Minggu, 09 Mei 2021

Penelpon Misterius


Berulang penelpon tak dikenal masuk. Hampir 10 kali. Saya pun ragu untuk mengangkatnya. Hal ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti beberapa teman yang menceritakan pernah diteror, atau dimaki-maki. Pernah juga ngalami sendiri penelpon itu ngaku-ngaku saudara. Nah, dari pengalaman itu saya pun takut.

"Dik  ...ini gak ada namanya diangkat gak ya," tanyaku pada anak

"Gak usah saja Buk, bisa-bisa itu penipu lho,"jawab anakku.

Akhirnya kudiamkan. Nanti kalau penting kan bisa chatting dulu.

Namun, penelpon tampaknya tak bosan. Ia telpon lagi.

"Gimana ini Pak," tanyaku pada suami. Belum dijawab saya coba angkat. Ada seorang yang bicara.

"Hallo...hallo...," terdengar suara laki-laki. Saya diamkan. Hanya ingin mencoba siapa penelpon. Kemudian terdengar suara lagi.

"Wah gak ada orangnya," samar- samar terdengar sebuah keluhan.

Karena ragu, hp saya berikan pada suami untuk mengangkatnya. Volume suara dibesarkan sehingga saya bisa ikut mendengarkan.

"Hallo Pak ...ini ada paket dari D*n*, alamat yang pasti di mana ya?" Jelas terdengar suara penelpon itu mengabarkan kalau ada paket.

Astaghfirullah... ternyata saya salah duga. Ada paket dari anak. Saya sudah menduga-duga kalau penelpon Misterius itu bukan orang baik.

Maafkan aku ya Allah.

Ya, pelajaran di bulan Ramadhan ini. Kita tidak boleh suudhon tapi kita juga perlu waspada. Kalau  siap angkat telepon tak dikenal, kita harus hati-hati. Sadar diri umpama benar-benar ada orang yang ingin berbuat kurang baik. Umpama ada kabar kurang baik. Tata hati lalu cari tahu kabar yang benar.

Semua ada hikmahnya. Selamat menjalankan ibadah puasa hari ini. Semoga ibadah kita diterima Allah SWT. 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar