Kamis, 22 Oktober 2020

JURUS JITU MENGATASI HAMBATAN MENULIS

 

Oleh : Budiyanti Anggit

Dalam dunia tulis menulis, ada hambatan yang kadang sering muncul saat kita mulai menulis. Tidak mood, sulit menemukan ide atau bingung mau meneruskan tulisan yang sudah di tengah jalan. Tulisan yang sudah di angan bisa hilang begitu saja. Pernahkah mengalami seperti ini?  Banyak yang meninggalkan tulisan tanpa mampu menyelesaikannya. Tulisan pun akhirnya tidak selesai. Nah bagaimana mengatasi hambatan tersebut?

Seorang penulis muda yang cantik telah hadir dalam kuliah menulis pada gelombang 16. Ibu muda yang bernama Noralia Purwa Yunita, biasa dipanggil Nora, asli Kudus dan sekarang menetap di Semarang telah mampu menjawab hambatan yang dialami para penulis.

Penulis muda yang telah menyelesaikan program magister pendidikan di Universitas Negeri Semarang mengawali cerita tentang karyanya yang lahir saat wabah covid-19.  Saat ini penulis bekerja sebagai pengajar di SMP Negeri 8 Semarang ini mengatakan bahwa wabah pandemic covid- 19 telah menjadi berkah baginya karena memulai lagi berkarya. Artikel kedua di majalah pendidikan geliat gemilang Band. Karya ini tidak lepas dari tangan dingin om Jay karena dia dapat menghasilkan beberapa karya berkat ikut pelatihan kelas menulis pada gelombang 8.

Ibu guru SMP N 8 Semarang ini bercerita bahwa ada 3 buku yang sedang proses pembuatan. Buku solo berjudul Kiat Menulis Modul Berbasis Riset,  hasil dari pengubahan tesis menjadi buku. Buku kedua Seri Ekoji Academy kolaborasi dengan Prof. Eko berjudul Gamifikasi, Belajar Menyenangkan Seasyik Bermain Game. Karya bersam siswa berupa antologi berjudul Aku dan Corona. Semuanya sedang dalam proses pengerjaan.

Banyak kendala yang ditemui selama proses pengerjaan beberapa buku tersebut.

Apalagi di masa Pandemi seperti sekarang.

Pertama, kesibukan. Kita lebih disibukkan dengan segala jenis kegiatan pembelajaran, karena  daring jauh lebih banyak persiapan daripada tatap muka: Banyaknya kegiatan menjadi kendala utama tetapi skala prioritas menjadi pilihan agar semua pekerjaan terselesaikan.

 

Kedua, jenuh

Rasa jenuh memang sering menghantui seorang penulis. Jenuh karena tidak selesai atau mentok mogok di jalan.  Menurut Ibu Nori, dirinya tipikal orang yang jenuh jika mengerjakan kegiatan yang sama berulang. Akhirnya jika penyakit itu menghinggapi, ibu ini beralih ke kegiatan lain sebagai refreshing. Biasanya nonton film, jika tidak baca novel online atau apapun yg membuat saya nyaman.  Jika baterai semangat sudah penuh, langsung tancap gas untuk kembali berkarya.  Tetapi jangan biarkan keadaan ini berlarut-larut. Cukup 1-2 hari untuk bersantai, lalu kembali berkarya.  

Ketiga, krisis ide.

Ide sebenarnya ada di sekiling kita. Namun, kadang kita tak bisa menangkapnya. Menurut Ibu Nori, hal itu bisa diatasi dengan menerapkan jurus Bapak Akbar Zainudin yaitu, segala sesuatu yang kita rasa, kita lihat dapat dijadikan ide. Contohnya, ketika kita nonton film, mungkin ada sesuatu yang kita rasakan setelah menonton acara tersebut, ini dapat dijadikan bahan tulisan.  Kita rekreasi, juga bisa dijadikan bahan tulisan. Kita bisa ulas bagaimana indahnya tempat tersebut.  Tulisan Ibu Nori saat  menerapkan jurus pak Akbar Zainuddin Tulisannya tersebut berisi curhatan Bu Nori  ketika merasakan beratnya menjadi wali kelas di masa pandemic. Intinya, apapun yang kita rasakan dan pikirkan, dapat diubah menjadi sebuah tulisan Tidak ada yang tidak bisa menulis, Menulis bagi yang pernah menjadi  juara Harapan I lomba karya tulis di Universitas Negeri Semarang, program pendanaan Dinas Provinsi Jawa Tengah   bahwa menulis itu sama dengan berbicara. Bedanya hanya dituangkan lewat tulisan

Keempat, perbendaharaan diksi

Jika sudah mentok kosa kata, biasanya kita bisa membaca artikel orang lain, atau membaca novel. Karya apapun bisa dibaca karena dengan banyak membaca, akan memperkaya diksi kita

Kelima, takut menulis karena takut salah

Jika kita mau menulis  ya menulis saja dulu apa yang kita pikirkan. Jangan permasalahkan EYD atau kaidah kebahasaan yang lain. Cukup tulis hingga selesai.  Jika sudah selasai menulis kemudian membaca berulang lalu lakukan editing sesuai kaidah. Jika dari awal kita sudah memikirkan EYD dan yang lain, maka tidak akan terwujud tulisan. Dengan cara tersebut, tulisan akan mengalir dengan sendirinya.

Itulah cara mengatasi hambatan  berdasarkan pengalaman IbuNori. Kemudian disampaikan tanya jawab yang dipandu Pak Bambang Purwanto selaku moderator. Kesimpulannya sebagai berikut.

1.   Pembelajaran yang menyenangkan, dapat mencoba menggunakan project based learning. Tetapi menggunakan bahan2 yang ada di sekitar siswa. Misal untuk reaksi redoks, siswa diajak untuk membuat proses fermentasi, koloid dapat membuat es krim,dan lain-lain. Penggunaan laboratorium virtual juga menyenangkan.ada banyak aplikasi yang dapat digunakan. Crocodile chemistry contohnya, dapat melakukan kegiatan praktikum meskipun secara Maya. Anak- anak  pasti suka kegiatan praktik ini.

2.   Menulis saat sibuk bisa diterapkan  NIAT, PAKSA, MAU. Niat untuk mau menulis harus ada, tentunya harus dipaksa. Jika hanya ada niat tetapi tidak ada kemauan kuat alias pemaksaan, maka kata MAU tidak akan terwujud.

3.     Bagi yang gemar membaca, pasti sangat penting keberadaan buku.  Karena kalau sudah suka, pasti akan dicari berapapun harganya, tetapi jika tidak suka ya sudah.  Membaca secara online dan  buku fisik, keduanya istimewa.  Jika buku fisik mungkin lebih semakin banyak tambahan koleksi buku. Selain itu anggota keluarga lain juga dapat ikut membaca karena tidak semua orang nyaman membaca online. Buku merupakan sejarah. Jika sudah mati nanti, melalui buku ini nama kita  bisa diingat karya kita masih dapat dinikmati dan hidup meskipun raga sudah tidak ada.

4.    Kegiatan menulis selalu beriringan dengan membaca. Fokuskan satu hal fiksi atau non-fiksi.  Jika ingin menulis karya fiksi seperti novel, cerpen, dll, perbanyak membaca buku jenis tersebut. Nantinya akan keluar ide dari kegiatan membaca. Begitu pun juga untuk penulisan karya non-fiksi.tentukan tema yang akan ditulis, cari referensi baik dari buku sejenis atau jurnal ilmiah, lalu baca, kemudian tulis.seperti itu.

5.     Cara membagi waktu antara menulis dengan kesibukan sehari-hari adalah mengisi waktu luang untuk menulis. Bisa juga saat malam setelah anggota keluarga tidur antara jam 21.00 sampai dengan pukul 24.00.  Atau jelang subuh. Pekerjan rumah tangga tetap diutamkan.

6.     Tips agar tulisan cepat berhasil adalah focus satu tema selesai.

7.  Swasunting merupakan proses yang lebih lama dibandingkan menulis, karena selain editing EYD, menghubungkan antar kalimat agar pas, membuat kalimat agar renyah dibaca memang tidak mudah. Sebaiknya  dibaca sendiri berulang-ulang, atau minta tolong dibaca rekan guru lain atau rekan dengan profesi lain.  Nantinya pasti ada banyak kekurangan yang ditemukan.

8.  Outline buku terdiri dari 5W+1H, atau bisa juga 2W +1H. What, why dan how. Semuanya menjawab pertanyaan ini. Untuk lebih lengkapnya dapat dibaca di buku JURUS JITU MENULIS DAN BERPRESTASI.

9.  Penggunakan pembelajaran dengan lingkungan sekitar dapat diterapkan. Misal untuk mapel sains, anak dapat diberikan modul yang didalamnya ada kegiatan saintifik. Seperti belajar materi ekosistem dari sungai, sawah, ladang atau tempat lain. Anak pasti suka melakukan pembelajaran jika berbarengan dengan kegiatan eksplorasi.  Atau mungkin diberikan proyek membuat suatu karya yang bahannya dapat ditemukan di sekitar. Misal belajar proses gunung api meletus, anak diberikan langkah pembuatan karya tentang gunung api meletus, pasti mereka suka. Karena pada dasarnya siswa akan suka dengan pembelajaran yang hands on daripada minds on saja

10. Target menulis wajib Ibu Nora, 1 bulan selesai agar saya tidak bosan 30 hari itu  bagi ke dalam bab2 yang sudah tuliskan di outline. Misal saya punya 5 bab, berarti dalam waktu 6 hari harus selesai 1 bab + editing ,jadi 30 hari selesai 5 bab.  Untuk target waktu tiap orang berbeda-beda. Menulis satu  bulan, agar tidak bosan dengan tema yang ditulis. I

11. Blogger menarik dapat disiasati dengan  memilih menu tema. Nanti akan ada banyak tema yang ditawarkan. Untuk jenis tulisan dan tata letak, akan mengikuti tema yang dipilih secara otomatis

12. Untuk menulis di koran dengan tips, tulis tema yang sedang hangat dibicarakan. Ikuti gaya selingkung majalah atau koran yang akan dituju. tulis sesuai dengan EYD yang sesuai, sertakan beberapa data akan lebih bagus.

Menulis sama dengan berbicara. Jika berbicara saja kita lancar, mengapa tidak dengan menulis?


Berkarya ketika waktu luang itu biasa, namun berkarya di tengah kesibukan yang luar biasa, itu baru istimewa

 

Alhamdullah. Ilmu telah kita genggam. Terima kasih Ibu Nora, Pak Bambang Purwanto dan Omjay.

Salam Guru Blogger.

Ambarawa, 22 Oktober 2020

Budiyanti Anggit

 

 

 

 

 


Senin, 19 Oktober 2020

MENERBITKAN BUKU GRATIS BERSAMA THAMRIN DAHLAN


Assalamuallaikum Bapak Ibu Bloger, Salam Bahagia.

Buku adalah Mahkota seorang Penulis. Secerdas dan sepintar apapun seseorang apabila belum menulis apalagi menerbitkan buku maka ilmunya akan hilang sia sia.

(Thamrin Dahlan)

 

Muara menulis adalah menerbitkan buku. Buku adalah mahkota penulis. Menerbitkan buku adalah dambaan setiap penulis. Menjadi kebanggaan ketika kita berhasil memegang karya diri sendiri. Rasanya bahagia luar biasa. Inilah nutrisi dan penyemangat diri untuk terus berkarya. Sebagai guru harus menunjukkan pada anak didik bahwa gurunya bisa berkarya. Guru bukan hanya memerintah anak didik untuk menulis sementara gurunya belum menulis. Apa kata mereka? Mereka bisa saja mengatakan kita ini OD saja Omong Doang karena tak bisa menunjukkan karya.

Guru mulia karena karya. Pada era disrupsi saat ini, guru amat mudah menerbitkan buku. Segala sarana lebih mudah dibandingkan masa lalu. Oleh karena itu guru harus mau berbeda karena mampu berkarya. Tak ada alasan untuk tidak menerbitkan buku. Ada niat ada jalan.

Seperti kita ketahui bahwa ada penerbit mayor atau indie. Penerbit mayor itu menerbitkan buku kita tanpa biaya. Justru kita yang mendapatkan royalti setiap semester sekali. Bahagia luar biasa ketika buku kita mendapat penghargaan berupa royalty berapa pun jumlahnya. Rasanya sampai di hati deh. Namun butuh perjuangan untuk menuju ke sana. Semua butuh proses untuk menuju ke penerbit mayor. Bisa jadi orang yang bisa menebitkan buku di penerbit mayor sudah berulang kali bahkan puluhan kali ditolak penerbit. Bukan karena naskah jelek bisa jadi naskah kita tidak sesuai dengan genre yang dikehendaki penerbit. Semua naskah tak ada yang jelek. Insya Allah akan menemukan jodohnya. Namun saat pandemi ini kita juga harus berpikir ulang untuk menerbitkan secara mayor karena banyak penerbit yang lesu karena pasaran buku saat ini mengalami penurunan drastis.

Dengan keadaaan saat ini menerbitkan buku  dengan indie atau independen adalah cara yang tepat. Menerbitkan buku dengan biaya sendiri. Banyak kok yang bukunya laris manis tidak kalah yang diterbitkan secara indie. Ya asal tahu pemasaran dan kita juga mengutamakan kualitas buku agar menarik perhatian pembaca.

Sebagai penulis pemula tak ada jeleknya tahu proses penerbitan secara indie. Kita harus mampu mempersiapkan diri agar proses penerbitan buku berjalan lancar baik karya. Kita harus selektif mencari penerbit. Banyak juga lho yang abal-abalan tetapi banyak juga yang amanah untuk menerbitkan buku. Oleh karena itu kita harus tahu betul penerbit indie yang benar-benar sesuai keinginan penulis. Jangan lupa kita perhitungkan juga tentang kualitas buku baik cover, kertas, layout, dan tak lupa biaya penerbitan maupun cetak. Banyak kok referensi di medsos. Sekali lagi kita wajib waspada tetapi jangan takut menrbitkan buku.

Nah, setelah panjang lebar saya bercerita tentang penerbitan, ada kelas menulis bersama Omjay yang menghadirkan seorang penulis hebat yaitu Bapak Thamrin Dahlan. Yang menarik perhatian bahwa kita bisa menerbitkan buku secara gratis. Benarkah? ikuti cerita berikut ya Bapak Ibu.

Siapa sebenarnya Bapak Thamrin Dahlan? Beliau adalah kombes Pol( purn), Dosen Akper Polri, D3 Akper Palembang, S1 Pasca Sarjana UI, Blogger, penulis,  dan telah menerbitkan 31 buku. 


Wohh bukunya banyak sekali ya? Penulis produktif tersebut mempunyai yayasan yang  bergerak dalam literasi. Mari kita simak profil beliau. 

Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan  (YPTD) didirikan atas inisiatif Bundo Kanduang (Almh) AKBP (P) Hj. Husna Darwis binti Hj. Dahlan, SH. Beliau seorang Mantan Polisi Wanita dan Notaris yang ber kantor di Bogor memiliki keinginan kuat untuk meningkat kan kegemaran membaca dan menulis keluarga besar Petokayo dan masyarakat.  Niat tersebut diwujudkan dalam bentuk mendirikan Perpustakaan Kasidah di Jambi tempat dibesarkan untuk masyarakat umum Tempino dan sekitarnya. Almarhumah Bundo Kanduang memiliki koleksi buku yang cukup banyak terdiri dari berbagai Ensiklopedia dan Majalah Intisari serta buku buku hukum serta buka agama.  

Semua buku tersebut disimpan di Perpustakaan Husna di Perumahan Taman Cimanggu Bogor. Sebelum wafat Uni Husna mewasiatkan dan mewakafkan sebagian dana untuk kegiatan Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan yang fokus menerbitkan buku ber ISBN Tanpa Biaya. YPTD bergerak di bidang sosial kemasyarakatan khususnya  bidang pendidikan.   YPTD fokus membantu para penulis menerbitkan buku ber lisensi Barcode ISBN Perpustakaan Nasional Tanpa  Biaya.

Kegiatan ini dilakukan mengingat selama ini para penulis terkendala dalam menerbitkan buku karena tidak diterima oleh Penerbit Major (besar)  sedangkan Naskah Buku sudah tersedia.  Disamping itu keinginan menerbitkan buku secara indie (pribadi) melalui perusahaan jasa penerbit  memerlukan biaya yang cukup besar.  Oleh karena itu  YPTD bertekad membantu para penulis memiliki master buku sebagai Mahkota seorang Jurnalis.  Sejak kegiatan dicanangkan  pada tanggal 19 Agustus 2020 YPTD telah membantu menerbitkan 36 Buku para penulis.   Tentu saja  kegiatan ini merupakan bagian tak terpisahkan  turut serta dalam upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas Literasi Indonesia.

Dasar Hukum

Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD) didirikan berdasarkan : Akte Notaris PPAT Titin Etikawati, SH, M. Kn  dan  Keputusan Menteri Hukum dan Hak Azazi Manusia Republik Indonesia Nomor  AHU-0013926.AH.01.12. Tahun 2019 Tanggal 29 Juli 2019.  Alamat : Kantor YPTD : Perumahan Bumi Harapan Permai (BHP) Jl. Bumi Pratama VIII Blok A 23Kelurahan Dukuh – RT 06 RW 06 Jakarta Timur Kode Pos 13550, Telp. : (021) 87799665  Hp : 08169932527. Email :  thamrindahlan@gmail.com Website YPTD : terbitkanbukugratis.id. NPWP : 954979498009000. Rekening Bank an. Bendahara YPTD Enida Busri SKM, S,Kep

Bank Rakyat Indonesia (BRI) No. Rek : 093201040485532

Nilai – Nilai : Kemuliaan, kejujuran, transparan, akuntabel, kebersamaan, kemanusiaan, legacy, peduli, literasi Indonesia, buku adalah Mahkota Penulis

Visi : Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan komitment melaksanakan kegiatan bidang pendidikan dalam bentuk peran serta aktif meningkatkan kualitas dan kuantitas Literasi Indonesia fokus menerbitkan buku ber Lisensi Barcode ISBN Perpustakaan Nasional Tanpa Biaya

Misi : 1. Membantu para menulis menerbikan buku ber ISBN tanpa biaya

1.    Menyelenggarakan Pelatihan Menulis

2.    Menggerakkan kegiatan menulis melalui website YPTD terbitkanbukugratis.id

Motto :  Penasehat Penakawan Penasaran

Organisasi : Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan merupakan Amanah Bundo Kandung Petokayo AKBP (P) Hj. Husna Darwis binti H. Dahlan, SH Notariat (Almarhumah)

Pengurus

Pembina          : M Yahya Dahlan

Ketua              : H. Thamrin Dahlan, SKM, M.Si

Sekretaris        : Renditthya Ramdan Fikiri, S, Hum

Bendahara       : Hj. Enida Busri, SKM, S, Kep

Anggota          : Aditya Husada. SE

  Amalia Muflihat, S.Hum

                          Fauzan Hamidi, SE

Komisaris     :    Ir. Erdonis

                          Marlisa, SH.  M.Kn

                          Ria Kemala SE

Mekanisme Kerja:  Gerakan menerbitkan buku ber – ISBN tanpa biaya dimulai ketika 20 orang penulis bermusyawarah di Cooffe Tofee Margonda Depok 19 Agustus 2020. Merupakan hari bersejarah ketika Gerakan ini mendapat dukungan sepenuhnya dari teman teman penulis. Para Penulis segera men-sosialisasi-kan Gerakan Terbitkan Buku Gratis  di media sosial baik di kompasiana.com, Facebook.com maupun di kanal  jaringan internet masing masing.  Seketika tanggapan dari para penulis yang telah mempunyai sedemikian banyak tulisan namun belum dibukukan cukup ramai masuk ke YPTD. Informasi terbitkan buku gratis semakin marak ketika website YPTD yang di desain oleh sobat Nuryadi beralamat : terbitkanbukugratis.id di launching 25 Agustus 2020. Media komunikasi antara penulis YPTD intens melalui Whats App Group terbitkanbukugratis.id. Mukti Ali merupakan penulis pertama yang bukunya berjudul kenapa Orang Arab Tidak Suka Sendok diterbitkan YPTD.

 Program Menerbitkan Buku :

Program A : Penulis telah mempunyai naskah buku segera  kirim ke email thamrindahlan@gmail.com

Program B : YPTD menerbitkan Buku dari Para Penulis posting di website terbitkanbukugratis.id setelah terkumpul naskah 150 – 200 halaman.

Program C : Penulis posting di website YPTD terbitkanbukugratis.id sampai 40-50 artikel kemudian buku diterbitkan YPTD

Proses  Penerbitan Buku : YPTD menerima Nahkah Buku Penulis via email thamrindahlan@gmail.com lengkap dengan Judul, Daftar Isi, Cover depan belakang Buku dan Kata Pengantar.

Ketentuan Standard baku Buku terbitan YPTD : Ukuran A5, Font 12, Margin 1.5/1/1/1, Huruf Times News Roman, Spasi 1.5, Ketebalan 150 – 200 Halaman.  Tahapan selanjutnya setelah naskah memenuhi standard baku, Admin YPTD setiap hari Senin mengajukan permohonan Lisensi Barcode ISBN (International Standard Book Number) ke Perpustakaan Nasional. Setelah Barcode ISBN di keluarkan Perpustakaan Nasional,  Admin meng - informasi kan kepada para penulis melalui  WA Group terbitkan buku gratis agar para penulis melakukan editing atau persiapan buku sebelum naik cetak.

Admin YPTD menyiapkan Kata Pengantar Penerbit, Halaman Judul dan Nomor Urut terbit serta Barcode ISBN. Penulis memasukkan point (4) ke dalam buku yang akan diterbitkan. Selanjutnya setiap hari Rabu 2 (dua) pekan sekali Admin YPTD mencetak buku. Seluruh biaya cetak ditanggung YPTD.  Rata rata biaya cetak buku Rp 250.000 (dua ratus lima puluh ribu rupiah) per judul. Buku dicetak  di Buring Digital Print Jalan Magonda Raya 393 Pondok Cina Depok. Setiap Judul Buku dicetak 5 buah dengan aturan distribusi. 2 buku untuk Perpustakaan Nasional. 1 buku untuk Penulis berikut soft copy (flash disk). 1 buku untuk Penyandang Dana. 1 buku untuk YPTDBuku untuk Penulis berserta soft copy dikirim by logistic transportation.  Secara resmi seorang Penulis memiliki Mahkota ketika telah memiliki Buku Perdana. Seandainya  ingin memperbanyak buku untuk dipromosikan kemudian dijual atau untuk hadiah Penulis bisa mencetak buku secara mandiri menggunakan soft copy di percetakan mana saja.

Buku -buku untuk sponsor akan dikirimkan ke alamat by Go Send sesuai  jumlah buku ke alamat Penyandang Dana berserta ucapan terima kasih telah mendukung Gerakan Menrbitkan Buku ber ISBN Tanpa Biaya. Setiap hari Rabu 2 bulan sekali YPTD menyerahkan secara langsung Buku Buku yang telah diterbitkan ke Perpustakaan Nasional sesuai Regulasi ISBN.  Buku- buku para penulis menjadi milik dan koleksi Negara tersimpan abadi di Perpustakaan Nasional.  2 Pekan sekali YPTD minimal mencetak 10 buku sehingga target  menerbitkan 200 buah buku selama satu tahun sampai 29 Juli 2021 tercapai.

Benar-benar menakjubkan yayasan Bapak Thamrin Dahlan ini. Berliterasi sambil menggerakkan amal jariyah yang terus mengalir. Insya Allah akan dicatat  sebagai amalan kebaikan oleh Allah. Oleh karena itu saat menulis ini hati ini tergerak ingin juga menerbitkan di tempat beliau. Semoga saja. Niat baik akan dikabulkan oleh Allah. Aamin.

Berikut kesimpulan yang disampaikan Bapak Thamrin Dahlan.

1. YPTD Turut berperan Serta Mengorganisir Gerakan Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Literasi Indonesia fokus menerbitkan buku.  Buku adalah Mahkota seorang Penulis. Secerdas dan sepintar apapun seseorang apabila belum menulis apalagi menerbitkan buku maka ilmunya akan hilang sia sia.

2. Komitmen Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan membantu para penulis dari berbagai profesi untuk memiliki Buku ber Lisensi ISBN Tanpa Biaya perlu dukungan semua pihak. 

3. Bersama kita bisa membantu Pemerintah Republik Indonesia dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui profesi masing masing.  Membaca kemudian menulis  adalah kegiatan mulia,

4. Menerbitkan buku muara dari menulis.  Kehadiran penulis abadi sepanjang masa ketika Bukunya menjadi asset Negara ter… Menerbitkan buku muara dari menulis.  Kehadiran penulis abadi sepanjang masa ketika Bukunya menjadi asset Negara tersimpan di Perpustakaan Nasional.

Sebuah ilmu yang amat bermanfaat bagi kita. Yang lebih utama adalah ketulusan berbagi kebajikan kepada para penulis. Luar biasa. Perlu diapresiasi dengan acung jempol. Semoga Yayasan Bapak Thamrin bisa menjadi jembatan untuk para guru menerbitkan buku. Sukses selalu Kelas Menulis gelombang 16. Sukses PGRI bersama OmJay. Salam litersi.

Ambarawa, 19 Oktober 2020

Budiyanti Anggit

 

 

Minggu, 18 Oktober 2020

MENGELOLA BLOG BERSAMA Mr. BAMS

 


Oleh : Budiyanti Anggit

Asalamuallaikum Bapak Ibu Blogger. Salam Bahagia 

"Bukan ilmu yang seharusnya mendatangimu, tapi kamu yang seharusnya mendatangi ilmu," 

                                                (Imam Malik)


Menuntut ilmu itu sepanjang hayat. Kitalah yang seharusnya mencari ilmu bukan menunggu ilmu itu datang. Sebagai seorang penulis harus mau belajar. Tak ada kata terlambat untuk belajar. Menulis butuh keterampilan. Hal ini bisa kita latih dengan rajin menulis. Apa jadinya kita belajar tanpa mempraktikkannya. Kita bisa berlatih meenulis lalu share di grup WA, Fb, Insatagram atau blog keroyoan seperti gurusiana, kompasiana. Nah, selain itu mempunyai blog sendiri lebih bagus. Layaknya mempunyai rumah sendiri. Agar rumah rapi, bagus tentu saja harus sering ditata dengan baik. Salah satu agar blog baik harus dikelola dengan baik pula.

Dengan menuliskannya di blog, kita dapat mendokumentasikan segala tulisan kita. Alhamdulilah saya dipertemukan grup menulis bersama Omjay yang mewajibkan anggota untuk membuat resume yang diposting di blog. Sebuah tantangan bagi saya yang sudah lama membiarkan blog mangkrak sampai berlumut. Sedikit demi sedikit blog pun terisi dan tidak berdebu lagi. Namun, blog yang saya punyai tampaknya belum maksimal. Maklum harus belajar lagi agar lebih baik. Adakah teman-teman yang bisa bantu?

Menjadi kebahagiaan ketika tulisan hasil resume dibaca oleh bloger lain. Apalagi diberi masukan atau diapresiasi dengan penuh semangat. Bahagia deh. Kalau sudah begitu, saya pun bergantian memberi komentar pada blog sesama anggota grup. Ya, kata Omjay kita harus walking blog. Dengan walking blog kita jadi tahu blog teman dan saling mengapresiasi. Selain itu ada silaturahmi antaranggota. Seru deh.

Kehadiran Mr. Bams dalam kelas menulis gelombang16 pada hari Jumat, 16 Oktober 2020 malam adalah waktu yang tepat. Sang blogger dan literat sejati ini telah menjawab keresahan saya selaku bloger yang masih dangkal ilmu. Hal ini tentu menjadikan anggota lebih mantap untuk mengelola blog. Apalagi bagi pemula. Mrs, Bams pun mengawali materi setelah kelas dibuka oleh moderator Ibu Aam.

Siapakah sebenarnya Mr. Bams. Beliau yang bernama Bambang Purwanto ini mempunyai seabreg prestasi. Menjadi kebahagiaan tersendiri jika ilmu yang disampaikan bisa menjadi inspirasi para peserta kelas. Saya benar-benar salut dengan Mr.Bams. Selain sebagai blogger beliau adalah seorang yang mampu menularkan virus literasi di sekolah, masyarakat dan keluarga. Ketiganya bisa berjalan lancar. Jempol Mr. Bams. Tak salah lagi jika beliau mendapatkan prestasi yang luar biasa. Mari kita lihat gambar berikut.




Sebuah prestasi yang luar biasa diraih oleh Bapaknya Salwa, pendongeng dan literat sejati. Berbagai penghargaan diraih dengan sempurna karena meraih juara berbagai macam dalam sebarkan virus literasi dalam wadah TBM di Bandung. Mulailah Mr. Bams bercerita awal mula menulis di blog. Beliau berbagi pengalaman yang pernah beliau alami dibagikan pada grup guru menulis saat ini adalah pengalaman menulis dalam blog. Hal itu dikarenakan seringnya membuat blog  yang berwal dari saat menjadi wali kelas, guru mata pelajaran, pengelola organisasi. Kini beliau seorang blogger ternama. Banyak yang belajar blog pada beliau. Berikut blog yang pernah dibuat Mr. Bams.. 

http://literasi.smp.tarunabakti.sch.id/kalimat-bahagia-siswa-tahun-pelajaran-2019-2020

https://youtu.be/ERfPc1VcRho



Blognya dan youtubenya keren ya. Kapan ya bisa blog bagus seperti Mr.Bams. Dan yang lebih terkesan adalah ada blog yang berisi sangat inspiratif yaitu kalimat bahagia yang terus digerakkan lewat blog. Setiap hari beliau menulis kalimat bahagia dalam blog. Kalau tidak salah setiap malam sebelum tidur. Semuanya berisi kalimat bahagia yang dirasakan tiap hari. Benar-benar luar biasa. Saya yakin dengan menyebarkan virus kalimat bahagia ini bisa menjadikan hirup orang lain dan dirinya sendiri bahagia. Mr. Bams memulai kalimat bahagia bersama keluarga. Bahagia bisa diciptakan. Hal tersebut telah ditularkan pada sekolah juga. Pantas jika GLS di sekolah Mr. Bram super keren literasinya. Patut dicontoh nih. 

Menurut Mr. Bams, blog akan menjadi media untuk tulisan-tulisan kita. Tulisan dalam blog  bisa berisikan pengalaman kemudian hobi juga pekerjaan atau latar belakang hidup. Kita punya punya latar belakang kehidupan bisa diceritakan di blog. Jadi grup menulis bisa jadi ajang untuk belajar menulis di blog. Kini grup kelas menulis bersama Omjay  ini amat bagus karena ada kewajiban untuk menulis tiga kali dalam seminggu. Ada peningkatan yang siginifikan untuk peserta kelas.

Blog Mr. Brams ada yang menarik perhatian yaitu menulis kalimat bahagia. Kalimat bahagia yang ditulis di blog tersebut  kemudian di-share di web kemudian di grup menulis,  di Instagram,  dan share di Facebook (Facebooknya Bambang Ayah Salwa). Ada juga di podcast di spotify. Semua dilakukan ini sesungguhnya dalam rangka juga mengembangkan gerakan literasi yang ada. Sekarang gerakan literasi itu sudah ada gerakan literasi nasional kemudian gerakan literasi sekolah, gerakan literasi masyarakat, gerakan literasi keluarga.

Setiap gerakan literasi ini mencoba untuk  melibatkan diri seperti di Gerakan Literasi  di sekolah Mr.Bams juga mempunyai  taman bacaan masyarakat TBM Lebakwangi. Kemudian di rumah juga ada gerakan literasi keluarga. Bagaimana kita bisa menstimulus dan membuat kalimat- kalimat bahagia. Di rumah Mrs Bams mempunya program setiap Sabtu itu berbagi kata semangat Mr.Bams, istri dan anak beliau selalu berbagi satu kata. Jadi setiap hari Sabtu itu saling memberikan satu kata.  Setiap hari Jumat, Mr. Bams berliterasi dengan mengecek bacaan Alquran pada putrinya. Untuk mengetahui sampai surat apa, ayat keberapa. Kemudian dicatat oleh Mr. Bams  sebagai kepala keluarga.  

Bagaimana mengelola blog?

Mengelola blog menurut Mr. Bams sebaiknya memang kita harus mau belajar tekun kemudian rajin berlatih dengan sabar. Contohnya, ketika misalnya mendapatkan kesulitan. biasanya kita langsung berhenti jarang posting. Contoh lain, saat mengetahui bahwa  WordPress kok ribet banget. Kita harus tetap patah semangat. Intinya mau belajar. Semua butuh proses. Kalau mau belajar pasti bisa. Alah bisa karena biasa. Benar kok.  Kita harus konsisten untuk terus belajar dan konsisten untuk terus menulis. Harapan Mr. Bams semoga blog yang kita kelola itu akan menunjang  untuk membuat buku atau  aktivitas pada saat kita mengajar

Mrs Bams saat itu ditemani  Mario Teduh ya sebagai motivator. Mario Teduh bukan Mario Teguh lho. Beliau menyampaikan bahwa menulis itu dilakukan dengan riang gembira. Lakukan dengan sukacita. Apapun yang bisa ditulis ya tulis saja. Apalagi jika kita sudah  punya blog,  posting apa saja di blog kita sehingga blognya bisa makin ramai. Semoga dengan ilmu ini kita semakin aktif meninggalkan jejak di blog dan bisa mengelolanya lebih baik. Aamiin. 

Yang ingin belajar membuat blog bisa menghubungi Bapak Bambang Purwanto. 

 

Ambarawa, 18 Oktober 2020


 




Kamis, 15 Oktober 2020

MENULIS PRODUKTIF ALA BU KANJENG


Oleh : Budiyanti Anggit

Ketika ada informasi dari Omjay bahwa pengisi kelas online menulis gelombang 16 bersama Bu Sri Sugiastuti, hati langsung berbunga-bunga. Ya, bisa menjadi pelepas rindu dengan Beliau. Lama sekali kami tidak saling jumpa karena adanya corona. Alhamdulillah bisa jumpa walaupun dalam dumay.

Kala awal berkenalan saya sudah kesemsem atau tertarik dengan kiprahnya yang luar biasa dalam dunia literasi. Pada usia senja beliau masih terus sebarkan literasi dan terus berkarya. Benar yang disampaikan Omjay bahwa Bu Kanjeng adalah motivator, inspirator hebat, yang telah membangkitkan semangat  untuk menulis.

Bu Aam, moderator telah membuka dengan salam dan menyampaikan bahwa  pertemuan dibagi dua sesi, sesi pertama yaitu materi. Sesi 2 yaitu tanya jawab. Kemudian mempersilakan Bu Kanjeng untuk memulai kelas menulis.

Suara merdu Bu Kanjeng saat mengawali acara. Kemudian  mem- posting beberapa  buku karyanya sebelum pandemi yang kebetulan ready di rumah.  Buku antologi dan buku karyanya berupa buku memoar, motivasi dan kumpul artikel. Karya Bapak Ibu hebat saat Belajar Menulis bersama Bu Kanjeng. Tentu saja beliau merasa bersyukur karena apa yang menjadi niat Omjay mengajak guru untuk bisa menulis dan menerbitkan buku itu berhasil.

Itu semua karena Bu Kanjeng dimudahkan Allah untuk bisa berbagi, bersilaturahmi dan berkolaborasi. dengan Bapak Ibu yang baru tergugah hatinya untuk berliterasi. Kemudian mimpinya bisa teewujud menjadi penulis PAK-nya lancar dan menjadikan menulis dan membaca sebagai gaya hidup. Bersama Omjay beliau terus menghasilkan karya bersama dari hasil resume saat belajar bareng lalu dijadikan antologi.

Menurut Bu Kanjeng langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menjadi seorang penulis adalah :

1.  Banyak membaca. Apa yang kita baca amat menentukan gaya kepenulisan kita.

2. Mencoba menulis di komputer, buku harian, ataupun di media sosial seperti facebook, dan juga blog. Semakin banyak menulis maka kita semakin mengasah kemampuan kita untuk menulis.

3.  Mengirimkan tulisan ke media cetak atau  ke penerbit buku

4. Teruslah menulis. Jika naskah ditolak atau sudah pernah diterbitkan, teruslah menulis. Kembangkan terus kemampuan menulis dan perbanyak karya-karya.

Kedispinan amat penting dalam menulis. Dengan kediplinan, kita akan menghasilkan karya.. Ketika punya ide, jangan menunda untuk menyelesaikan tulisan tersebut. Ada beberapa tips agar agar disiplin menulis dengan memuat kerangka tulisan (outline), membuat target/dead line, fokus menyelesaikan tulisan, reward & punishment, memilih Judul yang Menarik, sesuaikan dengan tema tulisan. Sebelum membuat judul yang menarik, buatlah judul tersebut sesuai dengan tema tulisan. Buat judul dengan kata yang mudah diingat. Buatlah judul yang membuat orang penasaran untuk membaca isinya.

Setelah tahu tips disiplin menulis, kita harus juga cara mencari ide. Ide adalah hal penting dalam berkarya. Untuk membuat sebuah tulisan membutuhkan ide. Berikut adalah beberapa tips mencari ide aadalah, bacalah sebanyak mungkin buku, refreshing.  Pergi ke tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi untuk menyegarkan otak  dari rutinitas. Tulis apa yang bisa  tulis Jika belum mendapatkan ide, cobalah. Cari referensi dari berbagai media. Gunakan cara ATM (amati, tiru, modifikasi).

Jika naskah sudah jadi kita merancang untuk mengirim naskah ke penerbit.  Sebelum kita mengirimkan naskah ke penerbit, ada beberapa hal yang harus diperhatikan:

1.         Siapkan naskah yang rapi

2.         Pilih penerbit yang sesuai dengan jenis naskah.

3.         Perhatikan tata cara pengiriman dan ketentuan mengirim naskah ke penerbit yang bersangkutan. Misal, ada penerbit yang hanya menerima naskah dalam bentuk cetak, ada pula penerbit yang menerima naskah dalam bentuk file lewat email. Dalam ketentuan pun biasanya penerbit berbeda-beda. Misalkan untuk penerbit tertentu mensyaratkan naskah 10-15 halaman, kemudian ketentuan margin, dan ketentuan lain sebagainya.  Kirimkan naskah beserta sinopsis.

 

Berikut ini tips menulis dan cara menerbitkan buku dari Ibu Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd atau biasa disapa Bu Kanjeng.

1. Tips Menjadi Penulis. Banyak membaca. Penulis membutuhkan ide atau gagasan, dan ide atau gagasan itu banyak kita dapatkan dari membaca. Mencoba menulis. Tuliskan saja apa yang ingin tuliskan, bahkan ketika tidak punya ide sama sekali kita bisa menulis cerita bahwa kita sedang tidak punya ide.

2. Tips Disiplin Menulis. Buat kerangka tulisan. Hal ini perlu agar tulisan memiliki arah dan target. Buat target berupa ; Kapan kita akan menyelesaikan tulisan. Jika perlu buat tabelnya berapa halaman per hari. Fokus pada target yang akan dibuat, jangan tergoda oleh godaan-godaan yang membuat menunda menyelesaikan tulisan Anda.

3. Tips Memilih Judul yang Menarik.

 

Selanjutnya kelas dibuka dengan tanya jawab. Tak diduga bahwa Bu Kanjeng kebanjiran pertanyaan. Peserta kelas antusias bertanya. Yang dapat saya rangkum adalah

1.      Agar sukses menerbitkan karya karena sadar potensi diri dan senang berteman.

2.      Agar bisa konsisten tak ada jeleknya kita punya komunitas yang punya misi dan visi sesuai passioan.

3.      Agar istiqomah menulis kita ikuti ilmunya Pak Dr. Ngainun yaitu menulis dengan dicicil.

Masih banyak hal yang menjadi inspiratif bagi kita agar bisa sehebat bu Kanjeng.  Siapa pun motivatornya semuanya kembali pada diri kita sendiri. Kita harus bisa menjadi motivator diri sendiri dengan meluruskan niat. Semoga kita akan terus bisa meneladani semua kisah dan semangat Bu Kanjeng. Jangan kalah dengan Bu Kanjeng dengan usianya yang sudah senja tetapi semangatnya luar biasa.

Salam Guru Blogger

Ambarawa, 15 Oktober 2020

 


Selasa, 13 Oktober 2020

VIDEO PEMBELAJARAN YANG MENYENANGKAN


Oleh : Budiyanti Anggit

Malam makin merambat. Tak terasa pertemuan keempat sebentar lagi hadir sementara aku sedang memanjakan diri dengan pijat terapi badan agar otot-otot kendor. Entah kenapa punggungku rasanya kaku. Sesekali kutengok jam bututku sambil menikmati pijitan dari alat yang disediakan jasa pijat terapi. Pas pukul 19.00 terapi selesai. Kubuka HP-ku. Kelas menulis gelombang 16 sudah mulai. Hati agak gusar karena tidak bisa mengikuti dari awal. Namun, sesampai di rumah kuikuti pelan-pelan kelas menulis yang super keren ini.

