Minggu, 19 Maret 2023

MUDAH MENULIS PEMBUKA CERITA PENDEK

 


Masih banyak di antara kita masih ragu untuk menulis cerita.  Sebenarnya jika diniati dengan sungguh-sungguh dan mau belajar dengan mempraktikkan serta sering membaca cerita pasti bisa. Kuncimya ya mencoba dan jangan takut salah.

Apa saja sih yang harus dipersiapkan untuk menulis cerita fiksi berbentuk cerpen, novel atau non-fiksi berbentuk cerita seperti cerita inspiratif. Kita bisa menyebutnya faksi ( fakta tetapi ditulis layaknya fiksi.

Beberapa waktu lalu saya mengamati bahwa masih banyak yang belum maksimal menulis faksi, cerita inspiratif atau cerpen. Oleh karena itu pada kesempatan ini saya berusaha memberi materi secara bertahap.

Beberapa hal yang harus dipelajari saat menulis cerita adalah

1.      Menentukan ide.

Ide itu ada di mana- mana. Yang tak akan habis adalah pengalaman diri sendiri. Selanjutkan kita bisa menangkap ide dari luar. Kita bisa melihat kejadian orang lain. Curhat teman, saudara. Bisa juga kita mencari ide saat sendirian, atau membuka foto-foto lama, menonton film dan lain sebagainya. Segera tangkap ide tersebut. Agar tak hilang segera kita catat. Jangan sampai lepas.

 

2.      Membuat draf cerita/ kerangka cerita

Langkah ini penting sebagai pedoman saat menulis. Mau dibawa ke mana cerita kita. Walaupun nantinya ada yang tidak sama persis dengan kerangka, setidaknya kita tahu alur cerita.

 

 

 

 

3.      Pembuka Carita yang Nendang. 

Kebanyakan orang masih bingung untuk mengawali cerita baik fiksi maupun cerita inspiratif. Bingung mau memulai dari mana. Padahal kita tahu bahwa pembuka cerita merupakan titik tolak pembaca akan meneruskan membaca atau tidak.

Kalau awal cerita sudah menarik dan bikin kepo, maka orang tak ingin beranjak meninggalkan bacaannya hingga selesai . Sebaliknya jika awal cerita  kurang menarik, membosankan, atau bertele-tele, pembaca akan meninggalkannya.

Jika kita mengirimkan naskah ke penerbit, perlu kita ketahui bahwa editor penerbit tidak mungkin akan membaca keseluruhan novel tetapi akan membaca awal cerita. Biasanya bab awal. Jika tulisan di awal sudah menarik dan greget, maka itu sudah mencuri hati editor.

Jadi, bagaimana sebaiknya?

Awali cerita yang membuat pembaca penasaran dengan isi cerita. Istilah lain awal cerita harus NENDANG

Buatlah awal cerita yang menjadikan pembaca ingin tahu cerita selanjutnya. Awali yang nendang. Selain itu awal cerita jangan terlalu banyak bertele-tele.

Apalagi awal cerita terlalu banyak menggambarkan setting cerita atau terlalu banyak kata yang tidak penting.

 

Contoh :

Pada suatu hari ketika matahari terbit di sebelah timur .

Kalimat ini jelas kurang pas. Pembaca sudah tahu bahwa kalau dari zaman dulu matahari terbit sebelah timur. (heee)

Ketika mentari pagi bersinar terang, embun pagi menetes bening dan angin bertiup kencang seolah bla…bla ( ini namanya pemborosan kata) dan membosankan.

Penulis memang dituntut untuk kreatif dalam membuat opening. Mencari sudut pandang yang baru dan unik sehingga pembaca langsung 'ngeh'.

 

Nah Bagaimana baiknya?

 

Ya, jangan bertele-tele. Awal cerita langsung ke permasalahan. Umpama ada setting yang wajar saja.

Contoh :

1.      Hari masih pagi, tiba-tiba pintu rumahku digedor keras oleh orang. Ketika kubuka pintu berdirilah lelaki berbadan besar sedang mengacungkan pistol ke arahku. Matanya nanar menatapku. Badanku gemetar. Aku mundur selangkah, mengantisipasi dan mengkalkulasi waktu.

 

2.      Sudah hampir satu jam aku menunggunya di halte bus sore itu. Hujan disertai petir membuat hatiku makin ciut. Bajuku basah. Bererapa menit ada mobil berwarna hitam berhenti pas di depanku. Pintu mobil dibuka. Mataku terbelalak melihat orang yang keluar dari mobil mewah itu

Selain itu bisa juga diawali dengan dialog. Ingat kita harus paham menulis dialog. Dialog dalam cerita baik cerpen atau cerita lain, jangan ada tanda titik dua seperti dalam drama.

Adi : Kau di mana? ( ini salah)

Awal cerita dengan dialog yang nendang mudah kok.

 

Pyaarr!!?

 

“Masakan apa nih ha!” Aryo membanting piring yang berisi masakan istrinya. Ia tidak suka masakan istri yang itu-itu saja 

Baginya masakan istrinya tak pernah sesuai dengan seleranya

 

Itulah contoh paragraf pembuka yang nendang.

 

Bagaimana Bapak Ibu?

Materi kita sampai di sini dulu. Mohon bapak ibu mencoba. Menulis itu bukan hanya teori tetapi praktik dan praktik. Ingin bisa berenang yang harus mencoba berenang. Selamat mencoba. Ditunggu sampai minggu ini. Terima kasih.

 

                        Ambarawa, 20 Maret 2023

 

 

 

 

2 komentar: