, tidak seperti hari-hari sebelumnya. Galih dan Arif berpamitan untuk berangkat sekolah dengan naik sepeda bersama. Kebetulan sekolahnya berdekatan.

            “Asalamuallaikum Ayah, Bunda!” seru dua anak dengan senyum manisnya mencium punggung tangan kedua orangtuanya.

            “Walaikum salam warahmatuwahi wabarahkatuh, hati-hati di jalan, belajar yang baik ya Nak,” ucap Bunda Dian.

            Mereka berdua melajukan sepeda motor dengan pelan-pelan. Tak lama kemudian sampai di sekolah. Mereka berpisah untuk menuju kelas. Bel berbunyi ketika Arif sampai di depan kelas. Ia pun masuk lalu meletakkan tas. Jam pertama pelajaran agama. Pak Ahmad memasuki kelas lalu memberi salam. Anak-anak kelas 6 itu serempak menjawab salam.

            “Anak-anak, sebelum saya lanjutkan pelajaran kemarin tentang zakat, saya ingin bertanya terlebih dahulu.

            Anak-anak pun saling pandang lalu satu per satu tunjuk jari.

            “Dokter Pak Guru,” jawab Anissa

            “Bagus!” seru Pak Ahmad dengan mengajungkan jempol.

            “Guru, Pak!” Ani berdiri tunjuk jari. Disusul anak lainnya sahut-sahutan menyampaikan keinginananya ada yang ingin jadi pedagang, pengusaha dan lainnya. Namun, si Arif diam belum berani tunjuk jari.

            “Arif ?” tanya Pak Ahmad sambil mendekati bangku Arif.

            Arif beringsut sambil tersenyum tipis. Wajahnya pun semu merah dan berusaha ngomomg tapi agak takut.

            “Kamu cita-citanya jadi apa Nak?” Pak Ahmad mengulangi pertanyaanya. Kelas pun ramai karena Pak Guru berada di belakang.

            “Saya..saya …,” ucap Arif agak tersendat-sendat.

            “Teruskan saja gak usah malu,” bujuk Pak Guru Agama dengan terus mendekati Arif.

            ‘Saya ingin jadi anak sholeh Pak Guru,” ucap Arif dengan pelan. Wajahnya tertunduk. Ia memang beda dengan anak lain yang menyebutkan aneka profesi.

            “Masya Allah, itu cita-cita mulia Arif, semoga terkabulkan/ Aamiin,” ucap Pak Ahmad penuh bangga.

            “Semua cita-citamu bagus asal dilandasi dengan iman dan taqwa, belajar yang tekun dan jujur.”

            “Nah pada kesempatan ini saya akan melanjutkan pelajaran kemarin tentang zakat,”

            Setelah menjelaskan tentang zakat, pelajaran berakhir dang anti pelajaran lain. Walaupun berpuasa, kegiatan pembelajaran berjalan lancar.

            Sampai di rumah Arif pun bercerita tentang pelajaran hari itu kepada bundanya. Bu Dian mendengarkan dengan baik. Kemudian memuji jawabannya anakknya. Arif pun berusaha menjalankan apa yang disampaikan gurunya. Ia pun salat dhuhur lalu dilanjutkan dengan membaca Al”Quran. Cita-cita yang disampaikan Pak Gurunya amat mengena di hati. Ia ingin mewujudkan.

            “Arif, bantu bunda ya,”

            “Ya, Bu,” ucapnya dengan pelan. Ia ingin menunjukkan pada adiknya untuk selalu patuh pada ongtuanya.

 

Ambarawa, 18 April 2023

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar