Senin, 02 Agustus 2021

MUDAH MENULIS PANTUN



                                                         gambar dari : https://riaurealita.com/news

Pemuda itu berasal dari dusun

Orangnya tampan dan berwibawa

Mari kita belajar pantun

Bersama GBM  pasti bisa

Hai teman-teman, beberapa waktu lalu saya iseng menulis pantun di grup menulis. Kemudian saya tulis angka 1, selanjutnya teman-teman anggota GBM meneruskan menulis pantun. Wohh amat banyak jadinya. Ada juga yang sampai dua kali.

Isinya bagus semua. Berkisar tentang literasi, menulis dan lainnya. Nah, di antara yang sudah menulis ada beberapa saja yang tampaknya belum paham. Namun, sebagian besar sudah benar. Nah, pada kesempatan ini tak ada salahnya kita belajar bagaimana sebenarnya cara menulis pantun dengan benar dan mudah.

Pantun itu bagian dari puisi lama. Ada lho yang mengatakan bahwa pantun sendiri, puisi sendiri.

“Itu pantun bukan puisi,” ucap orang yang memang belum jelas.

Oleh karena itu,  saya jelaskan tentang pantun secara singkat saja. Jadi pantun itu bagian dari puisi. Tahu kan puisi itu ada puisi lama dan puisi baru. Nah, puisi lama itu ada pantun, syair, gurindam, selokan, talibun. Sedangkan puisi baru ya puisi bebas, puisi kontemporer dan lainnya.

Kita fokus belajar pantun saja. Pantun yang berasal dari Sumatra itu syaratnya

1.      Satu bait terdiri dari empat baris

2.      Setiap baris terdiri dari 8 sampai 12 suku kata

3.      Berima ABAB

4.      Baris 1 dan 2  merupakan sampiran

baris 3 dan 4 merupakan isI

Tampaknya mudah ya. Tapi saat mulai membuat harus mikir juga. Tidak sekali tulis langsung selesai. Kita harus otak-atik agar rima baris 1 sama bunyinya dengan baris 3. Begitu pulan rima akhir baris 2 sama bunyinya dengan baris 4. Ya, semua butuh proses. Kalau niat pasti bisa.

Berdasarkan pengalaman, membuat pantun itu saya mulai baris 3 dan 4 yang merupakan isi. Selanjutnya baru membuat baris 1 dan 2 yang merupakan sampiran. Yuk dicoba. Oh ya, haruskah kita ngitung jumlah suku kata? yaaa ini kadang membuat bingung. Kalau saya sih saya buat empat sampai lima kata saja. Jangan lebih biar aman. Lebih aman lagi ya empat kata saja dengan asumsi setiap kata terdiri dari dua suku kata.

Contoh.

Kita tentukan dulu kita akan berpantun dengan isi apa. Umpama bertema pandemi. Kita tulis apa maksud dari pantun kita. Mau berpesan apa yang ada kaitannya dengan tema.

Contoh :

Baris 3 : Mari kita selalu memakai masker

Baris 4 : Agar covid-19 segera pergi

Nah, setelah kita tulis baris 3,4 yang merupakan isi, langsung kita menulis kalimat 1 dan 2 yang merupakan sampiran. Kita harus berpikir dan berusaha mencari kalimat pertama dengan rima akhir sama dengan rima akhir dari baris 3. Selanjutnya kita juga membuat kalimat kedua sama rima akhir dengan baris 4.

Oke, kita coba baris pertama harus berima akhir er

Baris 1 : Jalan-jalan ke kota jember

Sekarang baris kedua harus berima akhir i

Baris 2 : Tidak lupa membeli buah leci

Mudah bukan? oke, ini jadinya…

Jalan-jalan ke kota Jember

Tidak lupa membeli buah leci           

Mari kita selalu memakai masker

Agar covid-19 segera pergi

Selamat mencoba. Salam literasi

           

 

 

 

 

 

               

 

 

 

2 komentar: