Sabtu, 10 Oktober 2020

MENULIS SEMUDAH UPDATE STATUS

Oleh : Budiyanti Anggit 

Usai salat Isya, kubuka benda pipih hitam kesayanganku. Tak lupa kubuka Web grup WhatsApp yang beberapa hari ini menjadi teman terbaik yaitu grup menulis bersama Omjay. Kelas online bersama Pak Dedi Suhedi atau lebih dikenal dengan Ya’ Dedi Suhedi. Hati berbunga-bunga kala bisa bergabung di grup super keren dengan menghadirkan narsum yang keren menewen. Sebenarnya dulu sudah pernah bergabung, tetapi belum bisa mengikuti dengan baik. Dengan bismilah, aku akan menggoreskan setiap pertemuan dalam blogku. Blog yang lama tak tersentuh. Hanya debu-debu yang lekat di blog sederhanaku. Kini ingin kuukir kembali dengan untaian kata yang siap menghiasai rumah sebagai memori hidupku.  Semuanya berkat semangat dari Omjay dan teman-teman sesama pendidik.

Bapak Ibu, berapa kali sehari Bapak Ibu update status di WhatsApp? sering kan? Sesering kita menikmati hari-hari yang indah. Sesering kita menatap mentari pagi. Hemm terhipnotis dengan tulisan Pak Dedi nih. Tidak apa-apa ya Bapak?

Bagaimana, mudah bukan saat kita update status? Tinggal tulis satu kata atau satu kalimat kirim. Terkirimlah semua status kita ke seluruh teman yang jumlahnya kadang sampai ratusan Seringnya orang membuat status WA karena memang mudah. Itulah bahwa menulis juga semudah menulis status.. Begitulah gambaran yang disampaikan Pak Dedi Suhendi atau sering disapa Ya'Dedi.  Menulis itu semudah update status

Kita tanamkan dalam diri ini bahwa menulis mudah, semudah update status. Misalnya, dari sebuah pengalaman. Apa pun pengalaman Bapak/Ibu pada hari ini tulis saja. Gunakan teknologi untuk menyimpannya. Bisa di laptop, HP, blog, facebook, dan sebagainya. Menulis itu semudah kita mendeskripsikan apa yang kita lihat, apa yang dirasakan. Menulis itu tidak selalu muluk-muluk dan tidak selalu rumit. Menulis itu, sesederhana yang kita lihat. Menariknya, objek yang diperlihatkan hanya satu, namun sudut pandang penulisannya bisa berbeda dari penulis satu dengan penulis lain

Namun, banyak orang yang masih ragu juga untuk memulai menulis. Sibuk, banyak pekerjaan dan beribu alasan lain yang terus menjadi tameng untuk tidak menulis. Satu hal yang perlu diyakini adalah NIAT. Seperti yang disampaikan pembicara sebelumnya Bapak Mukninin, ada niat ada jalan. Kalau sudah ada niat kita harus banyak belajar. Dengan belajar akan banyak ilmu yang akan bersemayam di hati.

Carilah ilmu sebanyak-banyaknya. Semakin banyak ilmu,

kita tak akan menyalahkan orang lain.

 Itulah motto yang disampaikan oleh narsum pertemuan ketiga kelas online. Kunci keberhasilan seorang penulis adalah menciptakan semangat, motivasi, kemauan, usaha, konsistensi. Jangan lupa untuk berdoa memohon kemudahan, bimbingan, kesehatan, kecerdasan, dan seterusnya. Trik selanjutnya mencari teman yang bisa menginspirasi, mendorong, dan memberi semangat. Contohnya, Omjay.

Menulis adalah sebuah keterampilan. Tak ada yang langsung bisa menjadi penulis tanpa latihan yang telaten. Semua yang besar dimulai yang kecil.. Menurut Pak Ya’ Dedi, latihan menulis dapat diawali dengan cara menuliskan tulisan pendek, kegelisahan, sesuatu yang disukai/hobi/minat, pengalaman, keahlian, impian, kebutuhan orang lain. Bisa berupa opini satu paragraf, dua paragraf atau tiga paragraf. Hari berikutnya, bisa ditambah satu paragraf lagi. Hingga menemukan identitas menulis dan menemukan apa yang ingin disampaikan ke dalam lembaran-lembaran.

Jika latihan menulis secara kursus tidak nyaman, bisa dilakukan sendiri. Keuntungan menulis secara pribadi memberikan rasa kepuasan diri. Jiwa di dalam diri lebih bebas, terhindar dari rasa takut. Baik itu takut terhadap persaingan, ataupun rasa takut karena aturan baku dan ketat. Karena salah satu kunci sukses menulis buku adalah mengabaikan segala aturan yang mengikat yang justru melemahkan semangat.

Berbeda jika dari awal tidak terbangun semangat dan terbelengu dengan aturan. Sudah dapat dipastikan, sebelum menuliskan lembar kedua, sudah berhenti di tengah jalan.

Masih menganggap menulis buku itu sulit? Barangkali kita gemar update status di media sosial. Saat kita menulis status, apa yang kita tuliskan berdasarkan apa yang kita rasakan. Entah itu perasaan tentang diri kita sendiri, tentang penilaian terhadap orang lain atau karena bacaan/tontonan yang baru saja dilihat.

Menentukan Topik Tulisan Menulis Buku

Seperti yang dibahas di atas. Saat memulai menulis, hal umum yang dirasa sulit adalah menentukan topik tulisan. Pemilihan topik bisa kita pilih berdasarkan “minat”. Anggap saja, penentuan topik kita ambil sesuai dengan minat kita. Bahkan, ketika kita membaca surat kabar, ada satu paragraf yang menarik hati. Hal yang menarik tersebut bisa dicatat, kemudian tambahi gagasan, ide, sanggahan, menambahi data lain yang diperoleh.

Dari data-data tersebut, cukup tuliskan per kalimat di bawahnya. Setelah semua gagasan, ide, dan yang ingin disampaikan sudah berbaris-baris, tidak ada salahnya untuk keluar sejenak. Minum kopi atau minum teh. Setelah merasa lebih rileks, bisa melanjutkan dengan menambahkan kalimat penjelas di belakang poin-poin yang tadi tertulis. Jika cara itu sulit, menentukan topik bisa dimulai dari menulis kehidupan diri kita sendiri. Barangkali, justru lebih menjiwai. Siapa tahu, hasil dari corat-coret curhat, bisa menjadi novel. Bukankah di dunia ini banyak ketidakpastian? Termasuk ketidakpastian nasib hasil tulisan kita. Karena banyak buku-buku best seller meledak dari karya iseng-iseng ingin menuangkan perasaan dan kegelisahannya.

Jika cara tersebut terasa memalukan dan ingin menulis buku yang lebih serius. Maka, bisa dikemas agar tidak terlihat drama. Kunci dari semua itu, tergantung kreativitas kita mengarahkan tema dan topik bahasan. Misalnya, mencari paragraf yang menarik dari buku yang kita sukai. Kemudian tulis satu paragraf saja, kemudian lakukan pengembangan. Jika trik-trik di atas sudah dilalui, biasanya akan lahir dengan sendiri ulasan yang ingin kita sampaikan.

Teman-teman, jika ingin tulisannya ada roh, perlu penghayatan. Ide yang biasa-biasa saja jika dikemas dengan penghayatan dan penjiwaan pembaca akan muncul emosinya. Emosi, dalam menulis buku menjadi penarik rasa ketertarikan.

Tulisan yang ditulis dengan penghayatan, mampu menghidupkan sebuah tulisan.

Contoh yang menghayati:

Gadis berambut panjang yang selalu mengintai dalam keraguan. Ia ingin selalu memergoki setiap derap langkah pejalan kaki di hadapannya. Keinginannya itu seakan terpancar di raut wajah yang kusam dan lugu. Ia hanya akan mengharap belas kasihan dari sang dermawan.

Contoh tidak menghayati:

Gadis itu mengharap belas kasihan orang-orang yang berjalan kaki di dekatnya.

Dari contoh tersebut, terlihat perbedaannya. Aturan penghayatan penting sekali selama penggarapan sebuah buku. Baik itu buku ajar, buku fiksi, buku motivasi, dan sebagainya. Butuh yang namanya impresi dan seni. Cara tersebut dapat diperoleh dengan banyak cara kreatif. Cara kreatif ada banyak, tidak terbatas. Di mana, setiap orang memiliki kreatif sendiri. Mungkin cara saya menulis kreatif dengan cara saya. Tentu, cara saya tidak bisa diterapkan dengan cara Bapa/Ibu. Misalnya, saya memulai tulisan dengan kata-kata kiasan atau puisi. Contohnya ada di blog saya.

Ini blog yang saya buat juga berkat bimbingan Omjay. Omjay memang seorang inspirator andal. Jangan lupa, menulis juga harus punya tujuan. Misalnya, saya menulis tujuannya untuk ekspresi diri, untuk naik pangkat, untuk hobi, dan sebagainya. Dengan tujuan tersebut, pasti segala cara akan kita gunakan.

Tak Terasa materi yang disampaikan Ya’ Dedi usai. Untaian kata yang benar-benar mengusik kalbu untuk bergerak mewujudkan mimpi menulis buku lagi agar lebih banyak karya yang lahir dariku. Sebuah penyemangat yang membangkitkan kembali angan yang lama diimpikan. Acara dilanjutkan tanya jawab yang dipandu Bu Kanjeng yang super duper juga. Semangatnya tak kalah dengan yang muda.

Satu demi satu pertanyaan dari peserta bergulir menghiasi layar HP. Inilah rangkumannya.

Membangkitkan emosi diri bisa dengan mencari permasalahan. Dengan permasalahan tersebut kita berusaha untuk mencari solusinya. Paling tidak masalah yang dekat dengan kita. Permasalahan tersebut kita analisis dan tuliskan sedikit demi sedikit. Tulisan Pak Made akan menarik karena akan mengundang emosional si pembaca. Hal ini perlu kepekaan dan seni dalam mengembangkannya. Nah, seni ini yang mewarnai tulisan kita.

Penghayatan itu seperti maksudnya mendeskripsikan sesuatu dengan perasaan yang mengundang penasaran atau pertanyaan si pembaca. Tidak langsung kita sebut gadis tapi dengan embel-embel. Jadi, kita masuk ke dalam jiwa sang gadis tersebut. Kalau kita masak harus ada bumbunya. Maka, masakan kita akan sedap tidak hambar.

Menyimpan ide menulis bisa di alat yg sudah kita punya. Simpan HP, laptop, buku catatan atau apa saja yang punya.

Jika ingin menulis berdasarkan kisah nyata atau inspirasi dari film kita gunakan kata-kata sederhana terlebih dahulu. Setelah tulisan selesai beberapa paragraf,  lihat dan bisa diedit. Apakah sudah tepat diksi atau belum. Cerita boleh sama, tapi cara pandang yang berbeda.  Mengangkat suatu kisah yang sudah difilmkan sebagai inspirasi tidak masalah asalkan beda dalam tulisannya.  Anggap saja itu pengalaman ketika menonton suatu kisah.

Cara memperkaya  wawasan  tentang impresi dan seni agar tulisan kita penuh penghayatan adalah dengan banyak membaca karya orang lain, berlatih untuk melakukan karya seni seperti puisi. Dengan latihan, kita akan terbiasa untuk membuat tulisan kita dengan seni dan penghayatan. Dari lingkungan dalam membuat karya seni. Gunakan kelas, lingkungan rumah, dan lingkungan masyrakat unruk memperkaya kosa kata dan jiwa seni.

Pak Dedi suka memulai tulisan dengan kata-kata kias dan puisi  juga suka membaca puisi-puisi dan karya buku yang menggunakan bahasa seni. Kiatnya, jangan lupa untuk bergaul dengan orang-orang yang berjiwa seni.

Allah menciptakan alam semesta ini dengan seni. Hambar rasanya kalau tidak ada seni. Bayangkan kalau Allah menciptakan kita tidaka ada hidung dan telingan, pasti tidak elok. Begitu juga dengan tulisan. Walaupun Bapak bergelut di bidang seni, tentunya ada jiwa seni dalam diri Bapak. Belajar dari keluarga dulu. Gunakan bahasa-bahasa syahdu. Insya Allah kita akan terbiasa. Guru Kimia menurut beliau wajib memiliki gaya seni supaya siswanya tidak bosan dan stress. Ketika kita menjadi idola siswa, itu berarti dalam diri kita sudah muncul seni dalam mengajar. Seni itu luas tidak berkutat dalam bidang bahasa saja.

Gunakan kata-kata yang pendek saja dulu. Misalanya, rembulan sudah menampakkan wajahnya. Ide sama saja. Cara memuncul ide sesuai dengan kebutuhannya. Ingin menulis buku tentang apa? Misalanya ingin menulis buku ajar bahasa arab. Tentunya harus mempelajari kurikulumnya dulu. Melihat buku-buku yang telah ada. Dari refleksi buku orang lain. Aakan bisa membuat karya yang lebih karena sudah mempelajari buku sebelumnya. Tentunya sudah menganalisis kelebihan dan kekurangannya.

 

Demikan ukiran kata yang bisa terungkap semoga bisa menjadikan kita terus bersyukur karena limpahan ilmu pada malam ini. Semua karena Allah memberi kemudahan dan kelancaran acara. Terima kasih Pak Dedi, Bu Kanjeng dan tak lupa OmJay. Barakallah. 

 

Salam Guru Blogger

@budiyantiAnggit

Ambarawa, 10 Oktober 2020.


Kamis, 08 Oktober 2020

ADA KEMAUAN ADA JALAN

 

Oleh : Budiyanti Anggit

Asalamuallaikum Bapak Ibu bloger se –Nusantara. Salam literasi.

Alhamdulilah pada hari kedua ini saya bisa mengikuti jalannya kelas menulis ke-16 bersama Omjay di WAG literasi. Kali ini pematerinya adalah penulis dari Lamongan yaitu Bapak Mukminin. Beliau adalah penulis yang handal di usia sudah kepala 5. Kini karyanya sudah melimpah.

Banyak yang beranggapan bahwa menulis itu sulit. Masih banyak yang berasumsi bahwa menulis butuh bakat. Itu salah besar. yang utama adalah niat atau kemauan. Kalau ada kemauan akan ada jalan. Itulah yang disampaikan oleh beliau Bapak Mukminin yang aktif dunia kepenulisan pada usia 54. Semangat luar biasa perlu diapresiasi. Kini selain mempunyai buku, beliau juga sudah punya penerbitan.

Tiada kata terlambat untuk menjadi seorang penulis. Belajar tak mengenal usia. Itulah yang ada pada penulis asal Lamongan yang masih bertugas sebagai guru PNS di SMP 1 Kedungpring Lamongan sejak 1989- sampai saat ini ( 2020). Beliau berprinsip bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang mau berubah ke arah kebaikan dalam segala hal dan bermanfaat bagi orang lain. Karena Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kalau kaum itu tidak mau mengubahnya sendiri. Kalimat bijak itulah yang menjadi motivasi beliau untuk segera menulis. Sudah puluhan tahun hati beliau ingin menulis buku. Sebenarnya sejak SMP Pak Mukminin sudah menulis buku harian sampai kuliah. Jiwa menulis sudah ada sejak dulu rupanya.

Memasuki usia 54 tahun keinginan menulis semakin kuat. Tapi bagaimana cara menulis dan memulainya? Itulah pertanyaan besar yaag muncul dalam hatinya.  

"Di mana ada kemauan di situ ada jalan" Dan "Manjadda Wajadda'

                              (siapa yg bersungguh-sungguh pasti berhasil)

Dengan berprinsip kata bijak tersebut, keinginan itu akhirnya beliau  tindak lanjuti setelah ziarah haji ke Bu Emi Sudarwati. Beliau termotivasi setelah mendengar bahwa buku Bu Emi sudah terbit  300 lebih. Berikut percakapan beliau berdua.

"Pak Minin segera menulis buku karena jenengan guru saya bhs Indonesia di SMP  pasti bisa, apalagi Bapak sering mengantarkan orang umroh ke Makah, bisa ditulis Pak!" begitu kata Bu Emi.

"Ya Mbak insya Allah saya pingin sekali, bagamana caranya," jawab Pak Minin. Beliau pun mengikuti  Workshop di PBG Bojonegoro pada tanggal 29 Februari 2020 yang diikuti 81 peserta dari Bojonegoro, Tuban dan  Lamongan dengan Narsum 3 orang penulis hebat yaitu Emi Sudarwati (gupres pemenang Inobel 2016), Ajun Pujang Anom dan Slamet Widodo. Dari pertemuan itu langsung praktik menulis dibimbing Bu Emi yang merupakan muridnya dulu kala SMP dan menghasilkan Buku PBG MEMBAHANA Antologi Pusat Belajar Guru Bojonegoro penerbit Kelompok Majas.

Alhamdulilah buku karya  bersama pertama kali  terbit. Itulah rasa bangga yang dirasakan Beliau. Ingin terus menulis terus berlanjut walaupun belajar yang muridnya.  Baginya  belajar jangan lihat siapa yang bicara tapi dengarkan apa yang dibicarakan. Pak Mukmini ikut workshop kali kedua 8 Maret 2020 di TBK KHINANTHI di rumahnya Bu Emi. Pembimbing tetap 3 orang seperti di PBG. Alahamdulillah terbit buku solo 55 Pantun Nasihat diterbitkan  kelompok Majas Bojonegoro.

Keinginan belajar menulis makin kuat. Beliau langsung mengikuti  kuliah menulis online bersama Om Jay secara gratis lewat WAG PGRI gelombang 8. Tepatnya 29 Maret 2020 beliau mengikuti dan membuka youtube Om Jay. Kemudian sebuah buku terbit yaitu sebuah antologi yang berjudul  SEMANGAT MENULIS BERSAMA BU KANJENG (antologi) bersama gel. 12. Judulnya Virus Semangat Menulis Merasuk Jiwamu.

Berbagai ilmu telah didapatkan dalam kuliah online. Prinsipnya ingin terus belajar tak kenal lelah. Pada saat mengikuti kelas perdana pertama dengan narsum hebat  Pak Dedi Dwitagama tentang Belajar Ngeblog dan Youtubber, memberi motivasi untuk membuat blog dan menulis agar dikenang anak cucu kita serta semesta raya. Om Dedi mengatakan bahwa kita pernah hidup dan meninggalkan jejak kebaikan. Karena kebaikan berbalas kebaikan. Inilah kata-kata motivasi yang luar biasa menyentuh hati Pak Mukminin. 

Semua peserta membuat blog untuk menyimpan tulisan dan hasil resume kuliah online dari para pakar. Dan setiap kali pertemuan resume wajib dikirim ke blog Om Jay. Lalu dikirim ke grup menulis untuk saling kunjung dan memotivasi. Beliau pun  tambah semangat menulis dan cepat akrab walau lewat WAG.

Motivasi berupa mantera dari Om Jay sangat  luar biasa sampai hari ini  selalu diingat.

Menulislah setiap hari dengan hati,  buktikan apa yg terjadi

(Om Jay)

Pak Mukminin terinspirasi dengan Omjay karena telah membuktikan bahwa tulisannya di blog. setiap hari telah banyak diterbitkan menjadi buku dan laris manis. Hal ini menjadikan  pendapatan keluarga Om Jay bertambah. Bahkan bukunya ada yang diterbitkan di penerbit mayor.  Sampai Om Jay mendapat hadiah kuliah di China. Itulah keajaiban menulis setiap hari. Bahkan dapat royalti bisa membuat rumah. Memang Om Jay terkenal  sabagai seorang bloger dan youtuber. Benar-benar luar biasa Omjay.

Semangat menulis membara ada dalam lubuk hati Pak Mukminin setelah mendapat hadiah buku dari Penerbit Andi Yogyakarta karena beliau termasuk dari tiga resume terbaik. Keren kan? Pada saat kuliah online pada tanggal  27 April 2020 dengan narsum Dr.Nono Wibowo Purbo bertema Menulis dan Menerbitkan Buku Digital.. Semangat beliau pun makin bertambah.

Resume terbaik itu  didapatkan karena beliau blog working ke semua teman-teman. Tujuannya saling kunjung blog untuk mendapat ilmu teknik menulis / meresume dari teman. Dua  teman   yang resumenya diikutinya dengan baik adalah Ibu guru Tere dari NTT. Resumenya di blog, sangat luar biasa dikunjungi ratusan teman. Dan ibu Noralia Purwa Yunita  dari Semarang. Resumenya ada intro sebelum ke materi dan dikembangkan dengan bahasa sendiri. Hem jadi penasaan. Yang mana ya beliau?

Kisah menerbitkan buku bersama (antologi)

Pak Mukminin berkisah bahwa Om Jay mengajak belajar menulis gel. 8 karena  situasi KBM dalam pandemi covid -19. Karena guru-guru mengajar lewat daring, Om Jay meminta  pengalaman di lapangan masing-masing untuk ditulis dan diterbitkan buku yg berjudul "Menciptakan Pola Pembelajaran yang Efektif di rumah" yang diterbitkan Tata Akbar Bandung. Yang ditulis  48 guru. Pak Guru yang telah mempunyai biro umrah tersebut ikut berpartisipasi.

Menurut cerita Pak Mukminin Omjay menyampaikan bahwa saat belajar menulis dari gel.1 s.d. 12, yang paling aktif saling kunjung (blog working) adalah gel. 8.  Memang seru sekali, saling  mensuportt tulisan blog teman-temannya. Berpijak dari hal tersebut Pak Mukminin  mengusulkan  membuat buku “KISAH INSPIIRATIF SANG GURU" Om Jay setuju.  Bu Noralia   sebagai editornya dengan jumlah penulis ada  26 guru.

Menerbitkan buku antologi memang kadang agak berat karena harus  menunggu lengkapnya naskah dari anggota. Buku tersebut dirancang 31 Mei 2020. Alhamdulilah pada 4 Oktober 2020 baru lengkap dan  masuk percetakan yang telah dimiliki oleh beliau dengan nama Kamila Press..

Selanjutnya pada tanggal 5 Juni 2020 menadapat kuliah online dengan narsum Ibu Sri Sugiastuti yang terkenal dengang Bu Kanjeng tema berbagi pengalaman menerbitkan buku. Bu Kanjeng dari Solo ini orang hebat di usia 50 tahun berproses menjadi penulis  handal dengan prinsip "Barter Late Than Never". Bu Kanjeng telah menerbitkan 40 buku lebih dengan gaya penulisan mengalir, enak dan renyah seperti Om Jay. Pak Muknini benar-benar betul terinspirasi.  Komunikasi dengan Bu Kanjeng berlanjut yaitu  ditawari untuk  patungan menerbitkan buku. dengan tema “Semangat Menulis Bersama Bu Kanjeng" diikuti 42 guru. Alhamdulilah terbit.

Pada tanggal  16 Juni 2020 telah terbit  dan dicetak 300 buku antologi Guru dan Siswa SMP N1 Kedungpring hasil ujian Praktik Bahasa Indonesia  kelas 9.  Lewat Daring Karena Pandemi covid-19. Setiap Siswa mendapat  1 buku. Ini benar-benar luar biasa. Ini buku karya perdana yang terbit dari  guru dan seluruh siswa kls 9 di SMP  terdiri 9 kelas 288 siswa.

Tanggal 19 Juni 2020 Bu Kanjeng ( Sri Sugiastuti) mengajak beliau menerbitkan buku bersama Antogi Puisi dalam Pandemi Covid-19 dengan harapan kehidupan New Normal. Beliau ditunjuk dan dilatih jadi kurator untuk koordinator pengumpulan naskah dan bendahara. Terdaftar 43 guru. Ini pengalaman berharga beliau tentang cara menerbitkan buku.  Bu Kanjeng dan  Bapak Heronimus Bani (Roni Bani) sebagai editor. Cukup menguras perhatian dan penuh kesabaran dalam mengumpulkan naskah teman- teman.  Alhamdulilah dua bulan terbitlah Buku Antologi Puisi "Rona Korona Duka dan Ria".

Pada 5 Juli 2020 buku Antologi Musim Ketiga terbit ( hasil worshop di TBM KINANTHI Bu Emi Sudarwati ) Bojonegoro

Tak hanya sampai di situ sepak terjang Pak Mukminin. Sebuah berita gembira diterima. Hatinya pasti berbunga-bunga. Pada hari Sabtu, 11 Juli 2020 profil Pak Mukimin di muat di Jawa Pos Radar Lamongan. Judul Mukminin Tak Mau Kalah dengan Penulis Muda. Beliau merasa senang seumur hidup sosoknya dimuat di koran baru dua kali. Pertama pengumuman masuk PTN tahun 1985 waktu itu namanya SIPENMARU karena diterima di IKIP NEGERI SURABYA D2.

Sebuah  anugrah yang luar biasa. Anak buruh tani  desa bisa kuliah di kota. Waktu itu IKIP dambaan untuk jadi guru. Yang kedua profi dan  foto Pak Mukminin dimuat di koran Radar.  Pagi-pagi ucapan selamat dari teman guru satu sekolah dan teman MGMP BHS Indonesia Lamongan mengucapkan ," Selamat Abah Mukminin masuk koran" Beliau mengucap alhamdulillah. Dan di WAG DINAS SMP I Kedungpring dan WAG MGMP di-posting foto beliau di koran.

Berbagi pengalaman dengan sosok penulis Lamongan terus berlanjut walau hari telah malam. Pada tanggal 5 Agustus 2020 setelah beberapa buku terbit beliau menyebarkan VIRUS LITERASI di sekolah SMPN I Kedungpring Lamongan dengang melaksanakan Worshop Menulis dan Menerbitkan Buku. Kepala Sekolah mendukung dengan Pak Mukmini menjadi ketua. Didatangkanlah narsum.dan kepala dinas pendidikan Lamongan. Narsum hebat PBG dari Bojonegoro Bu EmI Sudarwati dkk. Alhamdulillah sukses berjalan dari pukul 08.00 sd 15.15. Bu Emi pulang kandang karena mengajar guu-gurunya waktu SMP dulu. Dengan tujuan guru bisa menulis dan terbitkan buku. Insya Allah menghasilkan buku antologi Cerita Sang Guru. Hebat sekali Bu Emi. Bisa menularkan menulis di almamaternya. Perlu jadi contoh ini.

Menurut cerita bahwa  saat ini Pak Mukminin telah menerbitkan 7 buku solo. Selain itu ada dua buku  masih proses cetak. Satu buku solo hasil kuliah online bersama Om Jay dan  satu Antologi KISAH INSPIRATIF SANG GURU. dari belajar menulis gel.8. Selamat ya Pak.

Sekarang kisah beliau belajar menjadi penerbit.   Wah… ceritanya makin menggelitik nih. Ternyata menulis bisa meraup rejeki. Setelah cover Buku judul  Jurus Jitu Menjadi Penulis Handal Bersama Pakar di- share ke  grup-grup menulis, alhamdulillah ternyata ada yang nyantol Ibu Rasita Kepsek dari Bengkulu minta diterbitkan bukunya dengan cetak 20 buku. Ini merupakan tantangan dan kesempatan yang harus diambil. Dan beliau  belajar jadi penerbit dengan nama KAMILA PRESS. Dalam tiga minggu buku terbit dengan cover dan mutu yang bagus karena memakai kertas bookpaper. Setelah diposting bukunya Bu Rasita, teman-teman susul-menyusul ikut minta bukunya diterbitkan di  Kamila. Subhanallah. Pak Mukimin keren abis.

Lanjutnya diceritakan bahwa buku-buku yang telah diterbitkan ada yang cetak 10 buku, 30 buku, bahkan Pak H. Rusmin Kepsek SMAN Banjarmasin mencetak buku Kisah Nyata Berjuang Melawan Covid-19 (kisah  Pak Rusmin dengang istrinya kena Corona berujung  sampai sembuh. Buku dicetak 100 eksemplar. Duhhh jadi ikut bangga dengan semangat beliau yang tak muda lagi. Perlu diacungi jempol.

Cerita dalam WAG berlanjut. Saya pun menyimak terus karena amat terkesan dengan semangatnya. Kisahnya bahwa rezeki dari Allah tiba-tiba turun tak disangka –sangka.  Ketika ngopi di sekolah Bapak Poniman ketua PGRI Jember telepon  meminta bukunya Pengabdian PGRI Untuk Negeri minta dicetak 200 eks. Pak Mukinin berulang kali berucap syukur.

Rasa syukur akan dilimpahkan rezekinya. Benar juga, ada seorang teman yaitu Pak Suharto yang diuji sakit di rumah sakit sekitar dua bulan itu setiap hari  menulis dan  lewat beliau terbitlah buku GBS Menyerangku (Kisah Nyata Seorang Guru Bergulat Melawan Penyakit Langka dengan Menulis )

Beliaupun memberi tips yang jitu. Apa itu?


Tips Menulis dan Menerbitkan buku NMATMI

1.      Niat Kuat dan Nekad ( Nawaitul)

Menulis itu berbagi ilmu dan pengalaman/ Menulis itu ibadah.

2.      Mencari Mentor

Carilah pembimbing penulis sukses

Kalau ingin sukses bergaullah dengan orang sukses ( Kalau ingi wangi bertemanlah dengan bakul minyak wangi)

3.      ATM

Amati ( Amanati penulis sukses/ mentor, cara dan gaya penulisnya)

Tiru ( Tiru / Ikuti apa dan bagaimana yang dilakukan penulis sukses/ mentor

Tiru dalam arti meniru dengan modifikasi. Judul boleh sama isi dan penyampaian pasti berbeda.

4.      MANUT

Ikuti semua instruksi yang disarankan mentor. Apa yang dilakukan mentor sampai jadi penulis dan ikuti bagaimana cara menerbitkan buku ke penerbit

5.      ISTIQOMAH

      Istiqomahlah untuk selalu menulis setiap hari walaupun tiga paragraph. Satu Puisi dan satu kalimat , dan satu kata-kata bijak. Pilihlah waktu yang tepat sesuai kondisi masing-masing ( bisa habis subuh yang masih fress dan bisa juga di sela-sela pkerjaan atau waktu istirahat atau kapan pun ada kesempatan.

Itulah resume dari kelas menulis yang kedua. Banyak hikmah yang bisa kita teladani bahwa sebuah niat besar akan menjadikan kita besar. Kemauan yang kuat akan menjadikan kita meraih mimpi. Apa pun usaha dengan niat bisa bermanfaat bagi orang lain akan menjadikan hidup lebih bermakna. Insya Allah akan membawa keberkahan. Sukses untuk Pak Mukminin. 

Salam Guru Blogger.

 Ambarawa, 8 Oktober 2020.

 

 

 

 


Selasa, 06 Oktober 2020

KATA ADALAH SENJATA

Oleh : Budiyanti Anggit



Assalamualaikum para guru blogger di seluruh Nusantara.

Alhamdulillah pada hari Senin, 5 Oktober 2020 saya bisa mengikuti pelatihan menulis  gelombang 16 yang diselenggarakan oleh PGRI di bawah asuhan Pak Wijaya Kusumah ( Omjay). Kali ini nara sumber pada pertemuan perdana adalah Bapak Abdul Hakim. Pelatihan kali ini disampaikan lewat WA grup dengan moderator Ibu Aam Nurhasanah dari Lebak.

Tepat pukul 19.00 Omjay telah menyapa kami dengan salam dan beberapa peraturan. Dijelaskan bahwa usai pelatihan ini Bapak Ibu Guru dimohon untuk membuat resume di blog masing-masing kemudian dishare di grup. Pelatian online akan dilaksakakn 20 kali  dan 10 motivasi. Nara sumber hari Senin, 5 Oktober 2020 adalah Bapak Abdul Halim. Omjay pun mempersilakan Pak Abdul Hakim. berikut biodata beliau.

Biodata Nara Sumber :

Lamongan, 10 Desember

IKIP Malang (Universitas Negeri Malang) - UNY.

Guru SMP Yayasan Pupuk Kaltim, Bontang, Kaltim

Kegemaran:

Membaca, Olahraga, dan Fotografi

Aktivitas lain:

1.      Presenter Publik Katulistiwa Televisi / PKTV (2000-sekarang)

2.      Manajer Radio Suara Katulistiwa FM (2015-sekarang)

3.      Pimpinan Redaksi resonansinews.com

4.      Trainer Peblic Speaking, AMT, Kepenulisan di GPI (Gemilang Pendidikan Indonesia)

5.      Pengurus / Mitra Daerah Masyarakat Fotografi Indonesia (MFI)

6.      Pengurus Forum GTK Berprestasi Kota Bontang, Kaltim

7.      Pengurus Asosiasi GTK Berprestasi Provinsi Kaltim, dll.

Prestasi & Penghargaan:

1.      Juara Lomba Kreativitas Guru dalam Pembelajaran Tingkat Nasional (2009, 2006)

2.      Juara Inovasi Pembelajaran Tingkat Kaltim, Finalis Nasional (2006)

3.      Tim Penggagas dan Desainer Busana Daerah Kota Bontang (2005)

4.      Juara 1 Karya Tulis K3LH PT Pupuk Kaltim (2007)

5.      Juara Desain Busana Kerja PT Pupuk Kaltim (2007)

6.      Unggulan I Lomba Guru Kreatif se-Jawa & Bali (2008)

7.      Juara Desain Kartu dan Ucapan Tahun Baru Hijriah Tingkat Nasional oleh Kantor Pos Indonesia

8.      Penerima Penghargaan Guru Berjasa Kaltim (2010)

9.      Penerima Anugerah Kaltim Education Award (2010)

10.  Juara 1 Guru Berprestasi SMP Provinsi Kalimantan Timur (2010)

11.  Penerima Intel Education Award dalam Pemilihan Guru Berprestasi Nasional oleh Kemendiknas dan Intel Indonesia Coorporation (2010)

12.  Juara 1 Lomba Foto Ramadhan se-Kota Bontang  dan Sangatta, Kutai Timur oleh Bontang Post (2011)

13.  Sepuluh Karya Terbaik National Competition of Technology Integration (NACTI, 2011)

14.  Juara 1 Lomba Menulis Kisah Inspiratif Rakyat Bontang (2011)

15.  Juara 1 Karya Tulis Kesbangpolinmas (2013)

16.  Juara 2 Lomba Foto Lembah Hijau Bontang (2013)

17.  Juara 3 Olimpiade Guru Nasional (2018)

18.  Peserta Training Program in China University of Mining and Technology (CUMT, 2019)

19.  Juara 2 Lomba Memotivasi Siswa “Bangga Berbahasa Indonesia” Tingkat Kaltim dan Kaltara oleh Kantor Bahasa Provinsi Kaltim (2020)

20.  Juara 1 Lomba Vlog “Cerdas Berbahasa” Tingkat Kaltim dan Kaltara oleh Kantor Bahasa Provinsi Kaltim (2020), dan beberapa kejuaran bidang kepenulisan, foto, desain, dan olahraga.

21.  Beberapa kali Juara Kompetisi Bola Basket.

Pembimbingan: Beberapa kali membimbing siswa dalam bidang kepenulisan dan meraih juara nasional.

Publikasi:

Tulisannya dimuat di beberapa media, misalnya Bontang Post, Kaltim Post, Majalah Pendikan Kota Bontang, Majalah Gemilang YPK, dan Majalah Pelangi Pendidikan Depdiknas, Karya-karya fotonya juga dimuat di Bontang Post, Kaltim Post, Majalah Pendikan Kota Bontang, Majalah Gemilang YPK, Tribun Kaltim, Buku Bahasa Indonesia SD – Australia, dan Majalah TNK. Karya puisi, artikel, feature, quotes, dan karya penelitian dimuat dalam beberapa judul buku antologi, termasuk Antologi Kreativitas Guru dalam Pembelajaran yang diterbitkan oleh Depdiknas.

Media Sosial, Posel, TG:

Instagram & Twitter    : @hakimborneo

Facebook         : Abdul Hakim   https://www.facebook.com/abdul.hakim.391082/

Youtube           : Guru Indonesia

Pos Elektronik             : hakimborne@gmail.com

Telepon Genggam       : 081347206753

Alamat : Jalan Kol Nomor 70, Bontang, Kalimantan Timur 75313

 Mereka yang tidak berani membunuh ketakutan akan terbunuh oleh ketakutan.

 (Abdul Hakim Busro)

Itu kalimat pertama yang disampaikan Pak Abdul Hakim. Benar juga bahwa kita harus berani membunuh ketakutan. Kita harus berani dengan tantangan kita saat ini menulis di blog kemudian bisa menjadi buku.


Diawali dengan salam oleh Pak Abdul hakim lewat rekama suara yang amat merdu. Hemm layaknya penyiar. Dilanjutakan dengan rekaman yang berisi sebagai berikut. Kata adalah senjata. ( Abdul Hakim) semua berawal dari kata dengan kata kita bisa memberikan cinta. Dengan kata kita bisa terluka, dengan kata kita bisa berkreasi dengan banyak hal. Kita bisa membuat puisi, cerita. Oleh karena itu kata adalah senjata. Benar juga bahwa dengan hanya kata yang terangkai menjadi kalimat dan selanjutnya menjadi sebuah karya. Luar biasa.

Sebelum materi berlanjut narsum memberikan vlog yang berkaitan dengan cerdas berbahasa Indonesia. Vlog karya beliau amat bagus ini berisi ajakan untuk selalu mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia. Perkembangan bahasa makin hari makin baik. Namun, banyak juga tantangan dan permasalahan yang merupakan PR bagi kita untuk ikut menyelesaikan. Seperti kita ketahui bahwa masyarakat belum sepenuhnya terampil berbahasa Indonesia.


Hal ini bisa diasumsikan bahwa komitmen dan kecintaan terhadap bahasa Indonesia masih diragukan. Seperti dicontohkan banyak masyarakat yang suka berbahasa asing ketimbang bahasa Indonesia. Ada juga yang masih gado-gado antara penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa asing. Misalnya kata yang digunakan pada papan nama, kata IN- MASUK harusnya MASUK – IN. Kata POLISI-POLICE, ini benar. Ada lagi yang gado-gado misalnya kata Gunakan Helm Standar masih banyak kata lain yang belum menggunakan bahasa Indonesia yang benar. Siapakah yang bertanggung jawab akan hal ini? yang kita semua sebagai pemakai bahasa.


Selain itu masih banyak orang yang belum tahu kata baku dan tidak baku. Hal ini terlihat dalam tes yang dilakukan Pak Abdul Hakim pada beberapa orang. Misalnya penggunaan kata batre atau baterai ( yang benar baterai) alenia atau alenia ( yang benar alinea), nafas atau napas ( yang benar napas. Masih banyak orang yang belum paham. Pendapat saya sebaiknya kita sebagai guru penulis mempunyai kamus KBBI V yang tersedia di android kita. Jika kita ragu dengan kata, kita cari di KBBIV yang amat mudah kita lakukan setiap saat. Mari kita sebagai guru menjadi teladan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.


Menurut pemerhati bahasa Indonesia, Bapak Ibnu wahyudi bahwa konsep cerdas berbahasa adalah mampu menyiasati situasi dan mampu memilih kosa kata. Menurut beliau, masih banyak orang yang suka membangga-banggakan bahasa asing yang dianggapnya modern. Bisa diindikasikan bahwa orang tersebut besikap kekanak- kanakan dan norak atau belum dewasa berbahasa Indonesia. Kedewasaan amat penting untuk berbahasa Indonesia sebagai rasa cinta terhadap negara Indonesia.


Itulah vlog Pak Abdul Hakim yang amat menginpirasi. Saya sebagai guru bahasa Indonesia amat sepakat dengan pendapat beliau. Saya juga amat risi jika sesame guru belum bisa mengunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Mari kita gerakkan penggunakan bahasa Indonesia dari kita sendiri dan mengajak anak didik berperan serta dalam cerdas berbahasa.


Kembali ke materi Pak Abdul Hakim yang mengatakan bahwa sekurangnya ada dua: tentang konsep berbahasa dan bagaimana pengutamaan Bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Kembali kepada "Kata". Menurut Pak Abdul Hakim. Beliau memulainya dengan kalimat bijak:

          Membaca adalah gerbang utama sekaligus kunci pembuka bagi yang ingin menggenggam                        keberhasilan. (Abdul Hakim Busro)


Wohh luar biasa kata- kata bijak tersebut. Orang-orang hebat lahir dari  pembaca hebat. kalau ingin jadi penulis, gerbang utamanya, kunci penulis adalah  membaca. Sebagus apa pun keinginan kita dalam menulis tanpa dibarengi ketrampilan membaca yang baik maka tulisan kita akan membosankan. Analisis cara berpikir kita terkait objek, tema  yang akan kita jelaskan tentu akan terbatas   karena kita tak akan menjelaskan secara tepat. Andaipun berbicara dengan panjang bisa jadi apa yang kita bicarakan akan mengulang-ulang kata-kata yang sama. Tentu akan membosankan.


Kosa kata kita harus cukup. lebih dari cukup kalau bisa. Sekali lagi kita akan merangkai kata menjadi kalimat, menjadi paragraph, menjadi sebuat teks.  Jika kemampuan berbahasa kita terbatas maka tulisan kita juga akan terbatas.  Apalagi untuk penulis pemula. Jangankan satu lembar dengan kata tertentu saja ini berpikir tepat tidak ya. bagus tidak  ya. 


Berbeda dengan yang suka membaca. maka jumlah kata akan banyak. Banyak memori yang tersimpan, jika akan dibutuhkan akan bisa dipanggil lagi untuk digali. Jadi, membaca adalah kewajiban bagi seorang penulis.

"Bapak Ibu pernah mendengar kosa kata aktif?" tanya Beliau. Kosa kata dalam kamus KBBI ada 109.000 kata. Untuk bisa menjadi penulis yang baik, kita harus mengaktifkan kosa kata lebih banyak. Dari ratusan kata tersebut. berapa ribu kata  yang aktif di kepala kita. Setiap memori akan menyimpan kosa kata yang berbeda-beda.


Mereka yang terbiasa membaca akan menghasilkan kosa kata lebih banyak saat menulis atau bericara dibandingkan yang tidak membaca. Selain itu bagaimana mengaktifkan kosa kata. Misalnya, saat kita mendengarkan Pak Abdul Hakim  bicara ini misalnya berbicara satu jam  bahwa bapak ibu paham kosa kata kan. Semua paham.akan tetapi apakah ratusan kata yang diucapakan tadi mampu diucapaka oleh orang lain? Barangkali ada yang melebihi. Ada jua yang berada di bawah kata-kata Pak Abdul Hakim.


Cara mengaktifkan adalah  dengan selalu Membaca dan Membaca. Kata itu tak muncul andai kita tak pernah membaca. Untuk menjadi penulis kita harus mengaktfkan  kosa kata lebih banyak lagi. Penguasaan kosa kata berimplikasi positif bagi keterampilan menulis dan berbicara: komunikasi efektif. Membaca dapat membuat otak  tetap aktif dan berekasi untuk melakukan fiungsinya secara baik. Membaca dapat memperkuat kemampuan berpikir  dan menganalisis.


Semua tulisan akan berawal dari kata Menguasainya dengan baik adalah kunci  melenjutkan langkah-langkah berikutnya. Jika kita bertemu orang yang suka membaca lalu mereka disuruh menulis atau berbicara. tidak selalu  bisa bicara. Mendengar, menulis itu semua butuh keterampilan. A suka membaca akan lebih baik dari yang tidak pernah membaca. 


Membaca adalah rekreasi. Membaca  menbuat orang terhipnotis. Buku apa saja. bisa kita baca. Buku biografi, membaca berbagai majalah. Suka membaca di perpustakkan. Paling tidak pembaca head line akan menjadikan. wawasan kita bertambah.


Tak terasa materi yang disampaikan Pak Abdul Hakim makin asyik disimak. Materi amat bagus yang bisa memotivasi diri untuk memperkaya kata dengan membaca. Selanjutnya disampaikan tanya jawab. Pertanyaan disampaikan lewat Ibu Aam Nurhasanah. Pertanyaan demi pertanyaan dijawab Pak Abdul Hakim dengan jelas dan gamblang. Saya pun amat terkesan dengan tanggapan Beliau.  


Intinya bahwa kita selalu memperkaya kosa kata dengan membaca. Kata adalah senjata untuk menjadikan kita sebagai penulis. Kita harus bisa menyisihkan waktu untuk membaca. Memberi contoh pada anak didik dengan selalu membaca. Selain kita membaca buku, kita bisa juga membaca situasi, keadaaan lingkungan yang nantinya akan memunculkan sebuah kosa kata yang akan bisa kita jadikan sebuah tulisan. Ilmu yang luar biasa saya terima pada pertemuan pertama. Alhamdulillah.


Demikan resume pertemuan pertama. Terima kasih ilmunya Pak Abdul Hakim, Bu Aam Nurhasanah, Pak Brian dan Omjay. Semoga membawa keberkahan bagi kita semua. Salam literasi.

Salam literasi.

Ambarawa, 6 Oktober 2020

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Senin, 07 September 2020

Pentingnya Pendampingan Orang Tua selama Pembelajaran Jarak Jauh


Masa Pandemi Covid-19 belum juga berlalu. Sebagian besar sekolah masih menerapkan pembelajaran jarak jauh dengan daring penuh atau blendeng learning. Berdasarkan pengamatan bahwa masih banyak siswa tidak memanfaatkan waktu daring dengan baik.  Hal ini dipertegas pendapat  beberapa  guru bahwa peran orang tua pada anak belum maksimal. Terbukti masih banyak anak yang tidak mengerjakan tugas. Sebagian besar anak masih menunda pekerjaan. Tugas pun menjadi banyak. Nah, anak mengatakan bahwa tugasnya banyak. Padahal jika disiplin sesuai jadwal, tugas tak akan menjadi berat.

 

Benarkah tugas siswa berat? Beberapa siswa mengatakan hal tersebut.  Namun, orang tua harus menanyakan pada anaknya tentang hal ini. Jangan salah persepsi. Ada orang tua yang percaya begitu saja bahwa tugas anaknya berat. Hal ini terlihat anaknya lembur mengerjakan tugas sampai malam. Sampai-sampai orang tua tersebut protes pada sekolah tanpa mau mendengarkan cerita anaknya. Inilah probematika yang harus dipecahkan bukan mencari kambing hitam.  

 

Berdasarkan cerita di atas bahwa peran orang tua dalam mendampingi anak selama di rumah belum maksimal. Orang tua tidak tahu persis permasalahan anak. Cenderung percaya jika anak memegang HP berarti sudah mengerjakan tugas. Penulis yakin bahwa orang tua sudah memperhatikan anaknya. Namun, perlu ditingkatkan lagi perhatiananya bukan hanya bertanya tentang sudah tidaknya mengerjakan tugas. Orang tua seharusnya ikut bertanggung jawab pada permasalahan yang dihadapi saat BDR.

 

Ada beberapa hal bentuk pendampingan agar anak merasa nyaman saat BDR.

Pertama, tingkatkan komunikasi. Komunikasi dengan anak amat penting. Tingkatkan komunikasi bukan hanya sekadar bertanya apakah anak sudah belajar atau tidak. Namun, orang tua sebaiknya mendampingi saat belajar. Sudahkah dikerjakan tugas daring hari itu. Orang tua bisa ngecek lewat HP , sudahkah tugas benar-benar dikerjakan lewat google classroom atau lewat WA.

Kedua, mendampingi. Mendampingi di sini bisa ikut membantu mengarahkan jika anak memang amat membutuhkan, misalnya anak yang masih duduk di sekolah dasar. Selain itu bisa juga kita sekadar menemani anak saat mengerjakan tugas. Cara ini amat membantu anak agar merasa nyaman.

Ketiga, menyemangi. Orang tua adalah penyemangat sejati yang akan menjadikan anak lebih percaya diri. Beri semangat agar anak rajin mengerjakan tugas. Tak ada salahnya kita beri pujian atau reward lain yang dapat memberi semangat belajar. Belikan alat tulis, sekadar tambahan pulsa atau lainnya yang bisa menjadikan anak semangat.

Keempat, melek IT, pada era digital saat ii orang tua sebaiknya juga melek IT. Anak sekolah saat ini mau tak mau sudah harus melek IT. Jika orang tua tidak menyesuaikan diri,  akan ketinggalan zaman. Dengan melek IT, orang tua akan lebih mudah mendampingi anak. Misal kenal zoom, google classroom, media sosial akan memperlancar belajar anak yang tidak lepas dari perangkat lunak yang bernama HP.

Kelima, Menjalin komunukasi dengan guru. Tak ada salahnya orang tua selalu menjalin komunkasi dengan guru kelas atau wali kelas. Komunikasi yang baik akan membantu orang tua dalam pendampingan anak. Pada era saat ini dengan mudahnya orang tua berkonsultasi dengan guru atau wali kelas. Orang tua bisa berkomunikasi lewat WAG atau bisa lewat telephon secara pribadi.

Keenam, menyediakan fasilitas. Orang tua sebaiknya menyediakan sarana dan prasarana agar kegiatan belajar anak di rumah merasa nyaman dan tenang. Tempat nyaman, suasana tenang juga sarana internet difasilitasi dengan baik. Hal ini akan menjadikan anak betah di rumah. 

Ketujuh,  doa. Doa orang tua adalah bagian dari pendampingan pada anak. Dengan doa orang tua, anak akan menjadikan anak tenang dalam mengerjakan tugas. Dimudahkan dalam menuntut ilmu.

Itulah hal penting yang sebaiknya dilakukan orang tua dalam mendampingi anak saat belajar di rumah. Orang tua menjadi tahu betapa tidak mudah mendampingi belajar anak. Butuh kesabaran, keikhlasan saat mendampingi anak. Peran orang tua akan menjadikan siswa berkarakter. Anak berkarakter akan membentuk anak berbudi pekerti baik dan berakhlak mulia. Semoga. 

Ambarawa, 7 September 2020