Materi pertemuan keempat beda sekali dengan materi sebelumnya yaitu tentang menulis. Kali ini membahas tentang content creator. Kelas diawali dengan sapaan Bu Kanjeng yang suaranya merdu dilanjutkan dengan suara narsum yaitu Bapak Hamzah Ramadhani.

Hati berdecak kagum ketiga bubaca biodata narsum, Pak Hamzah. Guru muda yang lahir di Morowali, 22 Juni 1986 dan mengajar di SMPN Bumi Raya, Kab. Morowali, Sulteng ini mempunyai segudang presatasi. Apa sih prestasinya? Ini dia…

Sebagai  Juara 1 Gurpres tingkat provinsi 2017 dan Finalis Gurpres Nasional 2017 ;  Duta Rumah Belajar 2019 ; Pendamping Guru Penggerak ; Instruktur Nasional kegiatan2 Rumah Belajar;  Juara 2 Inovasi Pembelajaran Masa Pandemi tingkat Provinsi Sulteng 2020 dan  Konten Kreator. Benar-benar luar biasa.

Sepertinya aku benar-benar penasaran walaupun hati agar ragu apakah bisa ya mengikuti pembuataan vedio pembelajaran. Maklum guru tua hee. Namun, segera kutepis karena rasa ragu. Ingat kata Bu Kanjeng bahwa belajar tak mengenal usia. Rasa ragu berubah dengan rasa penasaran karena sebenarnya aku pengen juga seperti guru lain untuk bisa membuat vedio pembelajaran. Seperti yang pernah disampaikan OmJay bahwa pembelajaran masa pandemi saat ini baiknya dibuat yang menyenangkan.  Cara inilah salah satu cara agar guru kreatif dan siswa suka dengan video pembelajaran.

Materi awal guru muda berprestasi ini menampilkan video yang menarik yaitu tentang  Sistem Gerak pada Hewan Tumbuhan dan video kedua tentang Perkembangbiakan Hewan Teknologi Perkembngbiakan Hewan dan Tumbuhan. Seperti dalam link berikut. 

https://youtu.be/PSJ2wA5LVD0

Selanjutnya Video yang kedua berikut https://youtu.be/1J2mCcpSOwY

Para peserta kelas disuruh menganalis. Tak kuduga banyak yang merespon, diantaranya

Video 1: Suara jelas, animasi bergerak menarik, tulisan materi memperjelas konten, sehingga makin menarik. Video 2: Suara kurang jelas, namun kita bisa melihat pengajar sehingga seperti bertatap muka. Konten dan gambar juga sangat menarik.

Pak Hamzah pun menjelaskan langkah-langkah membuat video pembelajaran antara lain :

1. Analisis KI-KD

2. Memilih indikator yang akan dibuatkan video pembelajaran

3. Mengumpulkan aset video

4. Proses perekaman

5. Editing video pembelajaran

6. Review dan revisi

Beberapa peserta pun menganalisis antara lain,  Sistem gerak pada hewan bersesuain dengan di mana hewan tersebut hidup dan beradaftasinya. Tata letak yang ditampilkan Pak Ramdhani sungguh sangat menarik dengan creator seperti itu memberikan daya rangsang ingin tahu terutama siswa itu sendiri, dan kita pesrta belajar menulis gelombang 16 ini diajak melayang-layang mengigat ingat pelajaran IPA yang pernah kita pelajri dulu ketuka masih SMA. Apalgi animasi yang ditampilkan sungguh bagus.

 

Sedangakan pada video 2 menampilkan keunggulan yang menarik di mana guru bisa tampil bersamaan dengan munculnya video tersebut. Proses Pembuatan video 1 lebih mudah dibandingkan video 2. Karena video 2 harus melalui proses perekaman dimana gurunya tampil d depan kamera.

Kelebihan video 2 seperti analisis beliau, siswa seakan bertatap muka dengan guru.

Video tersebut berisikan suara serta animasi tulisan dan gambar. Suara pada video ini sangat jernih, demikian juga gambarnya sangat jelas sekali, dan gambar-gambar yang dihadirkan memberikan sumber gambar tersebut, hal ini sangat bagus, karena memang semua sumber dari pembelajaran kita harus dicantumkan sumbernya sehingga  terhindar dari plagiasi. Tatta letak gambar dan tulisan cukup komunikatif, dan suara music juga hanya sebagai pembuka atau penutup saja , jadi tidak menggangu proses transformasi ilmu dalam video tersebut.

video kedua , narator sekaligus sebagi pengajar dengan seting seperti mengajar didalam kelas dan bukan hanya menggunakan animasi untuk menyajikan materinya, melainkan menggungakan video dari kehidupan sehari-hari

Pendapat lain, video pertama luar biasa  layaknya dibuat oleh profesional. Dilihat dari tata letak dan warnanya sangat menarik untuk ditonton movement-nya sangat mulus, tehnik dubbingnya juga begitu luwes enak didengar. Tentang konten materi tentu si pembuat video sangat menguasainya. Luarbiasa dari yang g dihasilkan seorang guru. 

Aset video merupakan objek yang berisi informasi-informasi yang dibutuhkan dalam video. Aset dapat berupa foto, gambar, atau video.

Untuk mendapatkannya ada beberapa cara

1. Melalui google

2. Melalui freepik.com

3. Melalui Youtube

k Hamzah juga memberi tutorial video pembelajaran menggunakan HP. Wah menarik sekali. Guru pun amat terbantu sekali. Semoga aku pun bisa mempraktikannya. Terima kasih Pak Hamzah, Bu Kanjeng dan tak lupa Omjay atas kesempatan mengikuti kelas menulis ini. 

Berikut link video https://youtu.be/wcTTPZTzpJA

Tak terasa waktu bergulir indah. Saatnya kelas menulis usai. Ilmu yang berarti saat pembelajaran jarak jauh. Para siswa tidak jenuh dengan daring yang membosankan. Guru pun tergerak untuk belajar. Semoga aku pun bisa mempratikkannya. Aamiin

Salam Guru Blogger.

Ambarawa, 13 Oktober 2020